
"Jaket gw ada di motor, biar gw yang ngasih sendiri," kata El yang langsung berdiri dengan sigap.
"Yaudah kalo gitu gw sama Lisya mau beli pembalut buat Leta," ungkap yang kemudian keluar dari kelas IPS 3.
"Gw cabut dulu kalo ada guru izinin gw," ujar El yang langsung bergegas menuju parkiran.
"Untung gw selalu bawa jaket," gumam El disela-sela langkahnya.
🦄Elvano & Leta🦄
Setelah sampai di parkiran El langsung mengambil jaket miliknya dan berjalan menuju toilet perempuan, setelah berada di depan pintu toilet perempuan El melihat sudah ada Dira yang tengah menunggu Leta.
"Dir.. Leta masih di dalem?" tanya El yang ikut khawatir.
"Eh lo El, iya Leta masih nunggu didalem kan pembalutnya lagi dibeli sama Cia," jelas Dira pada Elvano.
"Nih suruh Leta pake jaket gw aja," gumam El yang menyodorkan jaket kulit berwarna hitam itu.
"Iya.. " balas Dira yang menyambut jaket tersebut. Barulah dibicarakan Cia dan juga Lisya sudah datang dengan membawa roti jepang khusus untuk Leta.
"Nih pembalutnya, untung masih ada," celoteh Lisya yang menyodorkan kantong kresek.
Tokk.. Tokk...
"Let.. ini pembalutnya," ujar Dira yang memberitahu.
Ceklekkk..
Leta mengeluarkan tangannya, setelah itu dia menutup pintunya kembali.
"Kelas kalian nggak belajar?" tanya El pada mereka.
"Belajar sih tapi gurunya nggak masuk," jelas Cia pada El.
"Yaudah kalo gitu kalian duluan ke kelas aja, biar gw yang nungguin Leta," mereka saling melempar tatapan dan akhirnya mereka menyetujuinya.
"Yaudah kalo gitu kita kekelas dulu," tutur Dira mengiyakan.
"Ehh nih tolong kasiin ke Leta, itu jamu buat datang bulan supaya perutnya nggak sakit," jelas Cia yang menyodorkan sebotol minuman kiranti pada El.
Setelah Cia, Dira dan juga Lisya pergi. El masi tetap menunggu Leta di ambang pintu, sambil menunggu Leta dirinya menanyakan pada teman-temannya apakah ada guru yang masuk kelas.
...📞 WhatsApp 📞...
...GC SOMPLAK☠️...
^^^Elvano:^^^
__ADS_1
^^^Ada guru nggak? ^^^
Kevin:
Nggak, aman pokonya
^^^Elvano:^^^
^^^Gw mau pacaran dulu hehe^^^
Gibran:
Shombhong amattt
Ramon:
2
Setelah mendengar suara pintu terbuka El langsung memasukan ponselnya kedalam saku, dan langsung menghampiri Leta.
"Masih sakit?" tanya El yang membuat Leta terkejut.
"Astagfirullah... Dira sama yang lainnya kemana?" tanya Leta yang sedikit membuang wajahnya.
"Gw suruh duluan... nihh kata Cia ini jamu biar perut kamu nggak sakit," jelas El yang menyodorkan minuman kearah Leta. Leta mengambil nya dan berjalan meninggalkan El begitu saja tapi El dengan cepat menahan tangan Leta.
"Makasih," balas leta dengan cuek dan berjalan melewati El.
"Kelas," jawab Leta dengan singkat.
"Gw anter," tutur El yang menuntun tangan Leta menuju kelasnya.
Diperjalanan menuju kelas Leta maupun El tidak ada yang membuka suara dan tetap diam. Setelah sampai di kelas El ikut masuk dan duduk disebelah Leta.
"Loh Let udah selesai?" tanya Lisya pada Leta, namun Leta tetap diam dan duduk di kursinya. Cia yang paham maksud dari El pun beranjak dari duduknya dan pindah kesebelah Dira dan juga Lisya.
Setelah duduk El dan Leta masih sama-sama diam tidak ada yang mulai membuka suara membuat Dira, Cia, dan juga Lisya menjadi bingung.
"Pulang bareng gw, ntar gw jemput kekelas," ungkap El lalu beranjak dari duduknya.
