
Sekarang tersisa Leta, Cia Elvano dan juga Alvin. El masih diam dan enggan berbicara sepatah kata pun pada Leta. Sampai Cia di jemput oleh Kevin barulah El membuka suaranya.
"Haha Alvin bisa aja," tawa Cia yang mengelus pipi Alvin.
"Lohh kenapa? kan kalo Kakak cantik kerumah bisa tidur di kamar Abang El," ungkap Alvin dengan polos nya.
"Aduhh Ipin... nanti Abang nya Kakak cantik bisa marah kalo tidur di tempat orang hehehe," ucap Leta yang tertawa geli.
"Lahh ada El juga?" kata Kevin yang tiba-tiba datang.
"Abang Kevin," panggil Alvin ketika melihat wajah Kevin yang baru saja datang.
"Eh Ipin," sambung Kevin yang mengelus rambut Alvin.
"Lohh kapan sampe nya?" tanya Cia yang sedikit heran.
"Baru aja nyampe.. yaudah yok langsung pulang," ajak Kevin pada Cia.
"Yaudah ayok, Leta El gw duluan yah. Ntar lo yang anter Leta yah... bye Ipin Kakak Cia pulang duluan," celoteh Cia yang berpamitan dan kemudian berjalan keluar Cafe.
"Dadahh hati-hati ya Kak," lambai Alvin kearah Cia.
"Bang ayo kita pulang juga kan kita mau anter Kakak cantik," tutur Alvin dengan antusias.
"Astagfirullahh Adek gw," dengus El yang mengusap wajah setelah itu El mengambil kunci mobil dan berdiri.
"Buruan.." satu kata yang keluar dari mulut El yang membuat Leta menghembuskan nafas dengan pelan.
"Hufft ternyata dia masih marah sama kejadian tadi," tutur Leta dalam hati.
"Ayoo Kak kita pulang," ajak Alvin yang turun dari pangkuan Leta saat dirinya melihat El yang sudah berjalan lebih dulu.
Leta berdiri dan berjalan dengan menuntun tangan Alvin, saat menyembrang jalan El memegang tangan Leta dan menggendong Alvin. Perlakuan El sontak membuat Leta terkejut, mereka juga mendapat sorotan dari orang-orang yang duduk di Cafe karena melihat kedekatan Leta dan juga El hampir seperti pasangan suami istri.
...👾DI DALAM MOBIL👾...
Saat berada di dalam mobil Leta sedikit canggung dirinya juga tidak tahu kenapa bisa secanggung ini.
__ADS_1
"Kasih tau Bang Aron kalo lo pulang sama gw," ujar El yang kemudian menstater mobil. Let seketika menjadi kikuk saat El berbicara pada dirinya.
"Hah? iya-iya," balas Leta yang kemudian langsung mengeluarkan handphone.
...📞 WhatsApp 📞...
...Bang Aron...
^^^Leta:^^^
^^^Bang gw pulang sama El, jadi gak usah jemput,"^^^
Bang Aron:
Oke😉
Setelah selesai mengirim pesan Leta memasukkan kembali handphone kedalam tas. Alvin masih duduk di pangkuan Leta entah kenapa betah sekali anak itu untuk duduk di pangkuan Leta.
"Wahh ada permen awan," tunjuk Alvin pada kedai yang menjual permen kapas.
"Itu namanya permen kapas bukan permen awan," jelas Leta dengan ramah.
El memang sudah hapal dengan kebiasaan Alvin yang hobi mengemil, liat lah saja pipi Alvin yang sudah seperti bapau. El menepikan mobil dan kemudian keluar untuk membelikan Alvin permen kapas.
"Tunggu disini aja biar Abang yang beli," kata El yang kemudian keluar dari mobil. Alvin menganggukan kepala nya dengan senyum yang merekah.
Alvin yang bosan menunggu di dalam mobil pun keluar dan menyusul Elvano, Leta yang panik takut Alvin kenapa-kenapa akhrinya juga menyusul.
