
Di saat mereka sedang berjalan menuju ke kantin di lihat lah kelas Leta sedang jam pelajaran olahraga lalu mereka meurungkan niatnya sebentar untuk melihat kelas Leta dahulu.
"Woi itu kelas Leta gak sih," tunjuk Gibran ke arah lapangan sepak bola.
"Lah iya woi rombongan Leta itu mah noh Cia, Leta, Dira sama Lisya," kata Kevin dengan menunjuk satu persatu dari mereka.
"Kayaknya ngambil nilai senam deh," gumam Ramon yang juga melihat kearah mereka.
Mereka melihat dari kejauhan karena bila mereka ketahuan sama Pak Roy bisa-bisa mereka bakal di seret ke ruang kepsek.
El berlambai kearah Leta saat kekasihnya itu menyadari bahwa mereka memang sedang memperhatikan Leta dan juga teman-temannya.
"Semangat," ujar El yang menggerakkan mulut nya dengan suara kecil serta mengangkat tangan. Sedangkan Leta membalas dengan jempol serta senyum kearah El.
"Baju kamu turunin dikit," sambung El yang menunjuk baju nya sendiri agar Leta bisa mengerti maksud dari perkataan Elvano.
Gibran yang heran dengan tingkah El yang heboh sendiri.
"Apaan sih lo El nunjuk-nunjuk baju gitu?" tanya Gibran dengan sewot.
"Ituuu bajunya Leta keangkat," jelas El yang memberitahu.
"Owh kirain gw apaan," balas Gibran yang ber oh ria.
🏃♀Leta & Teman-teman🏃♀
Mereka berbaris dengan rapi, di barisan kanan laki-laki sedangkan kiri perempuan. Leta, Cia, Lisya dan juga Dira belum menyadari akan keberadaan El dan juga teman-temannya sampai akhirnya Leta menoleh kearah samping dan melempar senyum kepada Elvano.
"Loh El," gumam Leta yang membuat Cia juga menoleh.
Leta membalas lambaian El saat kekasihnya itu memberi semangat. Leta sedikit bingung saat Elvano kembali berbicara.
"Hah? apa El aku nggak ngerti?" kata Leta dengan mimik bibirnya. El menunjuk kearah baju dan barulah Leta memahami maksud dari kekasihnya itu.
"Owhh baju..." ucap Leta yang kemudian menurun bajunya.
"Udah kan," sambung Leta yang masih menoleh kearah Elvano. Begitu juga dengan Cia yang sedang melempar senyuman kepada Kevin.
__ADS_1
Lisya melihat kearah Pak Roy yang sedang memperhatikan Leta dan juga Cia.
"Eh Leta Cia itu Pak Roy dari tadi ngeliatin kalian," ujar Lisya yang memberitahu.
Leta maupun Cia langsung kembali fokus pada materi yang di sampaikan oleh Pak Roy.
😎Elvano & Teman-teman😎
Kevin dan juga El masih menatap kearah lapangan sedangkan Ramon yang menyadari bahwa Pak Roy mulai memperhatikan Leta dan juga Cia pun segera memberitahu El dan juga Kevin.
"Woi udahan lah tatap-tatapannya liat tuh Pak Roy ngeliatin Leta sama Cia," tegur Ramon yang memberitahu.
Saat Pak Roy melihat kearah mereka, sontak mereka langsung berpura-pura seperti sedang melintas.
"Ehh Pak Roy ngeliat kesini buruan pergi," celoteh Gibran yang membalikkan badan El yang kemudian berjalan kearah kantin.
"Buru-buru jalan ntar kita habis lagi kalo berurusan sama Pak Roy," sambung Kevin yang berjalan paling cepat.
Diseberang sana Leta, Cia, Dira dan juga Lisya tengah menahan tawa mereka karena melihat tingkah El dan juga yang lainnya begitu menggelikan.
"Nggak nahan sumpah," tutur Dira yang memegangi perutnya.
"Auto panik mereka haha," ucap Leta yang tertawa.
