
"Heh udah berani boong ya ini pasti untuk pacar kamu ya kan," kata Maminya Gavin dengan menoel hidung Gavin.
"E-enggak kok Mi ini teman Gavin tadi nitip di Gavin katanya dia numpang simpen dulu ni kalung dirumah Gavin," jawab Gavin yang tak mau jujur.
"Udah lah jangan boong, coba kenalin siapa calon mantu Mami?" tanya Mami Gavin dengan senyum yang mengembang. Sudah Gavin sangka maminya pasti bertanya ini kepadanya, Gavin tidak tau harus menjawab apa perkataan Maminya itu.
"Emm ini belom jadi pacar Gavin Mi.. ini cuma adek kelas Gavin aja Mi hehe," jawab Gavin dan kali ini Gavin tidak berbohong, jika dia terus menerus berbohong Mami nya tidak akan berhenti bertanya kepada Gavin.
"Kok cuman Adek kelas pakek hadiah-hadiah segala sih, gak mungkin," ucap Mami Gavin yang masih tak percaya.
"Ih serius loh Mi ini itu untuk Adek kelas Gavin.." kata Gavin yang menggelengkan kepala nya melihat Mami nya itu.
"Ya sudah lah yang penting kalo udah jadi pacar ajak kesini ya Mami juga mau kenalan," ungkap Mami Gavin dan Gavin hanya mengganguk untuk mengiyakan.
"Sayang nya dia pacar orang Mi.." ucap Gavin dalam hati.
"Yaudah kamu mandi terus nanti malam kebawah ya makan malam," ajak Mami Gavin sambil mengelus pucuk kepala Gavin.
"Iya Mi.."
✨Cia dan teman-teman✨
"Yaudah lah gak penting juga nanti paling Leta yang kasih tau ke kita, udah kita pulang yok capek nih gw," dengus Lisya yang sedari tadi memegangi kakinya yang pegal.
"Iya yok kita pulang udah sore lagian," sambung Dira yang setuju dengan Lisya.
Cia, Kevin dan yang lainnya menuju ke pintu keluar mall, mereka segera menuju pulang karena hari sudah mulai gelap.
"Gw sama Kevin balik duluan ya," pamit Cia yang sudah menaiki motor bersama Kevin.
"Iya.." Setelah melihat motor Cia dan Kevin sudah melaju duluan baru lah Lisya dan Dira menaiki mobilnya. Pada saat itu Ramon dan juga Gibran belum pulang dikarena kan Ramon lupa membeli sesuatu jadi mereka harus masuk kedalam mall lagi baru lah mereka pulang.
Saat ingin menjalankan mobilnya Lisya merasakan ada sesuatu aneh di mobil nya itu, dia pun segera turun untuk memeriksanya.
"Eh lo mau kemana?" tanya Dira yang ikutan heran saat melihat Lisya yang tiba-tiba keluar. Dira pun lagsung menyusul Lisya turun dari mobil.
"Duh bener kan bocor ni ban," ucap Lisya yang sudah menduga ada yang salah dengan mobilnya ini.
__ADS_1
"Lah terus kita pulang gimana?" tanya Dira yang ikutan cemas.
"Gw bawa sih ban cadangan di dalam jok mobil tetapi gw gak bisa masang nya," jawab Lisya yang bingung harus bagaimana.
Di sela-sela mereka kebingungan, Ramon dan Gibran baru saja keluar mall dan melihat mereka sedang kebingungan.
"Lah kalian belom pulang?" tanya Gibran yang heran kearah Lisya dan juga Dira.
"Noh ban nya bocor," tunjuk Dira dengan menggunakan matanya ke arah ban yang bocor itu.
"Pantes.. lo bawak ban serep gak?" tanya Ramon kearah Lisya.
"Iya itu gw bawak tapi masalahnya gw gak bisa masang tu ban," jawab Lisya yang saat ini benar-benar pusing.
"Yaudah keluarin gw yang ganti ni ban," perintah Ramon kepada Lisya.
"Kalian duduk aja dulu, biar gw sama Gibran yang benerin," kata Ramon yang kemudian mulai mengganti ban mobil milik Lisya.
"Yaudah Sya kita duduk dulu aja kalian kan benerin ban butuh waktu yang lumayan lama," ungkap Dira dan kemudian mereka duduk di tempat yang disediakan.
"Eh Mon lu bisa kan benerin nya ntar malah rusak lagi mobil Lisya," teriak Dira pada Ramon.
"Makasih yah... kalo ngak ada kalian pasti kita ngak bisa pulang," tutur Lisya yang tersenyum kearah mereka.
"Iya sama-sama kayak sama siapa aja," cengir Gibran yang membersih kan jarinya.
"Yaudah kalo gitu kita pulang dulu yah," pamit Lisya pada Gibran dan juga Aron. Lisya dan Dira masuk kedalam mobil, setelah itu barulah Ramon dan juga Gibran melajukan motornya.
🍄LETA POV🍄
Saat ini Leta sedang merebahkan tubuhnya sambil menonton film drama korea yang sedang hits-hits nya, siapa yang tidak tahu dengan film "True Beauty" film yang begitu menggelegarkan sosial media.
"Demii alex suho cakep bangett," lirih Leta yang sudah riweh sendiri.
"Tolongg baper banget gw dah," sambung nya yang sudah memeluk boneka beruang coklat kesayangan nya.
Sangking asik nya menonton Leta sampai tak menyadari bahwa Aron sedari tadi memanggil dirinya.
__ADS_1
Tokk.. Tokk..
"Dek lu udah tidur?" tanya Aron dari balik pintu, Aron yang tidak mendengar balasan dari Leta pun memutuskan untuk masuk kedalam.
Ceklekkk..
"Etdah ni anak di panggilin juga dari tadi ternyata dia lagi ngedrakor," dengus Aron yang berkacak pinggang. Aron mendekati Leta dan langsung merebah kan tubuhnya di sebelah Leta.
"Astagfirullah Abangg!! ngagetin aja," dengus Leta yang memegangi dadanya.
"Lo sih dari tadi gw panggilin juga," balas Aron yang mengerutkan alisnya.
"Tumben lo kesini, emang ada apaan?" tanya Leta yang tetap fokus pada filmnya.
"Nggak ada sih gw gabut jadi main ke kamar lo deh hehe," cengir Aron yang mulai membuka toples berisikan cemilan Leta.
"Owhh jadi ini film yang anak-anak pada heboh katanya di film dari webtoon gitu emang bener?" tanya Aron yang menunjuk ke layar leptop.
"Iya Bang emang bener kok," ungkap Leta yang menganggukan kepalanya.
"Mana cewek cakep nya?" tanya Aron yang memajukan wajahnya kearah Leptop sambil mengunyah cemilan milik Leta.
"Itu loh Bang, yang pake kaca mata," tunjuk Leta yang memberitahu.
"Itu mah cupu Let nggak ada cakep-cakep nya," protes Aron yang tidak setuju.
"Ihhh iya Abang bener yang itu, ntar dia make up jadi cantik deh," jelas Leta dengan heboh nya.
"Owhh gitu yah," tutur Aron yang menganggukan kepalanya.
"Bang-Bang kalo Leta ke kesekolah terus dandan kayak gitu boleh nggak Bang?" tanya Leta yang meminta saran.
"Pake aja kalo lo mau ngeliat Papa keluar taring nya," jelas Aron dengan enteng, Leta yang mendengar perkataan dari Aron pun menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Nggak jadi lah," ucap Leta dengan cepat.
"Lah kenapa? katanya pengen cantik," tanya Aron yang sengaja.
__ADS_1
"Gw masih sayang nyawa kali."