
Saat sesi makan El menyenggol bahu Kevin dan matanya berkedip kearah Gibran dan juga Ramon.
Tiba-tiba mereka langsung bangkit dan berjalan mengambil sebuah mic.
Tesss tessss...
...š¤£MULAI BOBROKš¤£...
"Haiii teman-teman semuaaaaaaa selamattttt malam!!" teriak El dengan ekspresi gembira nya.
Hal bobrok apa yang akan dilakukan El dan teman-temannya?
Leta, Cia, Lisya dan juga Lisya sama sekali tidak tau apa yang akan dilakukan El dan yang lainnya.
"Pasti penasaran kan apa yang akan kami lakukan disini," ucap El lagi dengan menggunakan mic.
"Gw sama teman gw mau membawakan sebuah lagu untuk kalian terutama untuk orang yang spesial diujung sana," ujar El dengan menunjuk ke arah Leta.
Sekarang semua terfokus ke arah Leta saat El menunjuk ke arah nya.
"Musikkkkkk!!"
Mendengar aba-aba dari El, Kevin Gibran dan juga Ramon memulai untuk memainkan alat musik mereka.
Kevin memainkan gitar, Ramon memainkan bass kotak dan Gibran memainkan ukulele nya.
El mulai bernyanyi sambil berjalan ke arah Leta.
...Cantik.....
...Ingin rasa hati berbisik.....
...Untuk melepas keresahan dirimu...
...Oo Cantik...
...Bukan ku ingin menganggu mu.....
...Tapi apa arti merindu.....
...Selalu (Ooowoo)...
...Walau mentari terbit di utara...
...Hatiku hanya untukmu.....
...Ada hati yang termanis dan penuh cinta...
__ADS_1
...Tentu saja kan ku balas seisi jiwaa.....
...Tiada lagi tiada lagi yang ganggu kita...
...Ini kesungguhan, sungguh akuu sayang kamuuu.....
Semua berteriak saat El mengasih bunga kepada Leta sambil berjongkok.
Semua terbawa suasana, lagu yang dibawakan oleh El dan teman-teman sangat menusuk kedalam hati mereka sampai Leta tidak menyangka jika El mempunyai suara sebagus ini.
Leta juga terkejut atas perlakuan El yang mengasih bunga kepada dirinya itu. Leta langsung mengambil bunga nya dan tersenyum ke arah El.
"Terimakasih." Satu kata yang di keluarkan dari mulut Leta. Dia sangat senang sekaligus malu dilihat banyak orang seperti ini.
El lalu kembali kepada teman-temannya dan mengembalikan Mic tersebut kepada Kepala Sekolah.
"Wah wah hebat sekali ya El nyalimu Bapak kasih jempol," ucap Pak Hendri selaku Kepala Sekolah.
"Jadi inget masa muda Bapak deh hehe dah lanjut makan-makannya kalo ada yang mau request seperti El tadi boleh silahkan," Semua tertawa mendengarkan Pak Hendri berbicara dan mereka lanjut untuk menyantap dan membakar makanan yang sempat terjeda.
Setelah bernyanyi mereka kembali ketempat Leta, Cia, Lisya dan juga Dira.
"Wah gak nyangka gw adik ipar gw ini punya nyali yang top yaa suka nih Abang kalo kaya gini," ucap Aron yang nampaknya terkejut juga dengan perlakuan El kepada Leta tadi.
Sementara Gavin masih memanas melihat kedua nya tertawa bahagia.
"Apaan sih biasa aja cuman nyanyi mah gw bisa malahan lebih bagus tapi sayang norak banget cara dia udah basi," celoteh Gavin dalam hati yang enggan menatap ke arah El.
"Gimana Let? suka?" tanya El kearah Leta yang langsung direspon anggukan dan senyuman dari Leta.
"Kalian kok gak ngomong kita-kita dulu kalo mau tampil?" tanya Cia kepada El dan yang lain.
"Ini si El ngajak dadakan katanya tadi sih mau suprais." Jawaban Gibran membuat semua mengganguk.
"Enak dong kapan nih taken nya," goda Dira dengan menaikkan satu alisnya ke atas.
