
Tak lama bis yang lainnya pun sampai ke puncak dan mereka diperintahkan untuk membangun sebuah tenda yang isi masing-masing tenda orang 2 sesuai dengan pasangan tempat duduk mereka dibis.
Semua murid mulai mendirikan tendanya.
🌵Prov Aron & Gavin🌵
Kebetulan Aron berpasangan dengan Gavin untuk mendirikan tenda dan Aron lupa jika tadi Leta menitipkan senter ditasnya.
Aron pun berniat untuk memberikan senter itu kepada Leta.
"Eh Ron lo mau kemana?" tanya Gavin yang seketika melihat Aron ingin melangkahkan pergi.
"Gw mau anter senter ke adek gw nih nanti dia nyari senter nya lagi," jawab Aron kearah Gavin.
"Ke Leta?" tanya Gavin lagi.
"Ya iya lah Leta siapa lagi adek gw," ucap Aron yang melanjutkan langkahnya.
"Ehh Ron, gw aja sini," ujar Gavin yang langsung menyusul Aron.
"Ngapain lo? mau modus ke adek gw?" tanya Aron dengan nada meledek.
Gavin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu, "Enggak udah sini gw aja."
Gavin mengambil paksa senter dari tangan Aron dan melangkahkan kaki segera menuju ke tenda Leta.
.
.
🐳LETA POV 🐳
Leta dan Cia sedang sibuk untuk mendirikan tenda, Cia yang pamit sebentar untuk mengambil peralatan di tenda Kevin pun meninggalkan Leta yang sementara mendirikan tenda sendirian sampai Cia datang.
Tiba-tiba dari belakang Leta dikejutkan dengan munculnya Gavin secara tiba-tiba dihadapannya Leta.
"Astaghfirullah..." Leta yang terkejut itu pun menghembuskan nafas pelan untuk menetralkan jantungnya.
"Eh maaf gw bikin kaget ya," ujar Gavin tak enak hati karena telah membuat kaget Leta.
"Iya lah orang lo datang tiba-tiba malem-malem gini makek sweater hitam pula," celoteh Leta dalam hati.
"Emm enggak papa kok Kak kaget dikit, oh iya ada apa Kak?" tanya Leta to the point.
__ADS_1
"Oh iya ini dari Aron, dia gak bisa anter jadi gw yang disuruh anter," jawab Gavin sambil tersenyum kearah Leta.
(Alasan tu Let padahal mah Aron bisa anter😝)
"Eh iya Kak makasih ya," ucap Leta yang ingin melangkahkan kakinya namun ditahan oleh Gavin.
"Emm Let," ujar Gavin yang menghentikan langkah kaki Leta.
"Iya Kak?"
"Duh gw harus ngomong apa lagi nih," ucap Gavin dalam hati yang sedang binggung ingin berbicara apa lagi lalu dia menatap mata Leta dalam-dalam lalu dia mengeluarkan sebuah kalimat tanpa sadar.
"Cantik..." ucap Gavin refleks.
Leta yang mendengar nya pun heran dan terkejut apa maksud perkataan Gavin? tetapi Leta tetap berfikir positif.
"A-apa Kak?" tanya Leta kearah Gavin.
"Kamu cantik hehe," jawab Gavin cengegesan.
"Bisa aja Kak Gavin," ucap Leta sambil tersenyum.
"Oh iya kamu sendirian bangun tenda? mau Kakak bantu?" tawar Gavin yang saat itu melihat Leta hanya sendirian bangun tenda.
"Eh gak usah Kak, ini Leta lagi nunggu temen sebentar," jawab Leta yang nampak risih akibat kedatangan Gavin.
Leta melihat Cia sudah pulang pun terlihat lega, sedangkan Cia nampak heran atas kedatangan Gavin.
"Tu orang kok di sini hm nyari masalah sama El ini mah," ucap Cia dalam hati sambil menatap sinis ke arah Gavin.
"Udah?" tanya Leta ke arah Cia dan direspon anggukkan kepala Cia.
"Udah hehehe, eh buruan yok dirikan tendanya keburu banyak nyamuk," jelas Cia yang menyindir Gavin untuk segera pergi.
