IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Tergila-gila?


__ADS_3

"Giv lo mau minum nggak? nanti gw ambilin deh," tutur Aron yang menawari minuman pada Gavin.


Gavin yang awalnya memerhatikan Leta dari jauh pun langsung menjawab pertanyaan Aron dengan cepat.


"Hah? iya-iya boleh gw haus juga nih," ungkap Gavin dengan gelabakan.


"Wokee lo tunggu disini biar gw yang ke dapur," kata Aron yang mulai bangkit dari duduknya dan berjalan kearah dapur.


...πŸ‘©β€πŸ³DI DAPURπŸ‘©β€πŸ³...


πŸ“ž: "Hehe El salah ya? yaudah lagu lain nih"


"Hahaha iya-iya terserah kamu deh," ungkap Leta yang nampak girang.


"Let.. tolong cumi sama udangnya di kasih perasan jeruk nipis yah, soalnya Mama mau buat bumbunya dulu," ujar Sonya yang menyodorkan semangkuk potongan cumi dan juga udang, Leta pun dengan senang hati membantu Sonya dan langsung mengerjakan apa yang di perintahkan.


πŸ“ž: "Ehmm ini aku mulai nyanyi yah"


"Iya-iya... aku dengerin kok."


Setelah mengambil minum Aron pun langsung mendekati Leta dan menyapa Elvano.


"Eh adek ipar.. masih hidup aja lo haha," sapa Aron yang sedang bercanda.


πŸ“ž: "Ya iyalah Bang... gw aja masih cakep kok sampek sekarang ya nggak Let?"


"Ya kali lo jelek mana mau gw," ungkap Leta yang mendapat acungan jempol oleh Aron.


"Eh El kapan-kapan main kesini.. tuh camer lo mau liat katanya," kata Aron yang menunjuk Sonya dengan dagunya sambil mencicipi bumbu yang Sonya masak.


"Hehh Abang ini masakannya belom jadi," dengus Sonya pada Aron.


πŸ“ž: "Hahaha iya-iya pasti El main kesana kok"


"Mana si ipin? biasanya gangguin kamu kalo kita telfonan," tanya Leta yang sudah menghentikan aktifitasnya dan menarik kursi untuk duduk.


πŸ“ž: "Dia lagi main ps sama Papa,"


"Owhh emm yaudah aku request lagu My Boo aja."


πŸ“ž: "Siapp.." El pun mulai memetik senarnya dan melantunkan bait demi bait.

__ADS_1


"Aku rekam layar yah biar bisa di post hehe," ungkap Leta dan di angguki oleh Elvano.


πŸ“ž: "You ware my bby... It started when we were younger and you were mine (my boo)"


El hanya bernyanyi sedikit saja sudah membuat Leta uringan.


"Hahaha bagus.." tawa Leta yang menahan malunya.


"Hayoo udah dulu pacarannya kita makan siang dulu," ucap Sonya yang mulai menyusun makanan.


"El udah dulu yah? gw makan dulu," kata Leta dan di angguki oleh Elvano.


πŸ‘ΎProv Aron dan GavinπŸ‘Ύ


"Nihh minumannya eh ini ada cemilan juga," tutur Aron sambil menaruh minuman dan juga snack di atas meja.


"Iya.. gw perhatiin kayaknya Leta seneng banget telfonan sama El," ungkap Gavin yang mulai meneguk minumnya.


"Ya iyalah orang baru juga jadian lo gimana sih," dengus Aron yang nampak bodo amat.


"Udah sih Vin ngapain juga lo suka sama pacar orang."


"Yahh selagi masih pacaran kan masih bisa gw rebut, beda cerita kalo udah jadi istri orang," tutur Gavin dengan senyum smirk andalannya.


"Ehh Abang... Gavin ayo makan siang dulu," kata Sonya yang melewati mereka dan masuk keruangan Kerja suaminya.


"Iya Ma, Vin yok ikut makan," ajak Aron pada Gavin.


"Emm nggak ah gw pulang aja nggak enak juga sama nyokap bokap lo," kata Gavin yang langsung mengambil kunci mobilnya.


