
"Abang nggak makan?" tanya Leta yang menyadari keberadaan Aron.
"Hehe udah tapi.. gw lupa bawa uang," cengir Aron dengan polos.
"Hemm Abang tumben banget lupa sama uang, nihh.. untung Leta bawa uang lebih," celoteh Leta yang memberikan selembar uang berwarna biru.
El melihat Gavin yang terus menerus memperhatikan kekasihnya itu lalu berdeham untuk menyadarkannya.
"Ekhem tatap terus.." Gavin yang merasa tersindir lalu menyadarkan dirinya dan menatap tajam kearah El begitu juga El.
Aron yang melihat situasi sudah tidak memungkinkan, segera lah Aron mengambil uang ditangan Leta dan pergi ke kasir untuk membayarnya.
"Emm gitu dong makasih yaa Adek Abang yang cantik.." ucap Aron sambil mencium pipi Leta di hadapan teman-temannya.
"Ihh Abang!!!" teriak Leta yang tidak suka saat Aron menciumnya, Aron yang mengerti saat Leta ingin mengamuk dirinya segera berlari menuju ke kasir untuk membayar makanannya.
"Uppss sorry.. dadahh Abang ke kelas dulu!"
Sedangkan Leta masih memasang ekpresi cemberutnya.
"Haha muka lo Let.." ujar Dira tertawa saat melihat muka Leta yang nampaknya sangat malu. Setelah itu mereka melanjutkan makan nya dan langsung kembali ke kelas karena 3 menit lagi sudah memasuki jam pelajaran.
"Woii 3 menit lagi jam istirahat udah abis.." kata Cia yang sedari tadi melihat kearah jam tangannya.
"Yaudah yok kita langsung ke kelas aja," sambung Dira kearah Cia dan yang lainnya.
"Yaudah yok gw bayar dulu."
Setelah mereka membayar makanan, baru lah mereka kembali ke kelasnya masing-masing.
Tet..tet..tet...
Pas sekali saat mereka sudah berada di kelas Leta, bel pun berbunyi. Sebelum memasuki kelas, seperti biasa El mengobrol berdua dulu dengan Leta.
"Kamu belajar yang rajin ya.." ujar El sambil mengelus pucak kepala Leta.
"Iya Let yang rajin biar gak kaya El, hahaha," ledek Gibran yang membuat Cia dan yang lain tertawa.
"Dih nyambung aja lo," celoteh El yang kesal.
"Pulangnya tungguin ini awas aja kalo duluan," kata El lagi kearah Leta.
"Udah ah buruan lama lo," ungkap Kevin lalu menarik tangan El untuk masuk ke kelasnya.
"Lett inget ya!!" teriak El dari kejauhan membuat Leta menggelengkan kepalanya heran.
__ADS_1
...🎀DI KELAS ELVANO🎀...
El, Kevin dan yang lainnya telah sampai di kelas nya lalu segera masuk karena sekarang sudah memasuki jam pelajaran Madam Loli. Madam Loli mengajar Matematika saat di kelas Elvano dan ini yang membuat mereka sangat malas karena selain mata pelajarannya susah, guru yang mereka dapatkan juga sangat bawel yang membuat mereka nambah malas untuk masuk ke kelas.
"Woi pelajaran siapa sekarang?" tanya Elvano kepada Kevin, Ramon, dan Gibran.
"Pelajaran Madam Loli sekarang mah," jawab Ramon yang sangat hapal dengan mata pelajaran di kelasnya, karena yang paling rajin di antara mereka adalah Ramon.
"Dih males banget gw, kabur aja yok," ajak Gibran membuat Ramon mengepalkan tangannya di depan muka Gibran.
"Etss selow.." cengir Gibran saat melihat tangan Ramon yang sudah mengepal seperti ingin menonjok dirinya.
"Iya gw setuju tuh kita kabur aja bosen gw disini mana pelajaran Madam lagi," kata El yang setuju dengan perkataan Gibran.
"Udah lah tinggal ikutin aja pelajaran nya susah banget," ujar Ramon dengan kesal. Ramon adalah patokan mereka saat di sekolah, Ramon juga ingin mengajak teman-teman nya itu bertobat dari sifat malas mereka.
