IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Tukang moduss


__ADS_3

Pagi harinya matahari bersinar terang, udara yang sangat sejuk di daerah puncak menambah keindahan puncak itu sendiri.


Leta, Cia, Lisya dan Dira pagi ini bangun pagi untuk memastikan semua barang-barang tidak ada yang tertinggal. Begitu pun juga El dan yang lainnya.


๐Ÿ’ƒProv Leta & Cia๐Ÿ’ƒ


"Letaaaaaaaa bantal leher gw kemana yaaa," teriak Cia yang sedang kebingungan mencari barang nya.


"Bantal leher yang mana?"


"Ituloh bantal leher yang gw pakek pas mau kepuncak masa lo lupaa," jawab Cia memasang ekspresi cemberutnya.


"Ohh yang bantal leher Spongebob itu?" tanya Leta memastikan.


"Iya yang itu dimana yaa." Cia sibuk mencari bantal leher nya yang dibantu oleh Leta.


Tiba-tiba suara toa berbunyi menandakan semua murid harus segera kumpul di sumber suara sekarang.


"Duh suara toa si Madam udah bunyi lagi," ucap Leta yang ikut bingung mencari bantal leher milik Cia.


"Emang kemarin lo taruh mana?"


"Ihh gw taruh sini nih dideket tas kita kok sekarang malah gak ada mana itu pemberian Kevin bisa abis deh gw kalo Kevin tau bantal nya itu hilang," jawab Cia yang sekarang sedang cemas.


"Yaudah sih nanti tinggal jelasin aja sama Kevin dah yok kita kumpul dari pada kita kena oceh Madam." Leta segera mengambil tasnya dan langsung keluar dari tenda.


"Dih gw ditinggal tungguin Letaaa," teriak Cia yang langsung menyusul Leta.


...๐ŸŒตKUMPUL๐ŸŒต...


"Assalamualaikum warahmatullahi mawabarakatu," ucap madam dengan suara lantangnya.


"Waalaikumsalam.." jawab mereka dengan kompak.


"Baiklah ini adalah hari terakhir kita disini jadi Madam harap kalian membereskan benar-benar barang kalian jangan ada yang tertinggal paham."


"Siap paham Madam."


"Jika sudah dibereskan, tenda yang kalian bangun kalian bereskan juga jangan ada sampah maupun barang yang tertinggal disini paham!"


"Siapp paham Madam.." semua pun bergerak dan mulai membersihkan tendanya.


Satu persatu mereka sudah membersihkan tenda nya dan langsung masuk ke bis karena jika sudah membersihkan tenda nya harus langsung masuk ke dalam bis.

__ADS_1


"Apakah semua sudah masuk bis?" tanya Madam ke semua siswa.


"Siap sudah Madam.."


"Baiklah sebelum pulang kita akan berkunjung ke kolam renang yang ada dipuncak sini, apakah kalian masih ada stok baju untuk berenang?"


"Ada Madam..." jawab mereka semua.


"Oke bagus." Madam mematikan toa nya dan semua sibuk masing-masing ada yang membersihkan make up, ada yang melihat pemandangan diluar jendela bis, ada yang berfoto selfie dan pastinya ada yang tidur.


Perjalanan menuju ke kolam renang tidak memakan banyak waktu hanya setengah jam saja telah sampai ditempat itu.


Semua siswa maupun siswi sangat senang karena mereka bisa berenang, bermain ditempat wisata itu.


Tidak hanya kolam renang saja disana pemandangan nya sangat bagus untuk berfoto bahkan disana ada toko oleh-oleh agar semua yang berkunjung disana bisa membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang.


...๐Ÿ”† KOLAM RENANG PUNCAK ๐Ÿ”†...


"Wahh gila udaranya sejuk banget disini," ucap Leta yang terkagum dengan tempat wisata ini.


"Iya apa lagi kalo kita berenang bisa-bisa jadi es batu," sambung Dira.


"Heh ya gak lah kalo sampai es batu lebay banget lo," ujar Ramon yang menanggapi omongan Dira.