"Haha bengek gw ogep," celoteh Lisya yang juga tertawa geli.
"Emm mereka mau kemana ya kok gak masuk ke kelas," kata Leta yang heran padahal ini masih jam pelajaran.
"Lo kaya gak tau El aja biasa dia mah kalo gak bolos pasti mereka di keluarin dari kelas," jawab Cia dengan nada yang sedikit dikecilkan takut jika Pak Roy mendengarnya.
"Ada apa yang di belakang? Cia, Leta kalian ngapain?" tanya Pak Roy membuka suara kearah Cia dan juga Leta.
"Duhh baru aja di omongin," celoteh Cia dalam hati.
"Emm gak papa kok Pak," ujar Leta langsung.
"Awas ya kalo kalian gak paham apa yang Pak Jelasin," ancam Pak Roy yang sedari tadi geram melihat Leta, Cia, Dira dan juga Lisya tidak fokus dengan apa yang dia sampaikan.
__ADS_1
"Baik lah sekarang Pak panggil perkelompok ya, kelompok pertama nomor absen 1-6 dan seterusnya yok." Mereka pun menuruti perkataan Pak Roy satu persatu mereka sudah mulai praktek senam.
...🐢DI KANTIN🐢...
"Bi baksonya satu yaa," teriak El yang langsung duduk di meja, biasanya mereka datang dan memesan lebih dekat mumpung kondisinya masih sepi jadi mereka memesan dengan teriakan.
"Gibran juga satu Bi," sambung Gibran yang ikutan teriak ke salah satu penjual bakso di kantinnya.
"Jadi baksonya berapa nih?" tanya penjual tersebut yang bingung.
"Empat bakso Bi seperti biasa, es teh nya empat juga ya," ujar Kevin kepada penjual tersebut. Penjual tersebut baru lah mengerti dia segera membuatkan pesenan mereka.
Sembari menunggu bakso datang mereka memainkan handphone nya terlebih dahulu, tak kecuali Gibran yang sibuk menggoda para siswi-siswi saat mereka berada di kantin.
"Ehh Lusi cantik banget lo," ucap Gibran dengan menaikkan kedua alisnya, Lusi yang di bilang Gibran cantik itu pun langsung terbang dan baper cuma karena perkataannya saja.
"Emm hai.." ujar Lusi dengan melambaikan tangannya ke Gibran dan menatap Gibran seperti orang yang sedang jatuh cinta.
"Weh kalian ngapain disini," sapa Dira yang tiba-tiba datang diikuti dengan Leta, Cia dan juga Lisya.
El, Kevin, Gibran dan juga Ramon langsung menoleh kearah mereka.
"Ehh kalian bukannya kalian senam ya?" tanya Kevin yang heran saat melihat mereka berada di kantin.
"Iya nunggu giliran, kami udah izin kok beli minum haus," jawab Cia dengan santai lalu Cia melangkahkan kakinya untuk membeli minuman.
"Emang boleh?" tanya El kearah Leta.
"Ya iya lah boleh kami kan anak kesayangan Pak Roy hahaha," sambung Dira sambil tertawa.
Dira, Leta, Lisya dan juga Cia ikut duduk dan bergabung bersama El dan yang lainnya.
"Permisi ini makanannya.." ucap penjual bakso sambil membawakan sebuah nampan berisi bakso dan juga es teh pesenan El dan teman-temannya.
"Terima kasih Bi, ngomong-ngomong Bibi cantik deh hari ini," kata Gibran dengan sengaja menggoda penjual bakso langganan mereka.
"Bisa aja kamu ngomong aja mau ngutang kan," ujar penjual bakso yang sudah tau sifat Gibran.
__ADS_1
"Enggak kok Bi kali ini Gibran bawa uang tapi cuman lima ribu gak papa kan Bi hehe," ungkap Gibran yang menggaruk kepalanya tidak gatal.
"Yaelah Bran cuma lima ribu cuma dapet es nya doang gimana sih Bran malu-maluin aja lo," celoteh Kevin yang tak habis pikir dengan kelakuan Gibran.