IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
PENGUMUMAN


__ADS_3

HAIIII SEMUAAA!! SORRY YA CERITA INI UDAH LAMA GAK UP:(


.


Autor lagi sibuk nih dari kemarin kemarin mau fokus belajar🥺 ETTSSSS TAPIIII HARI INI UP LAGI DONGGG!!!


.


.


Alhamdulillah udah ada peningkatan cerita inii makasih ya buat yang selalu support!!!


.


.


Siapa nih yang udah nungguin cerita romantisnya El dan Leta, Kevin dan CIA, Ramon dan Dira atauu Lisya dan Gibran hihiii silahkan dibacaa ELETA loversss semoga suka yaa♥️


.


.


Tok tok tok


"Letaaa sayangg bangun yok udah siang loh ini."


"Nak.."


Mendengar tidak ada sahutan dari dalam Sonya mencoba membuka pintu kamar putrinya itu dan ternyata pintunya tidak dikunci


'Tumben sekali'.


"Ya ampun sayang kok bisa kamu ketiduran gini sih."


Sonya kaget melihat Leta yang tertidur pulas diatas meja belajarnya dengan tangan yang masih memegang sebuah pena.


"Heyy.. Letaa," ujar Sonya yang membangunkan Leta dengan perlahan-lahan menepuk-nepuk pipinya.


"Eughh."


Mata Leta terbuka perlahan dan mencoba menetralkan nyawanya yang masih belum sadar itu.


"Ya ampun Ma kenapa Leta tidur disini?!" ujar Leta tiba-tiba setelah nyawanya terkumpul.


"Kok malah balik nanya, harusnya Mama dong yang nanya kenapa kamu bisa tidur di meja gini? emang gak sakit badan kamu?"


"Ya Allah Ma, Leta ketiduran abis kerjain ni tugas semalem untung aja udah selesai.."


"Yaudah sekarang kamu mandi terus berangkat gih kesekolah," kata Sonya yang langsung diberi anggukan oleh Leta.


"Mama tunggu dibawah ya Sayang." Sonya pun keluar dari kamar Leta dan Leta langsung menuju ke kamar mandi.


*****

__ADS_1


"Good morning Bunda kuu sayanggg,"


"Eh tumben banget kamu cepet bangun?" tanya Rena kepada putranya yang bangun lebih awal dari sebelumnya.


"Iya lah mau jemput pacar El dongg jadi harus bangun pagi! Bunda kaya gak pernah muda aja deh," jawab El yang mukanya hari ini sangat ceria.


"Iya deh iyaa si paling muda," pasrah Rena, El pun terkekeh mendengar jawaban Bundanya itu.


"Heii selamat pagi, Bunda, El," ucap Mahendra yang baru bergabung dimeja makan.


"Bunda, El udah ya sarapannya udah kenyang El berangkat duluu assalamualaikum!!" ucap El langsung menyalami tangan Rena juga Mahendra dan langsung berlari menuju keluar rumah.


"Udah gak sabar bangett ketemuan sama Leta, oh iya chat gue semalem gak dibales sama Leta kenapa ya?" tanya El disela-sela perjalanannya menuju kerumah Leta.


"Hmm gue tanya aja deh nanti,"


Sesampainya di rumah Leta, El langsung mengetuk pintu rumah pacarnya itu. Tak lama kemudian pintu pun terbuka menampakkan Sonya, Mama Leta.


"Eh Elvano, mau jemput Leta ya?" tanya Sonya dengan senyum yang mengembang kearah Elvano.


"Iya Tan, emm Letanya belom pergi kan?"


"Belom yok masuk dulu." Sonya pun mengajak El masuk kedalam rumahnya tersebut.


"Kamu sudah sarapan belom?"


"Sudah Tan dirumah tadi," jawab El dengan sangat sopan.


(Sopan gak tuh, biasanya juga malu maluin lo El🤭)


"Belom kok baru aja datang,"


"Yaudah Ma, Leta pergi dulu ya sama El kesekolah," ucap Leta yang nampaknya buru-buru.


"Loh gak sarapan dulu? kamu belom sarapan loh sayang?" tanya Sonya yang nampaknya khawatir dengan Putrinya itu.


"Enggak keburu Mama, Leta hari ini ada piket kelas ini udah jam berapa Leta udah telat banget ini, Kami berangkat dulu ya Ma, assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.."


