IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Sebuah rasa


__ADS_3

Diperkiraan semuanya sudah kumpul di ruangan Aula kepala sekolah pun segera langsung untuk memulai berbicara.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu," ucap Salam dari Pak Hendri terlebih dahulu.


"Waalaikumsalam," balas mereka kompak.


"Baik lah untuk mempersingkat waktu Bapak disini mau mengumumkan jika malam tahun baru kita mau camping bareng dipuncak," ujar Pak Hendri memberitahu.


Semua bersorak gembira mendengarkan pengumuman yang diberikan oleh Pak Hendri dan mereka sangat tak sabar karena sekolah mereka baru kali ini mengadakan Camping saat tahun baru dipuncak pula:v


Enak ya hmm author juga pengen nih:(


"Gimana kalian setuju?" tanya Pak Hendri dengan suara lantang.


"Setuju Pak!!" jawab mereka sangat senang.


"Yaudah nanti kami kasih surat izin, kalian harus mintak izin dulu sama orang tua kalian kalo gak dibolehin inget gak usah pergi ya! mungkin itu aja yang ingin Bapak sampaikan, Bapak akhiri Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu," ujarnya sambil mengasih mic kepada guru yang lain.


"Dah kalian semua boleh masuk ke dalam kelas ya anak-anak semangat untuk belajarnya!" ujar Buk Lili kepada semua murid.


"Iya Buk." mereka segera meninggalkan Aula dan kembali ke kelasnya masing-masing.


Dikelas~


"Woi seru banget kita bakal ngadain camping," ucap Leta antusias.


"Iya gw juga, kayaknya baru angkatan kita deh ya diadain camping gini," sambung Dira tak kalah senang.


"Iya ya ampun gila sih gw seneng banget," ujar Lisya sambil loncat-loncat kegirangan.


"Shutt udah-udah ini jam nya Madam tuh ada orangnya," tunjuk Cia kearah seorang wanita paruh baya membawa sebuah penggaris panjang.


"Eh buset cepet banget tu orang kesini," ucap Dira terkejut melihat kedatangan Madam.


Mereka semua langsung duduk di kursinya masing-masing dan Madam memulai pelajaran nya.


👉Elvano And The Genk👈


"Wah gak nyangka gw bakal ada camping nanti pasti Leta ikut," ucap El dengan sangat senang (Iya lah kapan lagi kan El😋).


"Pasti Dira ikut nih kalo Leta dan yang lain ikut," ucap Ramon dalam hati.


Ramon pun tersadar akan lamunannya dan dia membuang semua pikiran tentang Dira.


"Ngapain gw mikirin tu anak ya Allah Mon sadar," ucapnya lagi didalam hati.


"Pasti itu mah dan lo semua bisa pendekatan lebih dekat sama mereka semua termasuk lo Mon," ujar Kevin sambil mengarah ke arah Ramon yang nampaknya dia sedang berfikir.

__ADS_1


"Hah apa?" tanya Ramon yang seperti orang linglung.


"Tuh kan gak fokus mikirin Dira ya lo Mon hahaha," ledek Kevin kepada Ramon.


"Apaan sih lo kok bawak-bawak nama Dira sih," balas Ramon dengan salah tingkah.


"Udah lah Mon jujur aja, lo pasti lagi mikirin tu Dira pasti ikut kalo rombongannya juga ikut ya gak Mon," sambung Gibran cengegesan.


Ramon seperti dikucilkan saat ini.


"Dih pikiran lo sampai kesitu banget, jangan-jangan lo tu Bran mikirnya sampai kesitu pasti," balas Ramon dengan tertawa untuk menutupi kesalah tingkahnya.


"Eh kok gw sih gw mah gak mikirin sampai kesitu ngapain juga gw suka sama Lisya kurang kerjaan," balas Gibran dengan malas.


"Udah kalian ini kalo mau saling pendekatan gak papa kali nih contoh El dia kalo suka sama orang perjuangin jangan besarin gengsi lo pada," ucap Kevin dengan nada membela El.


El yang merasa dibela pun membusungkan dadanya kedepan dan menepuk-nepuk dadanya menandakan dia sombong.