(Sindiran haluss xixixi)
"Iya nih dikit lagi," balas Leta lalu mereka hendak membenahi tenda.
"Emm mau dibantu nggak?" tawar Gavin pada mereka.
Leta nampak bingung hendak menjawab bagaimana, Cia yang melihat Leta sedang kebingungan pun langsung berbicara.
"Nggak usah Kak kita bisa sendiri kok, makasih tawarannya," tutur Cia dengan tertawa hambar.
__ADS_1
"Owh ya udah kalo gitu gw kembali ke area cowok dulu yah," pamit Gavin pada mereka dan langsung berjalan meninggalkan tenda Leta dan juga Cia.
"Iya Kak," balas mereka dengan kompak.
"Hufft... untung dia cepet pergi," celoteh Cia yang masih melihat kearah Gavin.
"Ngapain sih tu orang pakek kesini?" tanya Cia sambil mengikat tali.
"Nganterin senter gw katanya Bang Aron lagi sibuk gitu," ungkap Leta yang tengah merapikan barang-barang mereka ke dalam tenda.
"Itu pasti alesan dia aja Let, paling juga mau modus sama lo," ucap Cia sambil melepas sepatunya dan duduk disebelah Leta.
🐯Prov Elvano & teman-teman🐯
Sama seperti murid lainnya Kevin dan teman-temannya tengah sibuk mendirikan tenda mereka. Disebelah tenda El terdapat tenda Ramon dan juga Gibran. Disela-sela kegiatan mereka Cia datang ke tenda Kevin untuk mengambil perlengkapannya yang sengaja di titipkan ke Kevin.
"Vin... ada Cia noh," tutur El sambil menyenggol lengan Kevin saat dirinya melihat Cia yang berjalan ke arah tenda mereka. Kevin langsung melihat kearah Cia dengan senyum yang tak pernah pudar bila melihat kekasihnya itu.
"Vin tas gw mana?" tanya Cia yang baru tiba.
"Ada kok bentar gw ambilin," ungkap Kevin lalu mengambil tas milik Cia dan langsung memberikannya.
"Thanks babee... gw balik ke tenda yah kasian Leta sendirian," ujar Cia yang berpamitan.
"Iyaa nanti kita-kita bakal main ke tenda kalian," ungkap Kevin pada Cia. Cia hanya membalas dengan mengacungkan jempol lalu dirinya berlenggang meninggal kan area tenda cowok.
Kevin masih melihat Cia yang sedang berjalan lalu Kevin tak sengaja melihat Gavin yang memasuki area perempuan dan berjalan ke tenda Leta.
"Gila tu orang, eh El liat tuh Ketos main ke tenda Leta," celoteh Kevin dengan nada yang terkejut. Mereka yang terkejut dengan perkataan Kevin pun langsung melihat ke arah tenda Leta berada.
"Wahh cari gara-gara nih orang sama lo El, liat tuh pakek senyum-senyum lagi sama si Leta," tutur Gibran memanasi Elvano. Elvano mulai memanas dengan apa yang dia lihat ditambah lagi perkataan teman-temannya yang menambah emosinya.
(Komporrr teruss)
El hendak menghampiri Leta namun pergelangan tangannya langsung di cekal oleh Kevin dengan cepat.
"Mau ngapain lo?" tanya El yang memancing emosi El.
"Yahh gw mau kesana lah," ungkap El sambil menghempaskan genggaman Kevin dari tangannya.
"Terus lo mau marah-marah nggak jelas? udah liatin aja dulu Leta juga nggak bakal macem-macem," dengus Kevin dengan kesal.
"Makanya El gw bilang apa, di suruh nembak Leta aja lama amat gini kan jadinya," ucap Gibran sengaja mengejek Elvano.
__ADS_1
"Udah santai aja nggak usah gegabah gitu, Leta aja nggak respon sama tu orang," tutur Ramon menasehati. El menghembuskan napas dengan gusar dan dia menyadari bahwa perkataan teman-temannya ini juga ada benarnya.
Ia tidak boleh gegabah lagi pula toh Leta nggak merespon Gavin jadi dirinya masih aman hehe.