
El berjalan mendekati Aron, El juga heran mengapa Aron nampak seperti memikirkan sesuatu.
"Eh Bang jangan melamun entar kesambet loh," tegur El yang baru saja datang.
"Hah? eh lo udah nyampai ternyata."
"Emm Bang itu motor siapa? setau gw motor Abang nggak modelan kayak gitu," tanya El yang penasaran.
"Owh iya gw mau ngasih tau sama lo," tutur Aron yang menepuk bahu El.
"Ngasih tau apa Bang?" tanya El yang ikut penasaran.
"Lo tau siapa pemilik motor itu?" tanya Aron yang menunjuk kearah motor hitam di halaman rumah mereka, El menggelengkan kepalanya menandakan bahwa dirinya tidak tahu.
"Brayn..." mendengar perkataan dari Aron, El seketika mendapat sambaran petir yang sangat besar. Dia menggempalkan kedua tangannya serta rahang yang telah mengeras.
"Udah lo tenang aja," tutur Aron yang menepuk bahu El membuat amarah El seketika menjadi redah.
"Lo kan pacarnya jadi sana.. bikin si Brayn kepanasan," tawa Aron sambil mendorong tubuh El untuk masuk kedalam. El seketika tersenyum penuh makna.
"Haha gw kerjain lo Bray liat aja lo," dengus El dalam hati.
"Udah sana cepet masuk," kata Aron yang kemudian masuk kedalam.
...🐱Dalam Rumah🐱...
"Mama!! ada tamu yang nggak di undang nih," teriak Aron yang berlegang kearah meja makan.
"Abangg apasih teriak-teriak nggak jelas!" sembur Sonya sambil melirik kearah Aron.
"Owhh Elvano... ayo sini ikutan sarapan," ujar Sonya yang tersenyum kearah El. Leta yang mendengar nama El pun seketika menegang dan takut jika El akan marah padanya.
"Assalamualaikum Ma," salam El yang menyiumi punggung tangan Sonya.
"Ini loh Pa pacarnya Leta."
Brayn menatap tajam kearah El. "Ngapain sih ni anak pakek acara kesini segala," dengus Brayn yang membuang wajahnya ketika Sonya menyebutkan kata 'pacar Leta'.
"Hallo Om," sapa El dengan kikuk.
__ADS_1
"Kok panggil Om... sini ikutan sarapan," ajak Papa Leta yang menyambut kedatangan El dengan senang.
El duduk di sebelah Leta dan mengelus puncak kepala kekasihnya itu, Leta hanya tersenyum dan menyodorkan sepotong sandwich. Sonya tersenyum hangat melihat perlakuan El kepada Leta yang sangat romantis.
"Pah.. jadi inget masa muda kita yah," gumam Sonya yang menoleh kearah suaminya.
"Dihh sok manis banget ni anak," dengus Brayn yang mulai memanas.
Elvano yang tersadar bahwa sedari tadi Brayn tengah menahan emosinya.
"Loh ada Brayn juga ternyata," kata El yang sengaja memojokkan Brayn. Leta ingin menjelaskan kepada Elvano namun El mengode Leta untuk tetap tenang.
"El gw biss.." perkataan Leta terhenti karena El langsung melahap sandwich dan tersenyum kearah Leta.
"Owh jadi El juga kenal sama temen Leta yang satu ini," tutur Sonya yang tersenyum kearah mereka.
"Ma.. Pa.. Leta permisi sebentar, mau ngobrol sama El," kata Leta yang langsung menarik tangan El menuju ruang tamu, Brayn mengawasi Leta dan juga El dari kejauhan.
"Emm Pa mereka mulai main rahasia-rahasiaan," gumam Sonya menggoda Leta.
...🐻Ruang Tamu🐻...
"El lo jangan marah gw bisa jelasin semuanya," lirih Leta dengan wajah yang hampir menangis. El menahan tawanya saat melihat geli kearah Leta.
"Kirain aku kamu bakal marah," lirih Leta dengan memanyunkan bibirnya membuat El merasa gemas dengan ulahnya.
