IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Kembali lagi?


__ADS_3

Leta dan El sangat serius menonton film tersebut dengan perasaan yang menegangkan sekaligus was-was karena hantunya bisa muncul kapan saja di layar. Leta memejamkan matanya saat mahluk yang mempunyai jari-jari kunci itu muncul begitu saja dengan tangan yang mamegang baju El.


"Kenapa takut ya?" ledek El yang menoleh kearah Leta.


"Enggak cuman kaget aja," balas Leta dengan santai namun malah membuat El menahan tawanya.


Leta tetap fokus pada filmnya dengan mulut yang terus mengunyah popcorn dan sesekali menyuapi El.


"Aduhh kecolok kan," kata El secara tiba-tiba saat melihat adegan yang mengerikan, saat orang di sekeliling mereka yang berjerit ketakutan lain halnya dengan mereka yang tetap bersikap seolah biasa saja.


"Eh jangan kesituu... pergi-pergi cepet," celoteh Leta yang geram di tambah baju El lah yang menjadi sasaran.


"Woi-woi Let ntar sobek baju gw lo tarik mulu," tegur El yang sedari tadi hanya diam.


"Shutt diem-diem lagi seru nih," kata Leta yang tetap memilin baju El. El hanya bisa membuang nafasnya lalu kembali fokus ke depan.


...¢Film telah usai¢...


"Sumpah El gw nggak nyangka kalo Ayahnya yang suka nyekap orang gitu," kata Leta yang berjalan keluar bioskop.


"Gw sebenernya udah nonton sih film ini."


"Emang berani? siapa yang ngajakin nonton?" tanya Leta yang cukup heran saat mendengar bahwa El juga menyukai film horor.


"Gibran sih yang ngajakin nonton waktu tidur dirumah Ramon, kalo Gibran mah semua film horor juga di tonton semua," jelas El yang menaruh satu tangannya di saku celana dan tangan satunya setia menggenggam tangan Leta.


"Hobi Gibran sama kayak Lisya dong berarti," tutur Leta yang menoleh kearah samping karena ada yang memanggil.


El menoleh kesebelah Leta yang ia liat ada sekumpulan pemuda yang sedang menggoda kekasihnya.


"Wusy cantik bener dah"


"Ada pacarnya tuh"


"Bagi wanya dong"


"Itu kayak anak genk Nusa Bangsa"


"Udah kita jangan cari masalah sama mereka"


El melirik kearah mereka dengan sekilas lalu ia memegang pinggang Leta dari samping dan terus berjalan kedepan.


"Let mau permen kapas?" tanya El yang menawari.


"Boleh.."


"Kamu duduk disini dulu, aku mau beli permennya," tutur El pada Leta. Leta pun menurut dia duduk di kursi yang telah tersedia.


Leta menunggu sambil memainkan handphonenya ternyata banyak sekali yang berkomentar di insta story miliknya termasuk grup wa yang berisikan temen-temennya.


"Nih.. maaf lama," kata El yang ikut duduk di sebelah Leta dengan permen kapas besar yang ia bawa.

__ADS_1


"Hihi makasih," tutur Leta dengan senyum jahil yang menatap kearah Elvano.


"Si Brayn masih suka gangguin lo?" tanya Elvano yang mengelus rambut Leta.


"Emm belakangan ini nggak sih," ucap Leta sambil mengemut permen kapas berwana pink.


"Bagus deh, tapi tenang aja koneksi gw ada dimana-mana kok jadi lo pasti aman," ujar El yang menaruh wajahnya di meja serta pandangan yang terus menatap Leta.


"Iya-iya.... btw anak yang nongkrong di sana itu juga anak genk motor?" tanya Leta yang sedikit penasaran.


"Kayak nya, udah hampir larut malem nih yok kita pulang," tutur El yang melihat jam di layar gadgetnya.


"Yaudah yok."


"Tapi kita beli martabak dulu deh buat Mama sama Bunda dirumah," ungkap El yang menunjuk kesebrang jalan.


"Aku ikut," ujar Leta yang langsung berdiri dan mengikuti langkah El.


