
...🐣Keluarga Leta🐣...
"Ma.. kita mau acara keluarga yah?" tanya Leta yang duduk di ruang keluarga.
"Iya Papa sengaja ngajak kita makan di luar malam ini," jelas Sonya yang memberitahu.
"Maa! sepatu Papa dimana?"
"Bentar yah sayang Mama mau nyariin sepatu Papa dulu," ujar Sonya yang berjalan kearah kamar.
"Kemarin ada di rak yang pojok Pa!" teriak Sonya yang beranjak dari duduk.
"Dek gimana penampilan gw?" tanya Aron yang mengancing jas nya.
"Bagus sihh tapi.. dasi lo berantakan sini gw rapiin," kata Leta yang kemudian berdiri di depan Aron untuk membenarkan dasi Abangnya itu.
...🌞Keluarga Elvano🌞...
Sekarang El beserta keluarga sudah siap dengan pakaian yang sangat berwibawa. Mahendra memasuki mobil begitupun yang lainnya.
"Bismillah.." gumam El yang sudah duduk di depan bersama Mahendra.
"Haha kamu udah kayak mau lamaran aja Bang," tawa Mahendra ketika El menjalankan mobil.
"Iya ya Pa, belum lamaran aja tegangnya udah kayak gini.. gimana lamaran nanti," sambung Rena yang duduk di belakang bersama Alvin.
"Doain aja Bun, kalo emang El sama Leta jodoh yah alhamdulillah," kata El yang tersenyum.
"Iya Bunda doain," sambung Rena yang merestui.
"Pa.. menurut Papa, Leta bakal seneng nggak yah sama kejutan yang Abang buat?" tanya El yang meminta pendapat.
"Yakin ajalah Bang pasti Leta suka," ujar Mahendra yang menepuk bahu Elvano.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya mereka sudah sampai di lokasi.
"Alhamdulillah sampai juga kita," gumam Mahendra yang kemudian membuka pintu dan di susul El, Rena dan juga Alvin.
"Wahh udah lama banget ya Pa kita nggak main ketempat Kakak Cinta?" ujar Alvin yang berjalan memegangi tangan Mahendra.
__ADS_1
"Iya dan sekarang Cafenya tambah bagus yah," kata Mahendra yang kemudian membuka pintu Cafe.
...🍦DI DALAM CAFE🍦...
"Assalamualaikum.." gumam Mahendra yang masuk kedalam Cafe, ternyata mereka sudah di sambut oleh Cinta, dan juga teman-teman El.
"Waalaikumsalam," jawab mereka dengan kompak. Mahendra dan Rena memilih untuk duduk bersama Mamanya Cinta, sedangkan El memilih untuk duduk bersama teman-temannya.
"Wehh keren banget pacar Leta," goda Cia ketika El duduk di sebelah Ramon.
"Gw deg-degan gila demi apa," celoteh El yang memegangi dadanya.
"Santay aja kali Bro," ujar Gibran yang menepuk bahu El.
"Owh iya kan acara pesta Leta di ruangan ini, nah nanti Leta masuk dari pintu sana jadi ruangan ini nggak keliatan sama mereka," jelas Cinta yang menunjuk kearah ruangan bagian depan.
"Owh jadi Leta sama keluarganya makan di depan sana?" tanya Lisya yang menunjuk ke arah tempat duduk Cafe.
"Iya disana.. tenang aja Leta nggak bakal curiga kok soalnya kalo dari ruangan depan itu udah gw tutup jadi nggak bisa liat ke dalem," jelas Cinta yang memberitahu.
"Owhh gitu.. lo emang sepupu yang ada gunanya Ta," ungkap El yang menepuk bahu Cinta.
"Busett besar banget buket nya," celoteh Gibran yang melihat kearah pojok di atas meja terdapat buket uang yang sangat besar.
"Hehe gw sengaja ganti bunganya jadi uang, kan biar beda dari yang lain," gumam El yang tersenyum puas.
