
Mereka langsung turun dari mobil dan menghampiri El dan yang lainnya. Leta langsung menghampiri El sedangkan Cia langsung mendekati Kevin.
"Vin cewek lo kenapa ada disini," ucap salah satu dari mereka. Lantas Kevin langsung melihat kearah Cia dan Kevin juga melihat Leta serta Dira juga Lisya.
"Cia kenapa lo ada disini," ujar Kevin panik dan juga khawatir.
"Hiks Vin udah nggak usah diterusin," ucap Cia dengan badan yang bergetar.
"Hey jangan nangis," ucap Kevin lalu mendekati Cia lalu Cia langsung memeluk tubuh Kevin.
"Udah Vin nggak usah lanjutin gw takut kejadian tahun lalu ke ulang lagi hiks," ucap Cia dengan menahan tangisannya.
.
.
💫 Flashback On💫
"Lo apain cewek gw hah!" bentak Kevin sambil menarik kerah baju Rio.
"Cia itu harusnya sama gw bukan sama lo!" jawab Rio tak kalah tinggi.
Kevin pun berkali-kali melayangkan pukulan kearah Rio, tiba-tiba terdengar suara polisi segera lah Rio mendorong bahu Kevin dan pergi berlari meninggalkan Kevin dan yang lainnya.
"Lari woi ada polisi," ucap salah satu dari mereka.
"Argh! dasar pengecut!," ujar Kevin dengan emosi yang memuncak.
"Vin ada polisi ayok cabut!" ucap El yang baru saja ingin lari tetapi polisi lebih dahulu keluar dan menyodorkan pistol ke arah mereka.
Mereka pun diam membisu tidak ada perlawanan, jika mereka bergerak sedikit pun bisa-bisa pistol akan diarahkan kepada mereka.
Satu persatu orang tua dari Elvano, Kevin, Gibran serta Ramon pun dipanggil ke kantor polisi.
Karena mereka masih dibawah umur mereka dibebaskan, tapi dengan satu syarat mereka tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.
💫 Flashback Off💫
.
.
"Duhh Dir kita harus lakuin sesuatu nih, liat Leta cek cok sama El, terus Cia udah nangis. Kita harus mikir gimana tawuran ini bisa usai," ucap Lisya panik sambil bersumputan di balik pohon bersama dengan Dira.
"Aduhh gw nggak bisa mikir nih," ujar Dira yang tak kalah panik.
"Dir pikir dong masa kita diem aja," ucap Lisya sambil mengawasi dari kejauhan.
"Gw ada ide...." teriak Dira secara tiba-tiba.
"Buruan apaan,"
"Kita bunyiin sirine polisi aja gimana," ucap Dira yang tengah mencari melalui google.
"Pakek Bluetooth mobil gw aja biar suaranya kenceng," ujar Lisya lalu mereka masuk kedalam mobil dan menjalankan aksinya.
...😶BERTEMU NYA RIO DAN CIA😶...
__ADS_1
"Cia akhirnya kita ketemu lagi," ucap Rio sambil menatap Cia dengan nafsu.
"Lo tu bisa nggak jauh-jauh dari hidup gw!" bentak Cia yang muak dengan tingkah Rio.
"Oh lo mau sok jago didepan pacar lo ini," ucap Rio sambil menunjuk kearah Kevin.
"Apa lo mau apa!" ucap Cia sambil mendorong bahu Rio.
"Mulai berani lo yah!" ujar Rio sambil mencengram tangan Cia dengan kuat, Kevin yang melihat Cia kesakitan pun langsung memberi bogeman tepat dirahang Rio.
"Jauhin tangan kotor lo dari cewek gw!" teriak Kevin dengan memanas.
Brakkkk
Kevin menerjang tubuh Rio dengan kuat.
🔥Prov Elvano & Leta🔥
"Let ayok pulang sama gw ini bahaya Let..." ajak El kepada Leta.
"Gw mau pulang kalo lo pulang juga, lo kenapa sih El mau tawuran gini."
"Let gw ada alesan begini, lagian mereka duluan yang nyerang Kevin sampai babak belur gitu, udah gw janji kalo lo udah pulang gw sama temen-temen gw bakal pulang," ujar El memenangkan Leta yang nampak panik.
"Janji ya?"
"Janji." Leta pun pulang diantar oleh El memakai motor.
"Duh kenapa cewek-cewek pada kesini sih, ntar kalo mereka kenapa-kenapa kan ribet," ucap Gibran sambil mengacak rambutnya.
