IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Tempur?


__ADS_3

💙Leta dan Teman-teman💙


"Kitakan mau ke markas mereka, terus lo udah kasih tau Kevin belom?" tanya Leta pada Cia.


"Ehmm belom sih tapi tenang aja mereka nggak bakal marah kok kalo kita kesana," ujar Cia yang tengah fokus pada game Among us di layar gadgetnya.


"Ini kan Alfamart yang lo pada maksud," ucap Lisya sambil memberhentikan mobilnya.


"Iya bener," ucap mereka kompak.


"Gw aja deh yang turun," ujar Leta menawari.


"Kita turun semua aja biar adil, kan kita mau belanja banyak," ucap Lisya sambil membuka sabuk pengaman. Mereka langsung keluar dari mobil dan langsung memasuki minimarket tersebut.


...😈TEMPUR😈...


"Gila lo," ucap Elvano lalu memberikan bogeman tepat dirahang Rio.


Rio yang mendapat serangan secara tiba-tiba itu pun terhanyun kebelakang dengan emosi yang memuncak Rio langsung menyerang El dengan beringas.


"Ehh kunyuk maju lo," ucap Gibran menantang seseorang yang menggunakan gigi behel berwarna hitam pekat.


Lantas pemuda tersebut langsung menghantam tubuh Gibran dengan sebuah kayu balok, dengan gesit Gibran langsung menghindar dan pemukul punggung pemuda tersebut dengan sikutnya yang keras.


"Aghh dasar lo," ucap pemuda itu sambil meringis kesakitan.


"Hah udah cupu penakut lagi, mainnya pakek alat, kayak gw dong," ujar Gibran sambil merapikan rambutnya.


"Banyak omong lo!" ucap pemuda itu lalu menghajar Gibran yang tengah menyisir rambutnya. Gibran yang tidak siap itupun langsung terjatuh dan sudut bibir Gibran mengeluarkan darah segar.


Elvano menangkis serangan yang diberikan oleh Rio, El yang melihat kondisi Rio yang sudah melemah dirinya langsung membabi buta menghajar Rio sampai babak belur.


Brayn yang tak terima bahwa temanya diserang pun langsung membantu Rio untuk berdiri dan Brayn langsung menghantam wajah El, seketika hidung El langsung mengeluarkan darah dan sudut bibirnya sedikit robek karena mendapat pukulan yang secara tiba-tiba.


"Hahaha segitu doang kemampuan lo," ujar Brayn meremehkan.


El langsung mengelap darah yang menetes dari hidungnya, dan langsung membenturkan kepala Brayn lantas Brayn langsung tumbang.


"Dasar lo," ujar El memanas.


Brakkk


"Gw bakal rebut Leta dari lo," ucap Brayn memegangi kepalanya yang terasa pusing.


"Sekali lo nyentuh Leta gw patahin tangan lo," jawab El sambil menarik kerah baju Brayn lalu memukulinya dengan brutal.


Sekarang jumlah lawan sudah berkurang mereka banyak yang sudah kewalahan menghadapi pasukan tengkorak yang jumlahnya lebih banyak.

__ADS_1


"Lo nggak pantes jadi ketua!" ucap Aldi lalu menghantam tubuh Ramon.


"Harusnya gw yang jadi ketua tengkorak bukan lo!" teriaknya lagi dengan diiringi pukulan yang bertubi-tubi ke arah Ramon.


"Lo sadar dong, sapa yang nyuruh lo ber khianat sama tengkorak dan lo lebih milih genk cupu ini," ujar Ramon dengan emosi yang memuncak, Ramon tak bisa menahan emosinya lagi. Dia menghantam tubuh Aldi dengan brutal.


...😋 ALFAMART😋...


"Kita beli snack aja yah," ucap Dira sambil mengambil lima bungkus snack potato.


"Gw ambil minumnya dulu," ujar Lisya dan dibantu oleh Leta.


"Cia lo beli apaan?" tanya Leta sambil menaruh minuman kedalam keranjang.


"Eh Cia kok lo malah milih lollipop," ujar Lisya sambil menepuk bahu Cia.


"Yee kan sekalian soalnya stok gw udah abis," celoteh Cia sambil memilih permen gulanya.


"Yah masih kurang banyak ni makanannya," rengek Dira sambil membawa belanjaannya.


"Gw bantu cari deh," ucap Leta lalu mengambil empat bungkus snack kentang.


"Eh kayaknya udah cukup nih," ujar Leta pada Dira.