"Eh eh woi Leta udah dateng noh buruan siap-siap," teriak Dira yang antusias saat melihat Leta sudah datang dan langsung duduk di meja.
🌿LETA POV🌿
Leta, Aron, Papanya dan juga Mama nya Leta langsung berangkat ke tempat tujuan yang sudah El beritahukan. Sesampainya di sana, Leta turun dengan sangat anggun dengan mamakai dress putih yang amat sangat cantik.
Dia berjalan perlahan dengan menggandeng tangan Sonya agar tidak terjatuh karena Leta memakai sepatu hak yang lumayan tinggi.
Disana sudah disiapkan tempat khusus untuk keluarga Leta, Leta pun duduk di meja yang telah disiapkan itu.
Tiba-tiba saja lampu mati seketika dan betapa terkejutnya Leta saat dia memanggil nama Sonya, Aron dan Papanya itu tidak ada satu pun yang menjawab. Lalu Leta melihat ke satu ruangan yang lampunya menyala, dia heran kenapa lampu yang dia tempati mati sedangkan lampu di satu ruangan hidup.
Dari pada Leta penasaran, Leta pun berjalan perlahan menuju ke ruangan tersebut. Saat dirinya ingin membuka pintu tiba-tiba...
__ADS_1
"Supraiss!!!!" Balon pun bertebaran di depan muka Leta dan betapa terkejutnya saat dia melihat El sudah ada di depannya.
"Happy birthday to you!! happyy birthday to you!! happy birthday happy birthday happy birthday to Letaa!!" teriak semua orang yang berada di dalam ruangan itu.
El yang memegang buket yang lumayan cukup besar langsung memberikannya ke Leta, entah kenapa Leta sangat terharu saat melihat semua orang merencanakan semua ini untuk Leta.
"Hai Let happy birthday.. ini kado dari aku.." ucap El sambil tersenyum kearah Leta dan langsung memberikan sebuah buket bunga untuknya.
Kurang lebih seperti ini ya gusy gambar buketnya:3
.
.
"Cie-cie yang seneng ekhem.. tadi nangis sekarang seneng hehe," ujar Cia yang sengaja menggoda Leta yang nampaknya menjadi salah tingkah.
"Oh iya aku punya kejutan buat kamu lagi, tapi.. ada syarat nya," kata El yang masih setia tersenyum kearah Leta.
"Emm emang apa syarat nya?" tanya Leta seperti sedang menahan malunya dihadapan El.
"Syarat nya kamu harus tutup mata terlebih dahulu." Lalu El mengambil sebuah penutup mata berwarna merah ditangan Kevin lalu memasangkannya di mata Leta. Setelah itu, El menuntun Leta untuk berjalan perlahan dengannya.
"El aku mau dibawa kemana?" tanya Leta yang tidak bisa melihat sama sekali.
"Udah nurut aja.." jawab El sambil cengegesan.
"Ih kamu ngerjain aku ya! awas aja!" ujar Leta dengan memajukan bibirnya kesal.
"Dah sampai kita hitung yaa satu.. dua.. tiga.." El langsung melepaskan tutupan mata Leta, dan betapa terkejutnya saat Leta lihat ada kue yang berukuran sangat besar di depan matanya.
Tak disangka air mata Leta pun turun perlahan, dia tidak menyangka El bisa menyiapkan semua ini untuknya. Leta sudah salah paham, selama ini dia kira El tidak peduli atau tidak tau jika hari ini adalah hari istimewa Leta namun Leta salah besar.
Leta tersenyum dan refleks memeluk El langsung dan menangis terharu di bahu El.
"Ehh udah dong kenapa nangis.. nanti bedaknya luntur haha," kata El yang sengaja menjahili Leta.
"Ihh El!!"
__ADS_1
Mama dan Papanya Leta mendekat ke arah Leta dan El, Leta yang melihat ada Sonya pun langsung memeluk Sonya dengan erat.