
"Ekhem." Ternyata mereka sedari tadi sedang dilihat oleh Kevin dan teman-temannya.
El dan Leta saling menatap dan saling malu satu sama lain.
Tett..tet..tet...
Bel pertanda masuk kekelas pun berbunyi, semua murid masuk kekelas nya, masing-masing begitu juga El dan teman-temannya pamit untuk pulang kekelas mereka
"Let gw balik ke kelas ya," ucap El kepada Leta.
"Iya El sekali lagi makasih," ujar Leta tersenyum.
"Jangan senyum dong Let," ujar El sambil memajukan bibirnya kedepan.
"Loh kenapa?" tanya Leta heran.
"Nanti gw bisa-bisa gila karena senyuman lo hahaha," jawab El sambil tertawa dan langsung mendapat cubitan dari Leta.
(Sa ae El pepet terossss:v)
"Ya udah gw pamit dulu ya dah calon pacar"
"Gaes cabut." mereka pun pergi meninggalkan kelas Leta.
"Let lo beneran sehat kan?" tanya Cia lagi untuk memastikan.
"Ya iya lah Cia udah gw enggak papa, masih pusing sedikit entar juga hilang," jawab Leta yang tak mau membuat khawatir teman-temannya.
"Lagian kenapa lo bisa pingsan?" tanya Dira.
"Gw tadi kesiangan lupa makan terus maag gw kambuh," jawab Leta.
"Kenapa kesiangan?" sekarang giliran Lisya yang bertanya.
"Enggak tau mungkin gw kecapekan karena kemarin, gw kalo capek suka gitu bangun siang terus makannya nyokap gw enggak izinin gw kecapekan kalo hari sekolah," jawab Leta menjelaskan.
Mereka mengganguk paham, "Maafin kita ya karena kita ngajak lo kemarin jadinya lo kecapekan kaya gini."
"Enggak lah kan gw juga yang ngajak lo pada ke mall dah lah lupain," ujar Leta.
"Oh iya Let gimana perkembangan sama El?" tanya Cia sambil menaikan kedua alisnya keatas.
"Maksud lo? perkembangan apa ni?" tanya Leta balik.
"Iya perkembangan hubungan kalian, itu si El udah nembak lo belom, hahaha." Cia, Dira, dan Lisya tertawa terbahak-bahak menertawakan Leta.
"Dih belom lah orang dia cuma becanda kan gombalin gw," jawab Leta membuang muka.
"Wih belom dong berarti lo naruh harapan kalo kata lo belom hehehe." Leta tak mengerti jalan pikiran temannya ini dia hanya diam melihat teman-temannya meledek dirinya.
šElvano and The Genkš
"Woi El gimana sukses?" tanya Gibran.
"Sukses dong bro," jawab El tersenyum meremehkan.
"Lo di UKS ngapain aja sama Leta?" tanya Kevin kepo.
"Tau ni cerita dong," ujar Ramon.
__ADS_1
"Ya gw kasih dia makanan dong terus ngelapin bibir dia yang belepotan ehh gak taunya gw hampir kebablasan," ucap El menjelaskan.
"Wah gila lo pinter juga lo caper," ujar Gibran menepuk bahu El.
"Iya dong Elvano gitu lo," jawab El sambil memukul dadanya sombong.
"Tapi apa mau Leta sama lo yang playboy gini?" tanya Ramon.
"Gw berenti jadi playboy kalo udah dapetin Leta," tegas El.
"Serius lo bakal tahan ngeliat cewek-cewek cantik diluar sana," ujar Gibran kepada El.
"Tahan sih Leta kan orang yang paling sempurna dimata gw," jawab El tersenyum.
Semua temannya bertepuk tangan karena omongan El. Tapi apakah mungkin El akan pensiun dari sifat playboy nya? sedangkan saat bersama Leta saja dia masih menggoda wanita lain? tapi setiap orang juga berbeda siapa tau Leta membawakan perubahan El untuk menjadi yang lebih baik.
"Gw doain semoga lo sukses dapetin Leta," ucap Ramon menepuk bahu Elvano.
"Pasti dong, tunggu ajalah info dari gw," balas El sambil membenarkan kerah bajunya.
Akhirnya mereka mengikuti jam pelajaran dimana semua murid berkutik dengan buku dan juga pulpen, segaris demi garis mereka kerjakan. Apalagi sekarang di kelas XI.IPS 3 sedang mengikuti mapel Matematika.
"Aghh kenapa ni angka bikin gw mumet," ucap Gibran sambil memegangi kepalanya.