"Sini gw aja yang ke kasir, kan uang ceka lo pada ada sama gw," ucap Dira sambil mengambil keranjang dari Leta.


"Dir sekalian lollipop gw yah," ucap Cia sambil memasukkan permen gula miliknya.


...💥MENUJU BASECMP💥...


Mereka pun sudah berada di mobil dan segera berangkat menuju ke markas Kevin dan teman-teman.


Saat mereka sedang menuju perjalanan ke markas mereka melihat segerombolan siswa yang sedang tawuran di gang sempit dekat rumah Leta.


Seketika Lisya menghentikan mobilnya mendadak.


"Kenapa lo Syah?" tanya Leta heran.


"Liat deh kaya nya ada yang tawuran woi di gang situ," tunjuk Lisya.


Cia, Leta, dan Dira pun menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Lisya itu.


"Udah lah biarin yok jalan aja," ujar Dira.


Leta pun memasati satu persatu anggota mereka sepertinya Leta mengenalinya dan benar disitu ada El, Kevin, Gibran dan juga Ramon.


"Tunggu! kalian liat deh disitu ada El, Kevin, Ramon sama Gibran," ujar Leta sambil menunjuk salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Lah iya ada Kevin, gw harus turun nih." Saat Cia ingin membuka pintu mobil tangannya langsung tahan oleh Dira.


"Jangan Cia liat itu bahaya, nanti kita bisa kenapa-napa kalo ikut kesana," ujar Dira menasihati.


"Enggak bisa Dir, Kevin pasti ada alesan kalo dia udah tawuran gini," jawab Cia panik.


"Udah-udah, Cia lo kalo mau keluar sama gw kita harus suruh El sama yang lain pulang," ucap Leta.


"Enggak-enggak kalo satu keluar kita harus keluar, setuju enggak? kita hati-hati jangan langsung gegabah mau samperin mereka langsung," ujar Lisya memberi usul.


"Setuju, ya udah cepetan." Mereka segera keluar dari mobil dan menghampiri El dan teman-teman.


...🔥GANG SEMPIT🔥...


Leta menghampiri El yang sedang menghajar seseorang disana. "El udah El yok pulang ngapain lo disini," ucap Leta sambil menarik tangan El untuk pulang.


El terkejut atas kehadiran Leta disini, tak hanya Leta, El juga melihat Cia, Lisya dan juga Dira disana.


"Ngapain kalian disini? udah pulang Let nanti lo kenapa-napa," ujar El.


Brayn pun bangkit menghampiri El dan juga Leta dia mempunyai satu ide untuk membuat El memanas.


"Oh ini yang namanya Leta, cantik hehe boleh juga lo nyari modelan kaya orang bule gini," ucap Brayn sambil menyolek dagu Leta yang seketika langsung Leta hempaskan ke udara dengan sangat kuat.


El memanas melihat Brayn menggoda Leta seperti itu. "Jangan berani lo sentuh Leta ya!"


"Emang kenapa? ini siapa lo emang? pacar? bukan kan hahahaa," ujar Brayn dengan nada meledek.


"Iya dia pacar gw kenapa lo?" tanya El.


"Yakin? eh lo mau jadian sama ni bocah? mending sama gw Leta cantik.." ucap Brayn sambil menaikan kedua alisnya.


Leta hanya tertunduk takut melihat tatapan yang Brayn yang menurutnya menyeramkan.


"Udah gw bilang jangan coba-coba deketin Leta apa lagi sampai nyentuh dia! ngerti lo hah!" bentak El.


"Lo ngancem? silahkan gw enggak takut,' balas Brayn dengan santai.


El tidak bisa menahan amarahnya lagi lalu dia melayangkan sebuah pukulan tepat di pipi Brayn dan membuat Brayn terpental ditanah begitu saja.


Lalu El menarik tangan Leta untuk menjauh dan menawari Leta untuk pulang bersamanya.


"Let ayok pulang sama gw ini bahaya Let..." ajak El kepada Leta.


"Gw mau pulang kalo lo pulang juga, lo kenapa sih El mau tawuran gini."


"Let gw ada alesan begini, lagian mereka duluan yang nyerang Kevin sampai babak belur gitu, udah gw janji kalo lo udah pulang gw sama temen-temen gw bakal pulang," ujar El memenangkan Leta yang nampak panik.

__ADS_1


"Janji ya?"


"Janji." Leta pun pulang diantar oleh El memakai motor, meskipun gang sempit itu dekat dengan rumah Leta namun El ingin mengajak Leta berkeliling dahulu supaya pikiran Leta lebih tenang.


__ADS_2