"Enggak kok udah yok kita lanjut sarapan ini juga udah siang nanti kita telat," ajak Arok yang langsung menarik tangan Leta untuk kembali ke meja makan.
Mereka melanjutkan makan dengan tenang, sesudah itu El, Leta, Aron dan juga Brayn izin pamit untuk pergi kesekolah.
Saat diperjalanan tak henti-hentinya Brayn kesal terhadap El, karena gara-gara El semua rencana untuk pendekatan ke Leta gagal total.
🍂BRAYN POV🍂
"Arghhh!!!"
"Dasar ya tu anak gagal lin rencana gw terus! liat aja lo El gw akan buat perhitungan sama lo, mungkin sekarang lo bisa senang karena lo udah memojokkan gw tadi didepan keluarga Leta tapi nanti gw akan bales semua perbuatan lo ke gw!" ucap Brayn dengan kesal dirinya pun menyalib motor yang dikendarakan oleh El dan juga Leta.
Sesampainya di sekolah, Brayn masih sangat kesal terhadap El dia pun masuk ke kelas dengan raut muka yang menyeramkan dan tak lupa Brayn mengetikkan sebuah pesan untuk Elvano.
__ADS_1
...Elvano...
^^^Brayn:^^^
^^^Jangan senang dulu bro, urusan kita belum selesai. ^^^
^^^Sebelum Leta jadi milik gw, gw akan terus ngejer untuk dapetin dia meskipun gw ditolak beribu kali oleh Leta gw akan pastikan cepet atau lambat Leta akan jatuh ke pelukan gw^^^
Brayn lalu menutup handphone nya dengan kesal.
Teman-temannya yang melihat Brayn seperti orang yang sedang menahan emosi pun bertanya, "Lo kenapa Bray?"
"Biasa El gagalin rencana gw lagi untuk dapetin Leta," jawab Brayn dengan emosi yang sudah memuncak.
"Serius lo?"
"Iya padahal gw udah seneng banget saat keluarga Leta ngajak gw untuk sarapan bareng eh dateng tu si kutu badak ganggu rencana gw," balas Brayn yang sangat emosi.
"Yaudah tenang aja lo kan pinter kalo cari cara lain deketin cewek, kita akan bantu lo untuk ngerebut Leta dari El." Brayn tersenyum penuh kemenangan saat temannya ingin membantu dirinya untuk mendapatkan Leta.
...🍯DI SEKOLAH🍯...
Elvano dan Leta telah sampai di sekolah mereka pun segera masuk ke dalam kelas. Saat dalam perjalanan Elvano dan juga Leta berpapasan dengan Gavin dan juga Aron.
"Saingan kedua gw nih hm," ucap El dalam hati sambil terus memperhatikan gerak gerik Gavin.
"Hai Let.." sapa Gavin kepada Leta.
"Ekhem yang disapa cewek gw aja nih, gw nya enggak," ucap Elvano sambil membuang mukanya.
Gavin yang mengerti apa maksud El pun segera menyapanya, "Emm hai El."
El pun tersenyum saat Gavin menyapa dirinya, dengan sangat terpaksa El membalas sapaan Gavin. "Hai juga.."
"Kalian baru dateng?" tanya Gavin kearah Leta dan juga Aron.
"Iya lah lo gak lihat kita baru dateng? atau mata lo gangguan?" tanya El seketika kepada Gavin, Gavin menahan emosinya untuk tidak bertengkar dengan El disekolah karena akan merusak reputasi dirinya sebagai ketua OSIS disini.
Gavin menarik nafasnya dengan pelan agar emosinya bisa terkontrol.
__ADS_1
"Udah gak ada yang dibicarakan lagi kan? gw sama Leta duluan ke kelas." Elvano pun mulai merangkul pundak Leta untuk beriringan masuk ke kelas mereka.
"El kamu gak boleh gitu dong sama Kak Gavin aku yang jadi gak enak kan sama dia," ungkap Leta kearah El yang saat itu masih bodo amat atas perlakuannya ke Gavin.