"Gw kekelas dulu kalo ada apa-apa langsung hubungi gw," jelasnya dan keluar dari kelas.
🌵ELVANO POV🌵
Disepanjang jalan menuju ke kelasnya Elvano sangat bingung sendiri dengan sifat Leta yang sepertinya cuek dengan dirinya. Apakah tindakan El yang menyueki Leta tadi salah.
"Apa gw salah ngejauh dari Leta," ucap El dalam hati sambil menarik nafasnya pelan. Tak di sangka tiba-tiba dirinya bertemu lagi dengan Vina saat perjalanan ingin kekelas. Rasanya El sangat malas sekali bertemu dengan orang satu ini yang membuat hubungan Leta dan El bertengkar kemarin.
__ADS_1
Vina pun tersenyum saat melihat Elvano, tetapi El hanya bersikap dingin dan sangat cuek terhadap Vina dan melewati Vina begitu saja.
"El tunggu!" teriak Vina kearah El, El yang merasa dipanggil pun seketika berhenti tetapi dirinya tidak ingin menoleh ke belakang dia hanya berhenti saja.
Vina yang melihat El berhenti pun segera untuk menghampirinya, "Hai El."
"Lo dari mana? bukannya ini jam pelajaran ya?" tanya Vina yang seperti sedang basa basi agar menahan El lebih lama dengannya.
"Menurut lo?" tanya El dengan datar dan enggan untuk menoleh ke arah Vina.
"Dari kantor?"
Elvano hanya membuang nafasnya dengan kasar, "Bisa gak lo gak ikut campur urusan gw?"
"Kan gw cuma nanya."
El pun menggenggam tangannya geram atas tingkah Vina, dia pun memutuskan untuk pergi dari hadapan Vina dari pada menambah emosinya lagi.
"Eh El tungguin." Vina pun menyusul El dan berusaha menahannya sebentar, namun kaki Vina tiba-tiba tersandung dan dia lantas terjatuh ke lantai.
"Aduh.." El mendengar rintihan dari Vinaa pun langsung menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya saat dia melihat Vina terjatuh kelantai akibat mengejarnya. El pun segera menolong Vina untuk berdiri dan menuntunnya duduk di kursi panjang dekat kelas Leta.
Tak disangka ada sepasang mata yang memasati mereka berdua saat El yang sebegitu khawatir nya dengan luka Vina.
"Makannya kalo jalan hati-hati, sini gw urut," ucap El dengan cuek tetapi sedikit khawatir.
"Auhh.." rintih Vina yang nampaknya kesakitan.
"Lo si ngeyel banget dibilangin jangan ikut campur urusan gw lo malah tetep ngelotot dasar aneh! dah noh coba gerakin kaki lo," celoteh El yang sembari mengurut kaki Vina.
"Udah agak mendingan makasih ya," ucap Vina dengan tersenyum. Tidak apa-apa jika El menolak cinta Vina, tetapi menurut nya dia akan bisa tetap mengambil El dari Leta.
Elvano merasa dirinya tidak ada kerjaan lagi disini, dia pun langsung bangkit dan berjalan menuju ke kelasnya.
Kali ini Vina cukup untuk mengejar Elvano karena dirinya sudah sangat senang saat Elvano perhatian kepadanya tadi.
...💅DI KELAS💅...
"Lah lo kenapa Let?" tanya Cia yang tiba-tiba saja melihat Leta masuk kembali ke kelasnya.
Leta hanya diam dan menahan tangisannya, dia tidak ingin menangis disekolah dan menjadi pusat perhatian semua orang.
"E-enggak kok Cia.." jawab Leta sambil tersenyum.
"Serius lo gak papa?" tanya Cia lagi yang seperti tidak percaya Leta hanya mengganguk dan tersenyum.
"Lo gak jadi nemuin El?" Kali ini Dira yang mengeluarkan suara duluan.
__ADS_1
"Emm enggak jadi deh perut gw masih sakit banget nih," jawab Leta yang mengelak agar dirinya tidak bertemu El.
Sebenarnya Leta sudah ingin menemui El, tetapi saat dia melihat El sebegitu khawatir nya dengan Vina, niat Leta terhalang.