IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Datang lagi


__ADS_3

...🦔LAPANGAN FUTSAL🦔...


"Panjang banget sih ni lagu kapan berentinya coba," dengus Dira yang mulai kelelahan.


"Udah diem jigong lo bau azab tau nggak," dengus Lisya yang jengah dengan celotehan Dira.


"Yee lu ngegas mulu perasaan, pms lu yaa?" ledek Dira yang memang sangat suka untuk menjahili Lisya.


"Yaelahh canda boss," ungkap Dira yang memajukan bibir.


Setelah cukup lama menunggu akhinya senam mereka telah usai, mereka bisa bernafas dengan lega karena praktek senam kali ini berjalan dengan lancar.


"Huhh akhirnyaa sukses juga," celoteh Leta yang melompat dan memegang pundak Lisya.


Dira melihat Gavin dan juga Aron yang berjalan kearah pinggir lapangan, dengan membawa berkas bermap kuning.


"Ehh liat nohh.. Abang lo," kata Dira yang menunjuk kearah lapangan menggunakan dagunya.


Lantas Lisya maupun Leta langsung menoleh kearah seberang di susul dengan Cia yang berjalan menghampiri mereka dengan tatapan bingung.


"Kalian ngeliatin apaan sih? owhh ada tu anak ternyata," ujar Cia yang mengikuti arah pandang mereka.


"Kayak nya untuk acara turnamen deh," gumam Lisya yang menerka-nerka.


"Kayak nya gitu," sambung Cia yang sepemikiran.


"Dihh liat-liat tu anak senyum-senyum sama lo lagi Let," ujar Dira yang mendorong bahu Leta.


"Udah-udah kita duduk aja yok disana, liat tuh yang lain aja pada istirahat mana pada minum lagi," celoteh Cia yang menarik tangan mereka bertiga agar duduk di bawah pohon rindang di dekat lapangan futsal.


Setelah menanda tangangi berkas yang di bawa oleh Gavin, Pak Roy menyuruh mereka untuk beristirahat sejenak.


"Baik anak-anak kalian istirahat sebentar, Bapak ingin memasuki nilai kalian," tutur Pak Roy yang memberitahu.


Mereka semua beristirahat dengan mengambil posisi masing-masing. Ada yang duduk di dekat pohon beringin, dan ada juga yang memilih untuk bermain futsal.


...🐥Pohon beringin🐥...


Leta duduk di sebelah Lisya sedang kan Cia dan juga Dira mengambil air minum untuk mereka semua.


"Dirr ambilin minum gw juga yah," ujar Lisya yang meninggikan suaranya.

__ADS_1


"Iyaa!" balas Dira yang mengangkat jempol.


"Cia tungguin gw!" teriak Dira yang menyusul Cia.


Dira dan juga Cia mengambil minum yang memasang sudah mereka bawa dari kelas. Setelah itu mereka langsung kembali ke pohon beringin untuk duduk dan beristirahat sebentar.


"Nih minum lo," ucap Cia yang menyodorkan sebotol minum kearah Leta, sedangkan Dira memberikan minuman kepada Lisya.


"Hmm adem banget yah disini," celoteh Cia yang memejamkan kedua mata mereka.


"Ehh kapan sih istirahat?" tanya Leta yang meneguk mimumannya.


"Bentar lagi kok," jawab Lisya yang menanggapi.


"Yaudah kita langsung kekantin aja yok," ajak Dira dengan semangat.


"Boleh juga tuh, mana gw udah laper lagi," sambung Cia dengan memegangi perutnya.


"Yaudah yok," ajak Leta yang berdiri dan di susul oleh mereka semua.


Mereka berjalan mendekati Pak Roy dan meminta izin terlebih dahulu sebelum pergi.


"Owhh iya boleh-boleh abis itu kalian langsung ganti baju yah," jelas Pak Roy yang memboleh kan.


"Makasih Pak," balas mereka dengan kompak. Pak Roy hanya menganggukan kepalanya saja setelah itu mereka pergi menuju kantin.