"Dih nyambung aja lo kalo orang lagi ngomong terserah gw dong," celoteh Dira dengan memanyunkan mulutnya.


"Iya dong.. nggak baik tau kalo ribut-ribut mulu," tutur El dengan sombong.


"Udah-udah kenapa jadi gini sih, yaudah yok yang cewek kita ganti baju dulu," ajak Leta pada Lisya, Dira dan juga Cia.


"Iya yaudah kuy.. Vin gw ganti baju dulu yah," kata Cia sambil menepuk bahu Kevin.


"Iya.. eh kalian ganti bajunya dimana?" tanya Kevin pada mereka.


"Di sana tuh ada tulisannya," ujar Leta dengan menunjuk tempat yang bertulisan 'Toilet perempuan'.


"Kita jagain di depan yah kalian ganti baju aja," usul Elvano dan di setujui oleh mereka.


Leta, Cia, Dira dan juga Lisya langsung masuk kedalam toilet dan mereka bergegas untuk mengganti pakaian karena masih banyak siswi-siswi lainnya yang masih mengantri.


"Ihh enak banget mereka di jagain kayak gitu"


"Swet banget sih mereka"

__ADS_1


"Kak Ramon cakep bener dah"


"Eh Cia sama Kevin masih pacaran yah"


"Bang El ya ampyonnn manis banget"


Begitulah celotehan para siswi yang menatap kagum kearah El dan juga teman-temannya. Saat seperti ini lah yang di gunakan Gibran untuk mencari mangsa, yahh apa lagi kalo tidak modus sama siswi yang berparas cantik.


"Eh ada Aura masih bening ae lu," ujar Gibran sambil menggaruk belakang kepalanya.


"Apasih Bran lo dari dulu nggak berubah masih aja suka modusin orang," ungkap Aura sambil tersenyum kearah Gibran.


"Hehehe virus gw belom ilang-ilang soalnya," ujar Gibran yang menahan senyumnya. Aura salah satu teman SMP Gibran dan juga Ramon.


Setelah beberapa menit Leta dan yang lainnya keluar dari toilet dengan menggunakan baju kaos biasa serta celana pendek. Begitu membuka pintu toilet Lisya langsung menatap kearah Gibran yang sedang berbincang dengan seorang gadis yang tak kalah cantiknya.


"Kita taruh ini dulu," kata Leta sambil menenteng totebag yang berisikan pakaian ganti mereka.


"Yaudah taruh disana aja tas kita juga disana," balas El sambil menunjuk sebuah pondok yang memang di khusus untuk wisata yang berenang di sana.


"Iya kita di sana ajalah ntar kalo misah-misah bisa ilang lagi," lirih Cia sambil mengerutkan alisnya. Mereka langsung menaruh barang-barang dan memesan minuman sambil menikmati pemandangan sekitar.


"Ra lo sama kita aja," ucap Ramon menawari.


"Eh nggak usah kok gw disana aja nggak papa," balas Aura tak enak hati.


"Nggak papa kali santay aja, eh ini kenalin ini temen gw sama Ramon waktu di Smp," ungkap Gibran yang memperkenalkan Aura pada teman-temannya.


"Hayy gw Cia," kata Cia dengan tersenyum sambil bersalaman dengan Aura.


"Gw Leta salam kenal yah."


"Iya gw Aura."


"Gw Dira yang ini Lisya."


"Aura seneng bisa ketemu disini."


"Lisya."


"Emm kita duduk di sana aja sambil ngelanjutin ngobrol nya," kata Dira sambil menunjuk kearah pondok yang tak jauh dari lokasi mereka.


Setelah mereka sampai di pondok, mereka langsung menaruh tas dan juga barang-barang yang mereka bawa.

__ADS_1


"Aura sini duduk sama kita nggak usah malu-malu santay aja," ujar Leta dan langsung menarik tangan Aura.


"Hehe iya-iya," ucap Aura dengan canggung.


__ADS_2