"Eh.. Leta ini bawak bekal aja yah, Mama takut nanti kamu ngga sempet sarapan lo di sekolah," tutur Sonya yang Segera memasukkan nasi goreng ke dalam kotak bekal milik Leta.


"Hmm yaudah makasih ya Ma.. Leta brangkat dulu babay," lambai Leta sambil memasukkan kotak bekal kedalam tas.


Sonya tersenyum hangat sambil melihat kearah Leta dan juga El yang sedang berjalan menuju pintu depan.


"Adu..aduu.. Anak ku sudah besar banget sekarang udah bisa pacaran."


Di Perjalanan Menuju Sekolah


Seperti biasa Leta memakai helm dan segera naik ke atas motor El sambil di bantu dengan tumpuan tangan sang kekasih agar dirinya tidak terjatuh.


"Okeh kita brangkat.." lontar El dengan wajah yang berseri, tak lupa melihat kearah spion yang sudah di atur oleh El untuk sejajar dengan wajah Leta.

__ADS_1


"Oh iya.. Semalam aku ngechat kok ngga di bales?" tanya El sambil sesekali melirik ke arah Leta.


"Hehe maaf yah soalnya aku ketiduran bukan ngga mau bales chat kamu tapi akunya ketiduran," jawab Leta dengan menaruh dagunya di atas pundak Elvano.


...📚SMA Nusa Bangsa📚...


Pagi-pagi sekali Dira bergegas menuju kelas dengan membawa buku-buku tugas yang belum sempat ia selesaikan.


"Arghhh kenapa bisa ketiduran sih semalem," rengek Dira yang tengah mempercepat langkah kakinya.


Sesampai di kelas Dira langsung menghampiri Lisya dengan memasang wajah memelas agar Lisya dapat meminjamkan bukunya untuk dapat Dira salin.


"Dih... kenapa muka lo kayak gitu? jijik gua liatnya," ucap Lisya dengan wajah datar. Pasalnya Lisya sangat tahu kebiasaan saudaranya satu itu.


"Apasih Sya pagi-pagi udah marah.. Gue lagi sedih ni," kata Dira sambil duduk di sebelah Lisya.


"Sya..."


Belum sempat Dira melanjutkan kalimatnya Lisya lebih dulu menaruh buku tulis di hadapan Dira.


"Yeayy Lo emang sepupu Gue yang paling baik sedunia," ujar Dira dengan mata yang membinar.


"Nggak usah lebay deh cepet buruan Lo kerjain tu tugas... Gua mah udah hapal kali sama kebiasaan tolol Lo itu," saut Lisya sambil membuka bungkus permen karet, sedangkan Dira hanya menyengir karna apa yang di ucapkan Lisya itu sangat benar.


"Haii.. pada ngapain nih," sapa Leta yang baru saja memasuki kelas.


*****


Leta hendak melepas helm yang ia kenakan, namun Leta mengalami kesulitan. El dengan sigap langsung membantu Leta dan menaruh helm ke atas motor.


"Makasih.."


"Sama-sama Sayang," balas El dengan mengelus puncak kepala Leta.


Mereka berjalan mennyusuli koridor sekolah dengan langkah yang beriringan membuat heters makin panas.


"Hmm nanti istirahat aku jemput ke kelas yah?" tanya El pada Leta.


"Boleh.. Hihi kamu apaan sih El masa gitu aja pakek nanya," balas Leta sambil menepuk bahu Elvano.


"Hehe iya juga yah," ucap El yang malah ikut tertawa.


Seperti biasa El selalu mengantar Leta sampai ke depan kelasnya.


"Aku ke kelas dulu yah.. Bayy" kata Leta dengan lembut.


"Belajar yang bener jangan mikirin aku terus," ujar El dengan pedenya sambil mengacak rambut Leta.


"Siapa juga yang mikirin kamu, kepedean banget ya kamu,"


"Kok kamu gitu sih ngomong nya? jangan-jangan kamu mikirin cowo lain ya!" ujar El kesal dengan memanyunkan bibirnya.


"Enggak lah ihh orang bercanda, udah ya aku masuk kelas dulu byee!" Leta pun langsung memasuki kelas meninggalkan El yang masih kesal.

__ADS_1


'Ditinggal nih gue?'


__ADS_2