"Eh kayak nya El sama yang lainnya masih di kantin deh," kata Lisya yang menunjuk kearah kantin.


"Iya kayaknya tuh yok kita gabung aja." Mereka segera melangkahkan kakinya dan ternyata dugaan mereka benar bahwa El dan yang lainnya masih berada di kantin.


"Hai gusyy!!" teriak Dira dengan suara melengkingnya yang membuat El dan teman-temannya menutup telinga karena suara Dira tersebut.


"Woi lo bisa gak sih gak teriak-teriak budek nih gw," ujar Ramon yang langsung menanggapi teriakan Dira tersebut.


"Yee sewot lo! bukan urusan lo kali emang ni kantin punya bokap nyokap lo apa?" tanya Dira yang langsung membantah perkataan Ramon.


"Kalo iya kenapa?"


"Mimpi ya lo masa kantin ini punya lo aneh! dah lah gw capek ladenin orang kaya lo." Dira lalu memesan makanan dengan hentakan kaki seperti sedang menahan kesal.


"Kalian ini kenapa sih pakek ribut-ribut segala," kata Cia yang tak habis pikir.

__ADS_1


"Tau tuh.."


"Ehh Dir tungguin gw juga mau mesen," teriak Leta yang langsung menyusul Dira untuk memesan makanan.


"Let gw pesen kaya biasa ya," ucap Cia dan langsung disambung oleh Lisya.


"Iya Let gw juga ya." Leta hanya mengacungkan jempolnya.


Tak lama mereka berada di kantin bel pun berbunyi menandakan sudah waktunya jam istirahat.


Tet..tett..tet..


Semua murid berhamburan keluar kelasnya menuju ke kantin.


🥭VINA POV🥭


Vina yang baru saja keluar dari kelasnya dan dia menuji ke kantin, saat di kantin dia melihat di samping tempat duduk El kosong Vina pun segera duduk disana tanpa dosa.


"Haii El.." sapa Vina secara tiba-tiba yang membuat El, Kevin dan yang lainnya menatap malas.


"Dih apaan sih ni anak kesini segala," ucap El dalam hati dengan malas melihat kedatangan Vina yang tak di undang itu.


"Ngapain sih lo kesini ha? lo gak tau kursi itu tempatnya Leta dasar," kata Cia yang sengaja menyindir Vina agar Vina cepat pergi karena Cia sudah muak dengan Vina yang kelakuan nya semakin menjadi-jadi.


"Ya terus sekarang Leta nya kemana? gak ada kan? kalo gak ada yaudah salah sendiri dong kenapa ni tempat di tinggal," jawab Vina yang semakin membuat Cia memanas.


"Lo kenapa sih selalu gangguin gw?" tanya El cuek kearah Vina.


"Emm enggak kok aku gak gangguin kamu lagian aku cuma mau duduk di samping kamu aja," ujar Vina dengan tersenyum yang membuat El, Kevin, Cia dan teman yang lain menjadi mual melihatnya.


"Udah jangan sok manis," sambung Lisya yang ikutan geram dengan tingkah Vina.


"Tau.. udah mendingan lo minggir deh nanti ada Leta yang duduk disana." Meskipun semua teman El dan juga teman Leta memojokkan Vina tetapi Vina tetep kekeuh untuk duduk di samping El itu.


"Kalian ini kenapa sih ha? El aja gak marah kok kalo gw duduk di sini ya gak El?" tanya Vina percaya diri.


"Kata siapa? emang kalo gw diem artinya gw gak marah gitu kalo lo duduk di samping gw?" Perkataan El membuat Cia, Lisya, Kevin, Gibran dan juga Ramon yang mendengarnya menjadi tertawa.


"Hahaha tu kan apa gw bilang udah lah emang lo siapa sih pede banget," kata Cia sambil menentertawakan Vina.


"Nih gusyy pesenannya... ehh ada perempuan sok cantik kenapa ya disini?" tanya Dira yang baru saja datang membawakan sebuah pesanan yang mereka pesan.

__ADS_1


__ADS_2