IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Senyum sementara


__ADS_3

Mereka masih di taman belakang sekolah untuk menemani Leta dan menenangkan nya, Cia mengabari Kevin tentang Leta yang menangis lantas Kevin dan termasuk juga El segera menuju taman belakang sekolah untuk melihat kondisi Leta.


🐣Elvano & Teman-teman🐣


"Eh lo semua jangan sampai telat dateng ke pestanya Leta," ingat El dengan antusias.


"Iya-iya tenang aja kalo itu mah," balas Kevin yang sibuk dengan handphone nya.


"Gilaa.. Leta lagi nangis bro di taman belakang," kata Kevin yang membuat mereka terkejut.


"Serius lo?" tanya El yang langsung menurunkan kaki nya.


"Nih baca sendiri kalo nggak percaya," ungkap Kevin yang menyodor handphone nya.


...📞 WhatsApp 📞...


...Mine💙...


Mine💙:


Vin... kalian buruan ke taman belakang deh, soalnya ini Leta dari tadi nangis mulu.


"Tuhh bener kan?" tanya Kevin yang meyakinkan.


"Parahh El kayaknya si Leta bener-bener masuk perangkap prank lu deh haha," tawa Gibran yang menepuk bahu Elvano dengan gelak tawanya. El langsung beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju taman belakang sekolah.


"Woii El lo mau kemana!" teriak Gibran yang malah mendapatkan timpukan dari Ramon.


Kletak..


"Arggh... sakit bego'," rintih Gibran mengusap kepalanya.


"Hehh El itu mau nyamperin Leta lah gimana sih loh," dengus Ramon yang menjitak kepala Gibran.


"Yaudah buruan kita susul El," ajak Kevin yang kemudian berdiri dan di iringi oleh Aron dan juga Gibran.


...🥑TAMAN BELAKANG SEKOLAH🥑...


"Woi El tungguin kita napa!" teriak Gibran  yang berjalan di belakang Elvano. El menghentikan langkahnya ketika dirinya melihat Leta yang masih sesegukan.

__ADS_1


"Lah napa berenti?" tanya Kevin yang mengerutkan dahinya. Mereka mengikuti arah pandang Elvano yang sedang menatap Leta dari kejauhan.


"Gw nggak tega lihat Leta kayak gitu," tutur El menghembuskan nafasnya dengan pelan.


"Sabar aja El kan tinggal dikit lagi," ucap Ramon yang menepuk bahu Elvano.


"Mending lo samperin Leta deh kasian juga gw liat nya sampe sesegukan gitu," sambung Gibran yang juga merasa bersalah, El berjalan kearah Leta dan juga teman-temannya.


Ketika El sudah berdiri di sebelah kursi yang Leta duduki, Cia, Dira dan juga Lisya mendadak menjadi diam Leta yang tersadar pun menoleh kearah samping dirinya sedikit terkejut karena melihat El yang tiba-tiba sudah berdiri di samping nya.


Cia, Dira dan juga Lisya yang mengerti maksud dari El pun menjauh dan memilih berdiri di samping Gibran, Kevin dan juga Ramon. Lagi pula Leta butuh ruang untuk bisa berbicara pada El.


🍄Elvano & Leta🍄


El duduk di sebelah Leta, dirinya dapat melihat dengan jelas mata Leta yang mulai sembab.


"Kenapa nangis?" tanya El yang masih menatap Leta, sedangkan Leta hanya menunduk dan enggan menatap ke arah Elvano.


"Jawab Leta.."


"Nggak papa," jawab Leta dengan cepat.


"Kok kamu gitu sih," lirih Leta yang benar-benar kecewa dengan penuturan Elvano.


"Katanya tadi nggak papa, makanya jawab lo kenapa?" tanya El yang memang sengaja membuat Leta agar meluap kan kekesalannya.


"Walaupun gw bilang lo pasti nggak akan perduli sama gw," tutur Leta yang menatap kearah depan dengan air mata yang mulai menetes.


