IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Posesif


__ADS_3

Tett..Tett..Tet..


Jam istirahat pun berbunyi, semua siswa-siswi keluar dari kelas dan menuju ke kantin.


Begitu juga dengan Leta, Cia, Lisya dan juga Dira yang sedang membereskan bukunya kedalam tas dan bersiap untuk menuju ke kantin.


"Lesgo," ucap Dira semangat.


"Lo kalo istirahat aja semangat kalo pelajaran Madam tadi lo diam aja," ujar Cia kepada Dira.


"Iya nih gw laper banget sumpah kalo pelajaran Madam otak gw terkuras semua," balas Dira yang langsung memasang ekspresi cemberutnya.


"Ya udah yok." Mereka pun berjalan menuju ke kantin, sesampainya di kantin mereka melihat Gavin mendekat ke arah mereka.


...🌼KANTIN🌼...


"Hai Let," sapa Gavin.


"E-eh Kak Gavin," sapa Leta kembali.


Semua menatap ke arah Leta dan juga Gavin termasuk El yang baru saja datang.


"Nih makanan buat lo." Gavin lalu menyodorkan sebuah makanan kepada Leta.


"Dari siapa?" tanya Leta kearah Gavin.


"Dari gw ambil aja," jawab Gavin sambil tersenyum.


"Ini serius Kak buat Leta?" tanya Leta lagi untuk memastikan.


"Iya Leta dimakan ya." Leta pun menerima makanan berupa roti dari Gavin tersebut.


🔥El dan Gavin memanas🔥


"Halah pelit amat lo cuma kasih makanan ini aja ke Leta," sambung El tiba-tiba.


Gavin menaikan satu alisnya ke atas menandakan binggung.


"Ngapa lo liat-liat?" tanya El sinis.


"Sifat lo enggak berubah-ubah ya dari pas masuk ke sekolah ini sampai sekarang," ujar Gavin cuek.


"Kenapa? emang lo siapa ngatur gw?" tanya El lagi.


"Lo gak inget gw siapa?"


"Enggak emang lo siapa?"


Sebenernya El mengingat nya sangat ingat dia adalah Ketua Osis yang menghukum El beserta teman-temannya sewaktu MOS. Namun, karena El malas berhadapan dengannya makannya dia hanya bersikap 'Pura-pura' tidak ingat dengan Gavin.

__ADS_1


"Songong banget ya lo mentang-mentang udah jadi siswa disini, lo bisa aja keluar langsung dari sekolah ini kalo sikap lo terhadap Kakak kelas lo aja gini songong nya mintak ampun," ucap Gavin.


"Lo siapa disini berhak keluarin gw dari sekolah hah? sekolah ini punya bokap lo?" tanya El kearah Gavin.


Semua mata terfokus ke arah Gavin dan juga El, termasuk Leta yang saat ini sedang sangat pusing melihat El dan Gavin beradu argumen seperti ini.


"Udah dong kok kalian malah berantem! El udah Kak Gavin juga udah!" bentak Leta kepada keduanya.


"Maaf Let, gw ke bawa emosi," ucap Gavin dengan nada pelan.


"Sok manis lo," ujar El menatap tajam Gavin.


"Lo tu ya!" ujar Gavin yang langsung memegang kera baju El, seketika Gibran, Kevin, dan juga Ramon tak tinggal diam segera lah mereka menghampiri keduanya.


"Etss enggak usah kasar dong bro," ucap Gibran yang tersenyum terpaksa.


"Berani nya keroyokan ya lo!" bentak Gavin.


"Kita enggak keroyokan kok, tapi kalo lo berani nonjok temen gw duluan kita yang bakal maju buat bales perbuatan lo!" jawab Kevin menatap tajam kearah Gavin.


"Ada apa ini ribut-ribut?" tiba-tiba seseorang sudah mengadu ke Madam karena sudah ada keributan di kantin.


El terlihat sangat santai terkecuali Gavin yang nampaknya sangat cemas. Karena dia adalah Ketua Osis disini, dia harus mencontohkan yang baik kepada semua siswa maupun siswi disini.


"Eh Madam... enggak ada apa-apa kok ini kami lagi kenalan sama Ketua Osis, ngomong-ngomong Gavin orang nya enggak sombong ya kirain kita sombong loh Buk hehe," ucap El sambil merangkul bahu Gavin. Lalu melirik ke arah Gavin dengan senyum yang di buat-buat.