"Yahh biasa aja kali kitakan udah temenan dari dulu."


"Tan.. Gavin pamit pulang dulu yah," ungkap Gavin sambil menyium punggung tangan Sonya.


"Ehh enggak-enggak kamu harus makan siang dulu di sini pokoknya kalo kamu pulang Tante ngambek," ucap Sonya dengan nada bercanda mengancam Gavin.


"Ihhh ngapain sih Mama malah nyuruh dia makan lagi," celoteh Leta dalam hati dengan kesal.


Gavin seketika melihat Leta yang baru saja datang dia langsung melebarkan senyumnya dan di balas oleh Leta.


"Emang gak papa Tan? nanti Leta jadi risih kalo ada Gavin," ujar Gavin sambil melihat ke arah Leta dan semua nya terfokus kepada Leta.

__ADS_1


"E-eh gak papa kok Kak.. Leta seneng malah kalo Kak Gavin ikut gabung makan siang disini," tutur Leta sambil senyum terpaksa.


"Tuh kan Leta aja malah seneng udahlah yok makan," sambung Sonya dengan cepat dan menuntun Gavin untuk duduk di meja makan.


"Nih mari makan." Mereka pun duduk di meja makan dan menyantap makanan yang di buat oleh Sonya.


"Gimana-gimana enak gak masakan Tante?" tanya Sonya sambil menaikkan kedua alisnya.


"Emm enak banget loh Mah," jawab Aron dengan cepat.


Apapun masakan yang dibuat Sonya sangat lah enak karena Sonya begitu pandai memasak.


"Wah bagus deh kalo kalian suka Tante ikut seneng."


Gavin tak henti-henti nya berkedip untuk menatap Leta yang menurutnya sangat cantik itu.


"Let ya ampun pantesan aja gw tergila-gila sama lo, lo nya aja cantik gini banyak nih saingan gw mau dapetin lo apa lagi sekarang lo udah pacaran sama si El," ucap Gavin dalam hati dengan menatap Leta.


Leta yang merasa di tatap dan diperhatikan itu pun menjadi sangat risih kenapa Gavin menatapnya seperti itu membuatnya tidak nyaman.


"Ihh kenapa lagi sih ni orang malah natap gw kaya gitu," ucap Leta yang kesal di tatap terus menerus oleh Gavin.


Aron yang melihat Gavin lagi dan lagi menatap Leta dengan sangat dalam itu mulai menyadarkan Gavin.


"Ekhem tatap terus," ucap Aron yang sengaja suaranya di besarkan agar semua orang melihat ke arah Gavin.


Sonya dan Leta pun terfokus ke Aron dan lalu menatap Gavin. Gavin yang tersadar itu pun langsung menggelengkan kepalanya dan salah tingkah saat Sonya dan Leta serentak melihat ke arahnya.


Sonya menatap kearah Aron sambil menaikkan kedua alisnya mengode 'Siapa' yang Aron maksud.


Aron hanya menaikkan kedua bahunya pura-pura tidak tahu. Sedangkan Leta hanya bersikap bodo amat dan kembali untuk menyantap makanannya.


"Yaudah deh lanjut makan nya," ajak Sonya kepada semuanya.


"Lo kenapa diem aja Dek?" tanya Aron secara tiba-tiba yang melihat Leta tumben tidak banyak bicara.


"Heh Abang! udah disuruh diem juga makan dulu tuh makanan nya." Yang menjawab pertanyaan Aron bukan lah Leta melainkan Sonya.


"Iya-iya Mama bawel banget sih." Aron kembali menyantap makanan nya dan semua nya melanjutkan makan siangnya kali ini dengan tenang tanpa suara.


Sesudah makan, Leta membantu Sonya untuk membereskan piring bekas makanan yang kotor itu ke dapur. Gavin tak henti-hentinya untuk menatap Leta terus.

__ADS_1


"Hei bro lo segitunya suka sama Adek gw?" tanya Aron yang menyadarkan Gavin kembali.


Gavin hanya menarik nafasnya pelan dan mengangkat kedua bahunya.


__ADS_2