"Kenapa lo bilang kayak gitu?" tanya El yang membuat Leta dengan spontan menatap nya dengan tajam.


"Karena lo udah nggak sayang lagi sama gw!" ungkap Leta yang mendorong bahu El dengan suara yang meninggi, setelah itu dirinya langsung berlari menjauhi Elvano yang masih terdiam.


"Aku Sayang sama kamu Let.. aku lakuin ini juga untuk kamu," ucap El dalam hati. Entah kenapa El merasa yang dilakukan oleh dia itu salah, rasanya El ingin menyudahkan drama nya ini.


Cia, Kevin dan yang lain melihat Leta langsung pergi begitu saja langsung menghampiri El untuk menanyakan ada apa.


🌾Elvano dan teman-teman🌾


"Lah El, Leta kenapa?" tanya Cia yang heran, baru saja mereka mengobrol berdua eh Leta nya sudah pergi begitu saja.

__ADS_1


El membuang nafasnya pelan dan kembali duduk di bangku taman untuk menenangkan hatinya yang sedang kacau itu.


"Biasa dia marah," kata El dengan nada yang terpaksa.


"Loh bukannya kalian tadi udah ngomong berdua ya?" tanya Dira yang ikut membuka suara.


"Iya kan walau begitu gw harus tetep bersikap cuek sama dia, sumpah deh gw gak tahan kalo gini terus apa gw udahan aja ya," jawab El yang saat ini sedang bimbang.


"Jangan dong El bentar lagi kok ini lo sabar aja pasti nangis nya Leta bakal jadi kebahagiaan nanti," ucap Dira kepada El.


"Nah betul tu tumben lo pinter," sahut Lisya kearah Dira.


"Iya El lagian lo udah ngatur strategi kan masa lo mau batalin semua," sambung Gibran yang ikut mendukung El.


...🦋DI KELAS🦋...


Leta berlari kecil menuju ke kelas untuk menghindari El. Dia sangat-sangat kecewa atas perlakuan El kepada nya, sesampainya di kelas Leta menenggelamkan mukanya dengan kedua tangan.


Tet.. tet.. tet.. jam istirahat telah usai waktunya jam pelajaran dimulai


Cia yang masih berada di taman segera menuju ke kelas karena waktu istirahat telah usai. Saat mereka masuk ke kelas, mata mereka tertuju langsung ke Leta yang sedang membaringkan kepalanya dengan kedua tangan Leta.


Sebenarnya Cia, Lisya dan Dira tidak tega melihat Leta seperti ini tetapi apa boleh buat sekarang. Setidaknya mereka ada yang menghibur Leta agar tidak bersedih terus.


"Let.. lo kenapa sih sedih mulu perasaan hari ini," ujar Dira sambil mengelus puncak kepala Leta.


"Iya tau lo kenapa sih sedih-sedih udah lah jangan mikir yang enggak-enggak sama El, El pasti masih sayang sama lo," sambung Cia untuk menenangkan Leta.


"Iya Let udah jangan sedih terus lo ah gak asik masa cuma gara-gara El lo ngelupain kita," kata Lisya yang ikut membuka suara. Perlahan kepala Leta mulai berdiri lagi, Leta pun tersenyum ke arah Cia, Dira dan juga Lisya.


"Makasih ya kalian udah semangati gw lagi," ujar Leta dengan senyum yang mengembang.


"Nah gitu jangan sedih-sedih lagi dari pada mikirin El yang gak jelas itu mending nanti pulang sekolah kita ke Cafe mau gak jarang-jarang juga kita ngecafe ya gak," ajak Cia kepada Leta, Lisya dan juga Dira.


"Nah iya boleh juga tuh lo gimana Let?" tanya Dira yang setuju dengan ajakan Cia.


"Emm gw sih setuju aja, nanti gw deh yang bayar," jawab Leta dengan semangat.


"Wahh asik nih dibayarin," sambung Lisya dan semua tersenyum bahagia karena setidaknya Leta sudah melupakan sedikit masalahnya dan kembali tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2