IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Kakak cantik


__ADS_3

...✨RUMAH ELVANO✨...


"Bunda Bang El belum pulang yah?" tanya Alvin sambil bermain mobil-mobilan.


"Bentar lagi pasti pulang, tumben kamu nanyain Abang," ucapnya sambil melihat kearah jam.


"Emm nggak papa Alpin cuman nanya aja," ucap Alvin yang tetap fokus pada mainan nya.


"Yaudah mandi dulu yok udah sore."


"Oke Bun," ujar Alvin lalu berlari kearah kamar miliknya.


"Assalamualaikum Bun," ucap Elvano lalu mencium punggung tangan Bundanya.


"Sore bener pulangnya Bang."


"Tadi main ke markas bentar Bun," jawab El sambil memakai masker untuk menutupi lebam yang ada di wajahnya.


"Coba bukak maskernya," tegas bunda El sambil membuka masker dari wajah anaknya itu.


"Jangan Bun aww," rintih El karena mendapatkan cubitan dari Bundanya.


"Owh udah sok jagoan yah Bang, nggak inget kejadian tahun lalu," tegas Bunda sambil menatap mata Elvano. Elvano tetap diam tanpa suara.


"Jawab Bunda, atau motor kamu Bunda sita," ancam Bunda dengan nada tinggi.


"Nggak sengaja aduh jatuh Bun," jawab Elvano berbohong.


"Awas kalo Bunda denger kamu ikut tawuran lagi, udah obatin luka nya trus ganti baju," ucap Bunda lalu pergi menuju kamar Alvin.


"Hufttt untung Bunda percaya, kalo nggak mati gw," celoteh El lalu berjalan kearah kamarnya.


👶Prov Alvin dan Bunda👶


"Bunda kenapa teriak-teriak?" tanya Alpin sambil menyisir rambutnya.


"Bunda abis omelin Abang kamu," ucap Bunda sambil merapikan baju Alvin.


"Abang udah pulang asikk, bun Alpin ke kamar Abang dulu yah," ujar Alpin langsung mengacir.


Tok... Tok...


"Abangg, Alpin masuk yah."


🍁ELVANO POV🍁


"Hahh, akhirnya pinggang gw bisa lurus juga," ujar Elvano sambil merebahkan tubuhnya di kasur.


"Untung gw tawuran hari ini, jadi Leta ngobatin luka gw kapan lagi kan dimanjain kayak gitu," ucap El sambil memejamkan matanya sambil membayangkan wajah Leta.


Tok... Tok...


"Abangg, Alpin masuk yah"


"Hah ni bocah ganggu gw aja," dumel El lalu membuka kan pintu kamarnya.


Clek~


"Ngapain Pin?" tanya El sambil menaikan alisnya. Bukannya menjawab pertanyaan Alvin malah nyelonong masuk kedalam.


"Dihh ni bocah," ujar El lalu menutup pintu kamarnya.


"Muka Abang kenapa gitu?" tunjuk Alvin sambil duduk di atas kasur.

__ADS_1


"Biasa pin," jawab El singkat lalu membuka layar gadgetnya.


"Biasa apaan Bang," ucap Alvin yang nampak kebingungan.


"Lo masih kecil nggak bakal ngerti," ujar El sengaja mengalihkan pembicaraan. Kalo Alpin tau El seperti itu karna tawuran, bisa-bisa uang jajannya dipotong sama Bunda.


"Abang main apa?" tanya Alvin sambil melihat kearah layar handphone milik El.


"Nggak main, udah main diluar aja sono," ujar El merasa risih.


"Bang telpon Kakak cantik yok," ucap Alvin bersemangat.


"Busett ini bocah," ucap El heran dengan kelakuan Adiknya itu.


"Iya-iya, kalo nggak diangkat Ipin main keluar yah Abang mau tidur," ucap El membohongi.


"Tuh kan nggak diangkat sama Kakak cantik,"


"Yahh padahal Ipin mau main," ucap Alvin yang kecewa.


"Nah sesuai kesepakatan Ipin main keluar," ujar El sambil mengamati bajunya.


"Iya deh, ntar malem kito telpon lagi yah Bang," ucap Alvin sambil turun dari kasur.


"Terserah lu dah," ucap El pasrah dengan tingkah adiknya itu.


🍉LETA POV🍉


"Emm enak banget coklatnya," ujar Leta duduk di balkon kamarnya sambil memakan cemilan.


"Eh lupa ambil minumnya, ya udah ambil dulu lah pupus tunggu disini yah," ucap Leta yang berbicara pada kucing peliharaannya yang gembul dan berwarna putih bersih. Leta mengambil minum dan kembali ke kamarnya.