"Santai aja Bran, kan ada Abang Ramon hehe diakan jagonya," jawab Kevin sambil menepuk bahu Gibran.
"Eh pulang sekolah kita ke markas yok, dah lama banget kita nggak kumpul sama anak-anak," ucap Elvano sambil Memutar badannya menghadap kemeja Gibran dan juga Kevin.
"Ide bagus, gw juga mau bagi tips sama rakyat gw," ujar Gibran dengan bersemangat.
"Terserah lo deh," ucap Elvano sambil menghadap kedepan.
Barulah El hendak mengerjakan soal, tiba-tiba terlintas nama Leta didalam benaknya mengingat bahwa tadi pagi Leta sedang tak baik-baik saja. Dia pun mulai membuka handphone nya dan mengabari Leta.
...Calon pacarā¤ļø...
^^^Elvano:^^^
^^^Calon pacar nanti pulangnya sama siapa?^^^
Sambil mengunggu balasan dari Leta, Elvano melanjutkan tugasnya. Beberapa menit kemudian terdengarlah suara notifikasi dari handphone miliknya.
Calon pacarā¤ļø:
Sama Bang Aron
^^^Elvano:^^^
^^^Yahh nggak jadi nganterin pulang dong:(^^^
Calon pacarā¤ļø:
Upss anda belum beruntungš
^^^Elvano:^^^
^^^Sakitnya tu disini:(^^^
Calon pacarā¤ļø:
__ADS_1
Udah sana lanjutin belajarnya
^^^Elvano:^^^
^^^Siap babe:3^^^
"Eh El kita langsung ke markas ni?" tanya Gibran pada Elvano.
"lya lah emang mau kemana lagi," jawab El sambil menaiki motor ninja miliknya.
"Kirain lo mau nganterin Ibu negara dulu," ujar Gibran lalu naik keatas motor milik Elvano.
"Gw nganterin Cia bentar, abis itu gw langsung ke markas," ujar Kevin sambil memasang jaket kulit dengan lambang tengkorak dibagian saku kanan yang memang ciri khas dari komplotan mereka.
"Iya santai aja," ucap Ramon sambil memasang helm full face miliknya.
"Iya udah kita duluan yah Vin," ujar El sambil melajukan motornya dan diiringi oleh Ramon.
āļøProv Kevin & Ciaāļø
"Ayo naik," ucap Kevin berhenti di depan pos satpam.
"Kok lo lama banget," jawab Cia sambil menaiki motor dengan bantuan tangan Kevin sebagai tumpuan.
"Hehe maaf Sayang," ucap Kevin sambil mengacungkan hoodie miliknya kearah Cia.
"Buat apa?" tanya Cia dengan wajah yang sedikit maju.
"Tutupin rok lo, mau gw berantem di jalan gara-gara cowok lain liatin lo gaya gitu," ujar Kevin sambil menunjuk kearah paha Cia.
Pasalnya murid perempuan di SMA Nusa Bangsa memang menggunakan rok batas lutut ditambah lagi Cia yang duduk mengarah kedepan yang membuat rok miliknya sedikit teangkat keatas.
"Hehe Iya-iya jangan ngambek dong," ujar Cia sambil menutupi paha nya menggunakan hoodie Kevin.
"Nah gitu dong kan aman." Kevin lalu melajukan kendaraanya.
"Sayang tadi Leta di kelas baik-baik aja kan?" tanya Kevin sambil fokus kearah depan.
"Iya udah baikan kok, tadi di kelas Leta kita suruh makan lagi," jawab Cia sambil memegang ujung jaket milik Kevin.
"Kamu habis ini mau kemana?" tanya Cia sambil menaruh dagunya di bahu Kevin.
"Mau ke markas, udah lama nggak kesana," ucap Kevin sambil melirik kearah kaca spion.
"Kapan-kapan ajakin kita kesana dong," ujar Cia antusias.
"Iya waktu kita ngerayain hari jadiannya si Elvano sama Leta," ucap Kevin sambil menyengir.
"Ide bagus tu."
"Nahh tuan putri udah sampai," ucap Kevin sambil memberhentikan motornya.
"Mau mampir dulu nggak," ajak Cia sambil memberikan hoodie milik Kevin.
"Ntar malem aja aku kesini. Bye," jawab Kevin sambil mengacak rambut Cia.
"Hati-hati yah awas matanya jangan nakal," ucap Cia memperingati.
"Siap bossque," ucap Kevin dengan gaya hormatnya kemudian Kevin melajukan motor milik nya untuk bergegas ke markas komplotannya.
__ADS_1
-
Pantengin Terus:) Happy Reading!!š¤