"Dih," ucap Gibran dan Ramon dengan kompak.


🐣Prov Leta dan teman-teman🐣


"Hahh akhirnya jam Madam kelar juga," ungkap Cia sambil meregangkan ototnya.


"Tegang banget gw waktu di suruh maju haha," tutur Lisya sambil tertawa.


"Eh iya udah bel juga kan tadi yaudah yok buruan," ungkap Cia antusias yang tersadar bahwa sudah waktunya jam istirahat.


Mereka berjalan beriringan menuju kantin, sesekali mereka bercanda dan tertawa. Saat mereka tiba di kantin ternyata semua meja sudah penuh untung saja meja yang ditempati oleh Kevin dan yang lainnya masih kosong jadi mereka terpaksa untuk bergabung dengan mereka.


"Kita mau duduk dimana?" tanya Lisya pada mereka.


"Bentar gw cari."


"Yahh gusy semuanya udah penuh nih," rengek Leta dengan wajah yang kecewa.


"Kita sih tadi telat ke kantinnya, jadi gimana dong?" ungkap Dira sambil menghentakkan kakinya.


"Nahh kita duduk sama mereka aja," tutur Cia sambil menunjuk kearah Kevin dan teman-temannya.


"Males ah... lagi pula nggak enak sama mereka," ucap Leta dengan membalikkan badannya.


"Udah nggak papa santay aja kali," tutur Cia sambil mengibaskan tangannya lalu menggandeng mereka semua menuju meja Kevin berada.


🐼Prov El, Leta dan teman-teman🐼


"Hayy..." sapa Cia dengan senyum yang merekah.

__ADS_1


"Kebetulan semua meja pada penuh, jdi boleh yah kita gabung sama kalian," lanjut Cia sambil menatap kearah mereka.


"Iya nggak papa gabung aja," ungkap Gibran kemudian pindah ke depan Kevin.


"Yeyy oke kita duduk," ucap Cia lalu mereka menduduki kursi masing-masing.


Cia duduk di sebelah Kevin dan disebelah Kevin ada Gibran dan juga Lisya. Didepan mereka El serta Leta dan Ramon dan juga Dira.


"Kalian udah pesen makanan?" tanya Cia kearah Kevin.


"Udah sih tadi," jawabnya sambil melihat kearah penjual bakso.


"Ya udah gw pesenin punya kita dulu, minumnya apaan?" tanya Cia sambil beranjak dari duduknya.


"Samain aja semua biar gampang," ungkap Lisya singkat.


"Okee bentar yah gw kesana dulu," ucap Cia lalu berjalan menuju stan bakso serta Es teh manis.


🍑Prov Elvano & Leta🍑


"Adem banget muka lo Let kalo lagi bengong gini," tutur Elvano yang tengah memandangi wajah Leta.


"Tapi kok muka Leta kayak pucet gitu," tanya El dalam hati. El yang khawatir dengan kondisi Leta pun segera bertanya.


"Let lo sakit? Kok mukanya pucet gini?" tanya El sambil menatap mata Leta dengan serius.


"Hah nggak kok gw sehat-sehat aja," ungkap Leta yang tampak bingung.


"Lo tadi pagi sarapan?" tanya Elvano dengan srius.


"Hehehe enggak," tutur Leta sambil tersenyum kaku.


"Hmm Let lain kali lo sarapan dulu, liat tu muka lo sampek pucet gitu," celoteh Elvano sambil menghembuskan nafas pelan.


"Iya-iya nanti gw sarapan," ujar Leta tak enak hati.


...🍜SESI MAKAN🍜...


"Lama yah nungguin makanan nya?" tanya Cia sambil menaruh nampan berisikan es teh lalu menaruh kepada Cia dan teman-temannya. Sedangkan Bude menaruh semangkuk bakso ke pada para ciwi-ciwi.


"Ini Neng bakso nya," ucapnya dengan ramah.


"Iya Bude makasih," balas Leta sambil tersenyum.


"Tuh makan yang banyak," ungkap El yang tengah melihat kearah Leta.


"Hihi iya lu juga tu dimakan Batagor nya," tutur Leta yang mengulum senyumnya.

__ADS_1


__ADS_2