"Abang lama banget Ipin mau nyisulin ahh," kata Alvin yang membuka mobil.
"Ehh Ipin tungguin Kakak," ucap Leta yang dengan cepat mencabut kunci mobil dan menyusul Alvin.
Leta menggendong Alvin untuk menghampiri El, saat mereka berjalan kearah El, Leta melihat ada Vina yang mendekat kearah El itu. Dia pun menghentikan langkah kakinya.
"Kakak cantik kenapa berenti?" tanya Alvin yang heran saat melihat Leta berhenti mendadak.
"E-eh enggak papa kok," jawab Leta yang masih tersenyum manis ke Alvin walau sebenernya Leta masih sangat penasaran apa yang di bicarakan Vina sama El. Tiba-tiba saja Vina menggandeng tangan El dan mengajaknya pergi, Leta yang baru saja ingin melanjutkan langkahnya terhenti saat dia melihat El dan Vina di depan matanya.
__ADS_1
"Eh Leta.." sapa Vina sok baik di depan Leta dan Leta hanya tersenyum kikuk.
"Ipin nih permen kapasnya Ipin, Abang mau nganter temen Abang dulu ya. Kalian ke mobil aja duluan gak lama kok bentar aja," kata El kepada Leta. Leta yang merasa hatinya sangat sakit pun hanya bisa tersenyum mengiyakan lalu menggendong Ipin dan membawanya ke mobil.
🕊️ELVANO POV🕊️
Saat Elvano ingin membeli permen kapas untuk Alvin, ternyata banyak sekali pembeli yang membeli permen kapas tersebut dan terpaksa El harus mengantri untuk mendapatkannya.
"Mana rame banget lagi," celoteh El yang nampaknya kepanasan.
Saat sedang mengantri dirinya pun di hampiri oleh Vina, entah kenapa perempuan itu ada di tempat yang sama.
"Eh El.." sapa Vina yang sangat senang saat bertemu dengan El sedangkan El hanya diam saat Vina sangat antusias dengannya.
"Kamu beli apa?" tanya Vina kepada El, melihat El tidak ada jawaban Vina hanya tersenyum.
"El temenin aku bentar yok kesana, ada yang mau aku beli aku takut nih banyak laki-laki disana soalnya," ujar Vina lagi yang berusaha membujuk El.
"Ckk apaan sih lo!" jawab El yang sudah benar-benar risih dengan kehadiran Vina.
"Ayok lah El temenin aku bentar aja lagian cuma kesana kok," ucap Vina dengan sangat memohon kepada El.
"Permisi ini permen kapasnya.." kata penjual sambil menyodorkan sebuah permen kapas kearah El.
"Mau ya El pleaseee..." lirih Vina dengan menunjukkan ekspresi sedihnya. El sebenarnya sangat tidak nyaman dengan tingkah Vina yang memohon seperti ini, tetapi jika El tidak menurutinya bisa-bisa sampai El pulang Vina akan terus mengikuti dia.
"Hm," jawab El singkat. Vina langsung tersenyum puas saat El mengiyakan ajakannya dia pun sontak langsung memegang tangan El dan menggandengnya.
El berusaha untuk melepas genggaman tangan Vina, tetapi Vina tetap lah Vina yang keras kepala saat menyangkut El. El hanya pasrah saja lagi pula ini sebentar.
Saat mereka membalikan badannya, El terkejut melihat Alvin dan Leta menghampiri dirinya. El sangat melihat dari sorot mata Leta bahwa dia menahan sebuah tangisan.
""Eh Leta.."
"Ipin nih permen kapasnya, Abang mau nganter temen Abang dulu ya. Kalian ke mobil aja duluan gak lama kok bentar aja," kata El kepada Leta. Leta mengganguk sebagai jawaban.
El melihat Leta dari kejauhan, sebenarnya apa yang ada dipikiran El ini tega-teganya membuat Leta menangis terus seperti ini.
__ADS_1
"Yok El," ajak Vina sambil menarik tangan El, El pun mengikuti langkahnya.