Setelah mereka menonton bioskop dan juga membeli martabak mereka akhirnya pulang kerumah.


🌸RUMAH LETA🌸


"Dah sampaii.." ujar El dan El segera membukakan pintu mobil untuk Leta keluar.


"Kamu mau mampir dulu?" tanya Leta kepada El yang sedang melihat ke arah jam tangannya.


"Kaya nya enggak deh Let ini udah malam pasti Bunda udah nungguin salamin aja sama Mama ya," jawab El sambil tersenyum kearah leta.


"Emm enggak Ma makasih ya, Elvano langsung pulang aja takutnya Bunda udah nungguin dirumah," ucap El dengan sangat sopan dihadapan Sonya dan Leta.


"Oh ya sudah hati-hati dijalan ya jangan ngebut." Elvano hanya tersenyum, dia segera masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya.


🐞RUMAH ElVANO🐞


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam gimana dinner malam hari ini hehe," ucap Rena yang menggoda Putranya itu.


Elvano hanya tersenyum saat Rena mengucapkan kalimat itu kepada El.


"Udah ah Bunda jahilin El mulu, El mau ke kamar dulu ya Bunda cantik.." Elvano melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.


"Kira-kira Leta lagi ngapain ya," ucap Elvano sesudah mengganti pakaian nya.


"Gw chat aja lah." Elvano lalu membuka handphone nya dan menuliskan pesan di nama yang tertera 'Pacar' itu.


Kebetulan sekali Leta lagi online di wa ini saat yang tepat El mengirim pesan ke Leta.


...📞 WhatsApp 📞...


...Pacar❤️...

__ADS_1


^^^Elvano:^^^


^^^Hallo pacar El..^^^


^^^Udah ganti baju belom?^^^


^^^Lagi ngapain nih pacar El^^^


Leta:


Apasih El


Ini aku lagi ngescroll hp biasa banyak yang komen sama insta story kita


^^^Elvano:^^^


^^^Oh ya? bagus dong kalo gitu biar semua tau kalo kamu itu milik aku^^^


Leta:


Gombal.. dah aku mau tidur dulu ya besok kan sekolah nanti aku kesiangan lagi.


^^^Elvano:^^^


^^^Yaudah bye pacar..^^^


^^^Selamat tidur♥️^^^


Elvano pun menutup handphone nya dan dirinya langsung membereskan buku untuk dia bawa ke sekolah besok.


🔥BRAYN POV🔥


Sekian lama Brayn tidak muncul dalam cerita ini, dia pergi karena untuk memantau El dan Leta sekaligus memikirkan cara untuk menghancurkan Genk tengkorak secara perlahan.


"Ternyata kalian sudah menjalin hubungan.." ucap Brayn dengan tertawa yang menyeramkan.


"Hah.. Elvano Dzaki Mahendra lo dan teman-teman lo akan gw hancurkan secara perlahan!" ucap nya lagi sambil menatap sebuah handphone.


Brayn pun segera membuka SMS untuk mengirimkan Elvano pesan disana.


...Elvano...


^^^Brayn:^^^


^^^Lo bisa seneng-seneng sekarang, sebentar lagi gw akan rebut Leta dari lo hahaha^^^


Brayn tertawa sangat puas tetapi dirinya belum sepenuhnya senang karena saat yang dia nanti belum tercapai.


Entah mengapa Genk Brayn dan Genk Elvano sekarang menjadi musuh bebuyutan. Awalnya mereka adalah salah satu Genk yang terbilang cukup dekat satu sama lain. Saat ada masalah mereka selalu menyelesaikan nya berbarengan.


Dan tak lupa Bryan mengirimkan sebuah pesan untuk menanyakan kabar Leta, jujur Brayn sangat merindukan Leta. Walaupun Leta hanya bersikap cuek kepadanya, tetapi Brayn tidak boleh kalah dia harus menjadikan Leta bahan permainan dia nanti.

__ADS_1


"Maafin gw Leta, gw harus bermain-main dulu sama pacar lo itu," ujar Brayn sambil tersenyum sinis.


__ADS_2