"Haha ciut nyali lo," ucap seseorang yang melihat meremehkan kearah Gibran.
"Aduh siapa yang ngasih tau ke polisi," ucap Rio dengan panik
"Woi mati kita," ujar Gibran tak kalah panik.
"Semuanya cabut buruan," teriak Rio kepada seluruh komplotannya.
"Habis kita, buruan cabut"
"Gila gw masih pengen hidup woi"
"Cabut-cabut buruan"
Setelah komplotan lawan pergi barulah Lisya dan juga Dira menghampiri mereka.
🙊Prov Dira Ramon dan teman-teman🙊
"Woi-woi kalian nggak usah panik," ucap Dira sambil mengatur napasnya.
"Loh kalian berdua ada disini juga?" tanya Ramon dengan heran.
"Sebenernya kita yang hidupin sirine polisi, biar kalian berhenti tawurannya," ujar Lisya yang baru saja berlari kearah Dira.
"Lahh jadi ini kerjaan kalian, jantung gw udah mau copot gila lu pada," ucap Gibran dengan lega.
"Haha gw udah cemas"
__ADS_1
"Gw takut kita kayak tahun kemarin"
"Gila banget, tapi seru sih liat komplotan Rio ngacir duluan hahaha," ujar Kevin sambil tertawa.
"Eh Leta mana woi," ujar Cia panik.
"Lah iya El juga mana?" tanya Kevin yang ikut panik.
"Udah paling tu anak dua udah pulang duluan," jawab Ramon.
Lalu mereka pun pergi meninggalkan gang sempit tersebut dan menuju ke markas.
...💥BASECMP TENGKORAK💥...
El bukannya menghantar Leta pulang malahan dia menghantarkan Leta ke markas genk Tengkorak.
Saat yang lain melihat kedatangan El sendirian mereka pun bertanya.
"El lo gak papa kan? yang lain gimana?" tanya salah satu anggota dari mereka.
"Enggak papa santai aja hehehe," ujar El menenangkan.
"Jadi gimana tu rombongan Rio? nyerah atau gimana?" tanya seseorang lagi.
"Enggak tau tu ini gw duluan balik soalnya ada Leta takut nanti dia kenapa-napa lagi," ujar El menjelaskan.
Selang berapa waktu Kevin, Cia, Dira, Gibran, Lisya dan juga Ramon datang.
"Let lo enggak papa?" tanya Cia yang nampak khawatir.
"Enggak papa kok," jawab Leta menenangkan.
"Kalian udah pulang? gimana sama geng Rio? dia nyerah atau gimana?" tanya El kearah Ramon.
"Noh kerjaan Lisya sama Dira ngidupin sirine polisi, makanya tu Rio sama yang lain cabut," ujar Gibran sambil melihat ke arah Dira dan Lisya.
"Wah pinter juga kalian hahaha," ucap El sambil tertawa.
"Iya dong siapa dulu ya enggak Syah," ujar Dira merangkul pundak Lisya.
"Udah-udah sini Vin gw obatin luka lo," ujar Cia yang langsung menarik tangan Kevin untuk duduk disampingnya.
Mereka pun mengobati luka dengan dibantu oleh Cia, Dira, Leta dan juga Lisya.
"Awal mula nya kenapa sih kalian bisa kaya gini?" tanya Leta membuka suara duluan.
"Jadi gini, pas gw mau ke markas abis nganter Cia gw dihadang dijalan sama Rio dan empat temannya nah Rio ini dulu nya suka sama Cia ehh tapi Cia nolak dia dan pacaran sama gw makanya mungkin dari dulu dia ada dendam sama gw terus gw dikeroyok tu dijalan untung aja ada warga-warga kalo enggak abis dah gw disana," ujar Kevin menjelaskan kepada Leta dan yang lain.
"Main keroyok aja cemen tu orang," sambung Dira.
"Tau kalo ada masalah sama satu orang jangan ngajak orang lain juga dasar lemah," ucap Lisya.
"Iya bener rasanya mau gw jambak tu yang namanya Rio," balas Dira.
"Halah kalian aja sumputan berarti kalian juga cemen dong hahaha," ujar Gibran menertawakan Dira dan juga Lisya yang menurutnya mereka sok berani.
"Heh inget ya itu posisinya lagi panik semua jadi kami ambil jalan akhir aja, berterimakasih kek sama kita ya enggak Sya," balas Dira.
__ADS_1
"Iya-iya kita makasih sama lo semua udah datang dan maaf kalo kita tawuran kaya gitu tanpa sepengetahuan kalian," ucap Kevin tersenyum.