IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Siapa dia?


__ADS_3

"Ya ampun Sayang kamu kecapekan lagi pasti hm," ucap Sonya dengan menggelengkan kepalanya.


"Iya Ma.. padahal Leta udah tidur cepet semalem, abis makan aja Leta udah tidur tapi masih aja bangun siang," ujar Leta menjelaskan sambil memakan sarapannya.


"Ya sudah kamu cepet makan ya ini udah siang, Mama juga gak mau kalo kamu sampai telat makan." Leta hanya mengganguk dan bergegas sarapan sesudah itu Leta dan Aron pamit untuk kesekolah.


...🍁DI SEKOLAH🍁...


Untung saja masih ada waktu 2 menit lagi bel berbunyi Leta sudah ada di sekolahnya. Dengan sangat buru-buru takut terlambat Aron menancapkan gas dengan kecepatan lumayan cepat.


"Hai," sapa Leta yang baru saja datang ke arah Cia, Lisya dan juga Dira.


"Terlambat lagi lo Let? pasti kecapekan ni anak," ujar Cia kepada Leta.


Tettt..tett..tett... saat nya upacara bendera dimulai


Bunyi bel pertanda untuk upacara Leta, Cia, Lisya dan juga Dira segera menuju ke lapangan dan melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin.


Sesudah melaksanakan upacara bendera mereka menuju ke kelas untuk melanjutkan pelajaran nya. Tak terasa mereka sudah melewati jam pelajaran nya dan sekarang waktunya istirahat.


Leta, Cia, Dira dan juga Lisya menuju ke kantin untuk makan. Karena mereka awal datang jadi kemungkinan mereka mendapatkan banyak tempat disana.


...🔥 ISTIRAHAT 🔥...


"Yok sekarang Ibu memilih Elvano untuk mengarang cerita, mari kedepan," perintah Bu Siska kepada Elvano, Elvano pun melogo bagaimana dia bisa mengarang cerita.


"Woi gimana nih," ucap Elvano kepada Kevin, Gibran dan juga Ramon.


"Udah lo buat sebisa lo aja," jawab Kevin sambil menyuruh Elvano untuk maju ke depan.


"Ekhem," tegur Bu Siska yang melihat Elvano berbisik dengan Kevin, Gibran dan juga Ramon.


Tett.tett..tett.. jam pelajaran telah usai saat nya jam istirahat


Baru saja Elvano hendak berdiri bel pertanda istirahat berbunyi.


"Alhamdulillah selamet gw," ucap Elvano dalam hati dengan lega.


"Nah udah istirahat Bu jadi kami boleh istirahat kan," teriak Gibran dari meja belakang.

__ADS_1


"Yaudah kalian silahkan istirahat ya Ibu tinggal dulu, assalamualaikum." Bu Siska pun segera meninggalkan kelas begitu juga dengan semua murid kelas X.IPS 3 juga bergelomboran keluar dari kelasnya.


Elvano, Kevin, Gibran dan juga Ramon berjalan menuju ke kantin, di saat mereka berjalan Elvano, Kevin, Gibran dan juga Ramon di berhentikan oleh seorang siswi.


"Buset cantik juga ni anak," ucap Gibran yang mulai menggoda anak siswi ini.


"Elvano bisa kita ngobrol sebentar? ini gw yang kasih lo coklat tadi," tutur anak perempuan itu.


Elvano bingung sekarang jika dia mengiyakan dan Leta melihat Elvano mengobrol dengan seorang perempuan Leta bisa salah paham, tetapi jika dia tolak Elvano malah tak enak hati dengan perempuan ini.


Kevin, Gibran, dan juga Ramon kebingungan maksud nya anak perempuan ini mengasih coklat ke Elvano? dan Elvano menerimanya?


"Wah ada yang gak beres nih," ujar Gibran memanasi suasana.


"El lo apa-apaan sih malah nerima coklat dari ni anak, kalo Leta sampai tau dia bisa berpikiran yang enggak-enggak," celoteh Kevin yang berbisik kepada Elvano.