"Oh ya Let ikut gw bentar yok," ajak El pada Leta.
"Mau kemana?" tanya Leta yang sedikit gugup di tambah Aron yang menatap kearahnya.
"Udah pergi aja nggak papa," tutur Aron yang tau maksud Leta.
"Bang gw minjem Leta bentar," ungkap El kemudian menggandeng tangan Leta dan berjalan kearah kursi yang telah di sediakan disana.
"Iya.. hati-hati awas jangan lama-lama lu," teriak Aron dari kejauhan dan di acungkan jempol oleh Elvano.
"Vin emang si El mau kemana?" Tanya Cia pada Kevin dan tak lupa Dira dan juga Lisya yang ikut penasaran.
__ADS_1
"El mau nembak Leta," ucap Kevin dengan suara berbisik.
"Kyaa bmm," teriak Dira dengan terkejut tetapi dengan cepat Ramon membekap mulut Dira.
"Seriuss Vin... aaaa baper gw," ungkap Dira dengan mata yang membinar sambil melepas tangan Ramon dari mulutnya.
"Iya gw serius kalian doain semoga El di terima sama Leta," tutur Kevin meyakinkan.
šProv Leta & Elvanoš
"El kita mau kemana sih?" tanya Leta dengan tangan yang masih di genggam oleh El.
"Duduk disana yok," ajak El lalu Leta hanya menganggukan kepalanya menandakan bahwa dirinya setuju.
Setelah mereka duduk tidak ada yang membuka suara mereka hanya bungkam dan juga bingung.
"Hufft.. senam jantung nih tapi gw harus berani," celoteh El dalam hati sambil menghembuskan napas secara perlahan.
"Emm Let," panggil El dengan menatap kearah Leta.
Leta yang sedari tadi melihat pemandangan disekitar akhirnya menatap kearah El.
"Iya..?"
El mulai menggerakkan tangan nya dan menggenggam tangan Leta dengan lembut. Leta sedikit terkejut dengan perlakuan El namun dirinya berusaha keras untuk terlihat biasa saja.
"Gw mau ngungkapin isi hati gw ke lo," ungkap Let dengan serius, Leta masih bungkam dan hanya fokus untuk mendengarkan El.
"Awal gw ngeliat lo.. hati sama pikiran gw nggak tenang Let pasti gw selalu kepikiran sama lo."
"Lama kelamaan ternyata rasa itu terus tumbuh Let, dan sampai sekarang rasa sayang gw ke lo nggak pernah luntur. Gw sayang sama lo, gw cinta sama lo dan sekarang gw buktiin sama lo kalo gw emang nggak main-main dengan apa yang gw bilang," ungkap El dengan begitu tulus.
Leta yang mendengar isi hati El pun seketika jadi terharu, El merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak yang berisikan kalung berbentuk liontin hati serta huruf L yang menandakan nama 'Leta'.
"Let gw serius dengan apa yang gw bilang, lo mau jadi pacar gw dan nerima gw apa adanya?" tanya El dengan tetap menatap Leta serta tangan yang menggenggam erat.
Leta tidak bisa berkata-kata lagi dengan apa yang ia dengar dan lihat sendiri akan sosok Elvano yang sudah membuatnya jungkir balik. Dengan gugup serta mata yang berlinang Leta menganggukan kepalanya.
"Iya El gw mau," ungkap Leta dengan mengulum senyumnya.
Mendengar perkataan yang di lontar kan oleh Leta, El berlompat yang merasa bahwa usaha selama ini tidak sia-sia.
"Yesss.. eh maaf-maaf," ungkap El dengan tangan yang menunjukkan keberhasilan.
"Gw pakein yah," ujar El pada Leta.
"Iya.. " jawab Leta dengan mengganggukan kepalanya lalu Leta mengangkat rambutnya keatas saat El mengaitkan kalung di lehernya.
__ADS_1
"Suka?" tanya El pada Leta saat sudah memasangkan kalung.
"Emm iya hihi," tutur Leta malu-malu kemudian Leta memeluk tubuh El untuk pertama kalinya.