"Owh bagus kalo gitu, Madam mau kesana dulu," ujar Madam sambil menunjuk kearah ketoprak.


"Selamet gw," ucap Gavin sambil mengelus dadanya. Lantas El yang tersadar bahwa dirinya merangkul bahu Gavin pun langsung cepat-cepat menarik tangannya.


"Dihh jadi kotor tangan gw, yok Let kita makan nggak guna juga ngeladenin ni orang," ucap Elvano sengit lalu menggandeng tangan Leta menuju meja yang kosong.


"Kak maafin El yah," ujar Leta tak enak hati tetapi El lebih dulu menariknya.


"Udah pura-pura nggak liat aja," ucap El sambil memegangi kepala Leta agar tidak melihat wajah Gavin. Akhirnya Gavin berpamitan dan meninggalkan kantin.


🐣Prov Leta & Elvano 🐣


"El kamu nggak boleh gitu sama Kakak kelas," celoteh Leta sambil menduduki salah satu kursi disana.


"Dia nya yang ngeselin, ngapain coba pakek acara ngasih kamu makanan," ucap El kesal.


"Yahh mana gw taulah," balas Leta sambil memalingkan wajahnya.


"Udah siniin, nih Gib makan buat lo," ucap Elvano merampas makanan tersebut lalu memberikannya pada Gibran.


"Ih Elvano!" ucap Leta dengan suara taksuka.


"Udah lo diem," ujar El dengan tenang.

__ADS_1


"Asekk makanan gratis," sorak Gibran lalu melahap makanan tersebut.


...👉WAKTUNYA MAKAN👈...


"Udah nanti aja cek cok nya, sekarang kita makan dulu," ucap Dira sambil membawa nampan berisikan makanan dan diiringi Lisya yang membawa Minumnya.


"Nahh kita makan ini aja lebih enak," ucap El lalu menyodorkan sepiring ketoprak.


"Nahh pas kan makanan nya, kuyy makan," ujar Dira antusias.


"Minum gw mana weyy, seret ni gw," ucap Gibran masi mengunyah makanannya.


"Hehe gw lupa, nih punya lo untung blom gw minum," ucap Lisya sambil menyodorkan secangkir es teh manis.


"Hah lo mah, nyosor aje inget-inget dong  minumannya udah pas belom," ujar Gibran dengan sengit.


"Yee santuy dong, lo lama-lama kayak marah-marah terus deh kerjaannya pms lo," ucap Lisya sambil menatap sinis kearah Gibran.


"Arggh... Nih mau gigit lo," ucap Gibran sambil menirukan pose seolah-olah ingin menggigit.


"Udah kita disini kan mau makan bukan adu cek cok," ucap Leta yang sedari tadi mengamati mereka.


"Iya kebiasaan banget lo berdua," sambung Ramon.


"Tau nih, ntar jodoh lo," kini El yang bersuara.


"Ogahh," ucap Lisya maupun Gibran secara bersama. Lalu mereka duduk dikursi masing-masing sambil melempar tatapan sinis.


"Kalian berdua emang cocok dipanggil Tom and Jerry hahaha," ujar Dira tertawa sambil melihat ekspresi antara Lisya juga Gibran.


"Ntar lo keselek lagi," ucap Ramon datar yang seketika menghentikan Dira. Dira hanya membalas dengan senyuman dan melanjutkan sesi makannya.


Cia yang melihat Ramon khawatir pun hanya menaikan alisnya untuk mengode Kevin. "Ehemm keselek toge gw," ucap Kevin sambil meneguk minumannya.


🍑Prov Leta & Elvano🍑


"Let itu di bibir lo," ucap El yang melihat ada saus ketoprak yang menempel di sudut bibir Leta. Leta langsung mengambil handphone nya untuk dijadikan cermin.


"Mana-mana El," ujar Leta sambil mengamati wajahnya. El yang hendak membersihkan sudut bibir Leta seketika terurungkan sebab Leta lebih dulu membersihkannya.


"Nahh udah bersih kn," ucap Leta bertanya pada El.


"Iyaa udah kok," ujar El tersenyum lalu dirinya mencubit hidung Leta karena gemas melihat senyum Leta yang membuat Elvano seakan terbang.


"Aww, El sakit nih hidung gw," ucap Leta kesal sambil memegangi hidungnya yang memerah karena ulah Elvano.


"Utututu," ucap El sambil menahan tawanya.


Utututu Gemes banget si El hehehe:p

__ADS_1


__ADS_2