'2 panggilan tak terjawab'


"Loh El tumben banget nelfon jam segini apa ada yang penting ya," ujar Leta dengan raut wajah heran.


Leta pun menelfon kembali El dan tak menunggu lama El pun mengangkat telfon darinya.


...📳Elvano📳...


"Halo El.."


📞: "Eh iya kenapa Let" tanya El diseberang sana.


"Lo yang kenapa nelpon gw malem-malem gini"


📞: "Oh itu biasa si Alvin pengen telfonan sama lo"


"Hmm... sorry gw nggak ngangkat soalnya gw baru aja udah makan"


📞: "Iya santai aja gw juga bersyukur lo nggak ngangkat"


"Loh emang kenapa?"


📞: "Bisa-bisa tu anak enggak mau keluar dari kamar gw, orang gw lagi capek gini malah diganggu"


"Lo mah gitu, udah dulu ya El gw mau istirahat bye"


Belom sempat El mau menjawab sambungan telfon sudah dimatikan duluan oleh Leta. Dan segera Leta menuju ke kamar untuk tidur.


Pagi harinya Leta berangkat sekolah dengan mood yang sangat bagus nampaknya, dia sudah siap pagi-pagi, sudah sarapan pagi tinggal dia berangkat ke sekolah bersama Abangnya Aron.


Didalam mobil Leta bercerita bersama Aron, sehingga tak terasa Leta dan Aron telah sampai disekolah mereka.

__ADS_1


"Leta duluan ya Bang," ucapnya sambil mencium punggung Aron.


Baru lah Leta selangkah keluar dari mobilnya dia bertemu seorang pemuda yang tak asing menurutnya.


...🤔DIA LAGI🤔...


"Hai Let," sapa pemuda itu.


Leta tampak kebingungan, Leta pernah melihat pemuda ini tapi dimana?


"Gw Brayn yang kemarin," ucap Brayn kearah Leta.


Ya Leta mengingat nya! itu Brayn musuh dari El dan teman-temannya kemarin.


"Ngapain ni anak kesini," ucap Leta dalam hati lalu membuang muka.


"Ngapain lo?" tanya Leta cuek.


"Gw mau lihat orang yang gw suka disini," jawab Pemuda itu sambil tersenyum.


"Iya udah liat aja sono, gw mau ke kelas," ujar Leta yang hendak pergi namun tangannya langsung ditahan oleh Brayn.


Leta yang melihat tangannya digenggam oleh Brayn pun langsung menghempaskan nya ke udara.


"Jangan nyentuh gw," ucap Leta sinis.


"Sorry gw enggak sengaja, lagian gw belom selesai ngomong lo udah main pergi aja," ujar Brayn.


"Udah sono lo pulang aja dari pada rombongan El sama yang lain ngelihat lo disini bisa abis nanti lo," ucap Leta dengan malas.


"Ciee jadi khawatir," ledek Brayn.


"Dih apaan ni bocah," ucap Leta dalam hati tak senang.


"Udah sekarang lo mau ngomong apa," ujar Leta.


...🙄PANTAUAN ARON🙄...


Aron yang masih di mobil melihat Leta bersama seorang pemuda yang asing, sepertinya pemuda itu bukan siswa disini.


Dia pun curiga saat Leta ingin pergi namun tangannya ditahan oleh pemuda tersebut.


"Wah ngapain tu anak," ucap Aron yang nampak kesal.


Aron pun segera turun dari mobil menghampiri Leta dan juga pemuda asing itu.


"Siapa lo?" tanya Aron sinis.


"Oh iya kenalin gw Brayn calon pacar Leta," ucapnya sambil menyodorkan tangan nya kearah Aron.


"Kaya nya ni anak belom tau gw Abangnya Leta," ucap Aron dalam hati dengan memperhatikan dari atas sampai ke bawah badan Pemuda itu.


"Anak mana lo? ada keahlian apa bisa deketin Adek gw?" Aron sengaja menekan nama 'Adek' disana agar Brayn itu tau jika Leta adalah Adik nya.


"Oh iya ini Abang nya ya? gw anak sekolah Bakti disebelah, keahlian gw enggak banyak cuma bisa membuat Adek lo kelepek-kelepek sama gw liat aja gw bakal buktikan," ujar Brayn dengan percaya diri.


"Tampang lo sih bukan tipe Adek gw banget," balas Aron.


"Mungkin belom sekarang tapi suatu saat nanti," ujar nya yang langsung berjalan dengan santai meninggalkan Leta serta Aron disana.


-


Wah wah ada rencana apa lagi si Brayn mau deketin Leta hmmm...

__ADS_1


Makannya pantengin teruss salam Chococips:3


__ADS_2