Saat El, Gibran dan juga Kevin ingin berjalan keluar di urungkan karena Madam Loli baru saja datang.
"Mau kemana kalian?" tanya Madam yang berkacak pinggang.
"Ehh Madam hehe ini juga mau duduk kok," balas Gibran yang menyengir.
"Iya Madam ini kita barusan mau duduk," sambung El yang menarik tangan Kevin agar segera duduk di meja mereka.
El, Kevin dan juga Gibran mengurungkan niat untuk bolos. Mereka memilih untuk duduk di kursi mereka masing-masing dan lebih memilih untuk mengikuti pelajaran dari pada mereka bolos bisa-bisa mereka di suruh bersihin toilet.
"Salah sendiri nggak mau dengerin omongan gw," kata Ramon saat mereka duduk.
"Iyee maap dahh kita ngak lagi bolos-bolos," ujar Gibran yang duduk sebangku dengan Ramon.
...📚Kelas Leta📚...
"Woi-woi Buk Eko mau jalan kesini"
"Buru-buru duduk"
"Eh awas dong gw mau duduk"
"Sya pinjem pena dong"
Tapp.. tapp.. tapp
Langkah sepatu Bu Eko mulai terdengar.
"Assalamualaikum.."
__ADS_1
"Waalaikumsalam Bu," saur murid-murid yang sudah duduk di kursi masing-masing.
Bu Eko langsung menaruh tas dan mengeluarkan buku absen, dirinya harus mengecek apakah hari ini ada murid yang tidak masuk dalam kelasnya.
"Siapa yang nggak masuk?" tanya Bu Eko yang membuka absen.
"Nihil Bu..." saut mereka semua dengan kompak.
"Sekretaris tolong catat ini sebentar sekalian sama soalnya juga," kata Bu Eko yang menyodorkan buku kimia kearah gadis yang sedang berjalan kearah depan.
"Yahhh nyatet pasti banyak," rengek Dira yang menidurkan wajahnya.
"Mana pulpen gw sekarat lagi duhh," sambung Cia yang mengecek pulpennya.
"Tenang aja gw bawa cadangan kok," jelas Leta yang membuat Cia mengangkat jempol. Mereka mulai mencatat rumus-rumus yang di catat oleh sekretaris.
"Jam pelajaran saya cuma satu jam ya?" tanya Bu Eko pada mereka.
"Iya Bu.."
"Owh ya sudah kalo gitu hari ini kalian mencatat saja dan pertemuan selanjutnya baru Ibu kasih soal," jelas Bu Eko yang kemudian mulai memasukkan buku-buku ke dalam tas.
"Setelah ini kalian masuk pelajaran apa?" tanya Bu Eko sekali lagi.
"Penjaskes Bu," kata Doni yang menjawab.
"Berarti Pak Roy yah?"
"Iya Bu.." jawab Doni sebagai ketua kelas.
"Tinggal tiga menit lagi yah pelajaran Ibu, kalian lanjut mencatat saja nanti buku nya tolong di kumpul dan taruh di atas meja saya," ungkap Bu Eko yang kemudian keluar dari kelas.
Setelah Bu Eko keluar dari kelas, mereka semua langsung ricuh karena ingin segera mengganti seragam dengan pakaian olahraga.
"Eh Juliett masih banyak ngak tuh catetan?"
"Dikit lagii selesai kok," balas Juliet yang masih terus menulis.
"Yaelahh dari tadi dikit-dikit mulu perasaan gw nggak kelar-kelar," dengus Bintang dengan kesal.
"Ehh cangcorang lo mending diem deh jigong lo bau azab tau nggak," balas Bulan yang sangat jengah dengan tingkah Bintang.
"Sirikk aja lu," balas Bintang yang tidak mau kalah.
"Ehh Bulan.. Bintang kalian berdua itu nggak boleh berantem, nama kalian aja udah jodoh ta..u ntar kalo kalian sama-sama benci kalimat jodoh itu akan berlaku," jelas Dira yang menghasilkan kericuhan seisi kelas.
__ADS_1