"Ya kan nanti coklat nya gw kasih ke Leta elah, jadi gw minta tolong sama lo pada kalo Leta nyariin gw omong aja gw lagi ke toilet bentar oke."


Perkataan Elvano membuat Kevin dan juga yang lainnya tak percaya, apakah Elvano tidak benar-benar tobat dari playboynya?


"Buset ni anak malah kita lagi jadi tameng nya," dengus Kevin yang menatap heran kearah El dan juga gadis di sebelahnya.


"Yaudah kita tungguin aja dia disini... mereka paling ngobrol bentar doang," jelas Gibran dan di angguki oleh mereka.


🦏ELVANO POV🦏


"Gw liat-liat cakep juga nih cewek," gumam Elvano yang sekilas melirik kearah gadis tersebut.


"Owh jadi nama ni cewek Vina..."


Sekarang mereka sudah berdiri di samping kelas Elvano, Elvano mencari lokasi yang jarang di lewati banyak orang. Berjaga-jaga agar Leta tak melihatnya.


"Ada apa?" tanya El dengan wajah biasa saja namun tetap mempesona serta kumis tipisnya yang membuat siapa saja yang melihatnya bisa meleleh.


"Emm emm.." gumam nya sambil menunduk kebawah.


"Dari tadi am em mulu mau ngomong apa enggak, kalo nggak gw mau ngantin nih," jelas Elvano yang mulai jengah.


"Eh iya-iya tunggu bentar," kata nya yang ingin menahan tangan Elvano yang hendak melangkah.

__ADS_1


"Okeh gw jujur, gw suka sama lo dari awal masuk sekolah gw udah suka sama lo," ungkap nya dengan satu tarikan nafas.


"Hahh.. udah kesekian kalinya gue denger kata-kata ini," kata El dalam hati.


...🐙LORONG PERPUS🐙...


"Lama banget mereka keburu habis nih waktu istirahat," dengus Kevin yang mulai jengah.


"Duh itu Leta sama temen-temennya mau lewat sini cuy," ujar Gibran yang menepuk-nepuk bahu Kevin.


"Gw nggak ikut-ikutan yah," jelas Ramon sekali lagi.


"Kalian mau ngantin yah?" tanya Kevin yang membuka suara.


"Iya... kita baru aja mau kesana, yaudah kita bareng aja," tutur Cia yang mengajak mereka untuk makan bersama.


"Loh kok nggak ada El? emang dia kemana?" tanya Leta yang baru tersadar bahwa kekasihnya itu tidak ada.


Gibran dan Kevin saling melempar tatap, pertanyaan inilah yang mereka takutkan.


"Hehehe itu... dia bilang tadi mau ketoilet bentar," celoteh Gibran dengan gelabakan.


"Owhh gitu," gumam Leta yang percaya akan ucapan mereka.


"Nahh itu dia orangnya baru juga diomongin," ujar Kevin yang menunjuk kearah Elvano yang tengah berjalan dengan santay.


"Ngapain kalian kumpul disini?" tanya Elvano dengan senyum yang merekah.


"Masak, yah nungguin lo lah," kata Dira dengn nada meninggi dan diiringi gelak tawa mereka semua.


"Yaudah kuyy kita makan," ujar Cia yang kemudian berjalan di samping Kevin, mereka berjalan bersama-sama dan menjadi pusat perhatian karena segerombol orang-orang cantik dan juga ganteng di satukan pasti membuat semua orang terpukau.


"Udah lama tadi nunggunya?" tanya Elvano yang berjalan beriringan dengan Leta.


"Enggak kok," jelas Leta yang masih malu-malu karena mereka sekarang ini menjadi pusat perhatian, terlebih lagi kisah percintaan dirinya dan juga El sudah menyebar luas.


Elvano yang menyadari bahwa Leta sedikit malu pun langsung mendekatinya dan berjalan sangat dekat.


"Nggak usah malu tenang aja ada gw disini, anggap aja tatapan mereka itu nggak guna ntar juga terbiasa," jelas Elvano yang mulai menggandeng tangan Leta dan membuat suasana kantin menjadi ricuh terlebih fans Elvano.

__ADS_1


__ADS_2