IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Resmi!!


__ADS_3

...❤️First Moments❤️...


"Suka?" tanya El pada Leta saat sudah memasangkan kalung.


"Emm iya hihi," tutur Leta malu-malu kemudian Leta memeluk tubuh El untuk pertama kalinya.


Seketika El membeku saat Leta memeluk dirinya dengan kuat, El terkejut saat tubuh Leta bergetar.


"Let kamu kenapa?" tanya El saat merasakan tubuh Leta yang sesegukan.


"Hiks... gw nggak papa kok," lirih Leta sambil mendongakkan kepalanya dan mengusap air mata yang terus mengalir.


"Loh kok nangis," ungkap El dengan mata yang membulat lalu dirinya menghapus air mata Leta dengan lembut.


"Hiks.. Gw cuman terharu aja hihi," celoteh Leta yang masih sesegukan serta di iringi cengiran.


"Utututu haha," tutur El dengan mengusel-ngusel wajah Leta dengan gemas.


"Aaa El muka gw," tutur Leta dengan kesal karena pipi Leta di mainkan oleh El.


"Hahaha... yok kesana pasti mereka udah nungguin kita," ungkap El pada Leta dan mereka berjalan mendekati kearah teman-temannya.


🤩Prov Elta & teman-teman🤩


(Elta itu Elvano Leta ya gaes😋)


Gibran meriuhkan suasana saat melihat keberadaan El dan juga Leta yang sudah mendekat.


"Wahhh gimana El resmi nih?" tanya Gibran kearah El dengan antusias.


"Iya dong," jawab El dengan senyum yang merekah.


"Waduhh pasangan baru niyee," teriak Dira dengan semangat. Sedangkan Leta hanya mengulum senyumnya dan jangan heran bila pipi Leta sudah bersemu merah.


"Cie-cieee yang baru jadian hihi," goda Cia saat Leta duduk di sebelahnya.


"Emm hihi iya," cengir Leta dengan perasaan malu sambil menatap kearah Elvano.


"Mana sosis punya gw?" tanya El ketika dia melihat bahwa mereka semua sedang memakan sosis masing-masing.


"Eh iya... Bang Aron kemana perasaan tadi duduk sama kita?" tanya Leta dengan melirik kearah sekitar.


"Emm itu tadi Bang aron sama Gavin balik ke tenda mereka," tutur Lisya menjelaskan.


Leta yang hendak beranjak dari duduknya berencana ingin menghampiri Aron pun terurung, sebab El lebih dulu mencekal tangannya.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya El pada Leta.


"Mau nemuin Bang Aron," jawab Leta linglung.


"Udah nanti aja, disana ada Gavin ntar dia ganjen lagi sama kamu," celoteh El yang menunjukkan wajah tak suka.


Leta tersenyum sekilas mendengar bahwa El cemburu dengan Gavin.


"Iya-iya nggak jadi kok," tutur Leta dengan lembut lalu kembali duduk di tempatnya.


Jam berjalan dengan cepat tak terasa waktu sudah sangat larut dan api pembakaran mereka pun sudah mengecil, semua guru mengisyaratkan para murid untuk segera beristirahat sebab besok pagi mereka akan berkunjung ke kebun teh.


"Ehmm ya anak-anak karena waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 maka itu waktu bakar-bakar telah usai. Kalian beres kan dulu sampah dan lainnya setelah itu bergegas untuk tidur, tapi sebelum tidur tolong kalian taburkan garam ke sekeliling tenda yah takut nya nanti ada ular atau binatang lainnya... oke mengerti anak-anak?" ujar Pak hendri memberi komando.


"Mengerti Pak..." jawab semua murid dengan kompak.


"Let kita balik ke tenda yah," ungkap El berpamitan.


"Iya.. sebelum tidur jangan lupa baca doa," ucap Leta yang masih menatap kearah Elvano.


"Cia gw juga balik ke tenda yah," ujar Kevin sambil membereskan sisa makanan.


"Iya... kalian duluan aja biar ini semua kita yang beresin," tutur Cia dengan mata yang mulai sayup.


"Leta, Cia kita balik ke tenda yaa," pamit Dira kearah Cia dan Leta yang saat itu sedang menaburkan garam.


"Iya Dira," ucap Cia dari dalam tenda.


Dira dan Lisya pergi meninggalkan tenda Cia dan Leta kebetulan tenda Dira, Lisya berdekatan dengan tenda Leta dan juga Cia.


🦋Prov Dira & Lisya🦋


"Sya garem lu naruh dimana sih," teriak Dira dari dalam tenda.


"Ada di tas bagian depan kok," balas Lisya dengan malas.


"Ketemu gak?" tanya Lisya lagi.


"Enggak mana tuh gak ada." Dira dan juga Lisya saat ini sedang membongkar tas mereka untuk mencari sebuah garam.


"Duh jangan-jangan lupa gw bawak," ujar Lisya sambil menepuk jidatnya.


"Ah payah lo itu kan penting Sya nanti kalo ular masuk gimana lo mau tidur sama ular..." rengek Dira kepada Lisya.


"Heh gila lu siapa juga yang mau tidur sama ular, yaudah kita ke tenda Cia sama Leta aja noh mintak garem," ujar Lisya lalu bangkit namun tangannya ditahan lebih dulu oleh Dira.

__ADS_1


"Malam-malam gini Sya?" tanya Dira yang nampak ketakutan.


"Ya iyalah masa mau pagi nanti sih aneh lo," jawab Lisya dengan kesal lalu keluar dari tenda menuju ke tenda Cia dan Leta.


"Eh Sya! tungguin.." ucap Dira yang langsung menyusul Lisya dengan ketakutan.


"Ciaa Letaaa," ujar Lisya sambil menggoyangkan tenda mereka.


"Sya udah tidur kali," sambung Dira berpegangan dengan tangan Lisya.


"Elah lo ngapa pegang tangan gw kaya mau nyebrang aja," celoteh Lisya ke Dira tetapi Dira tidak menghiraukannya.


"Oi napa," teriak Cia dari dalam tenda dan langsung membuka resleting tendanya.


"Kenapa lo pada?"


"Eh mintak garem dong kami lupa nih bawa garem," ujar Lisya menjelaskan.


"Oh yaudah tunggu bentar gw ambil dulu," ucap Cia yang langsung masuk ke tenda nya.


"Ehh ngapain lo pada kesini lagi?" tanya Leta yang tiba-tiba nongol dari tenda.


"Ini ni gw lupa bawak garem jadi kita mau mintak garem lo sama Cia," jawab Lisya yang direspon anggukan oleh Leta.


"Nih garem nya."


"Makasih kita balik dulu ya bye." Dira dan Lisya pergi meninggalkan tenda Cia dan Leta.


"Lo ngapain sih megangin gw terus Dir lo takut? yaelah masih terang gini lo takut cemen lo," ledek Lisya yang melihat Dira seperti orang ketakutan.


"Kaya gak tau gw aja lo," balas Dira dengan kesal.


Dira dan Lisya mulai menaburi garam kesekitaran tenda nya lalu masuk dan bergegas untuk tidur.


"Sya..." panggil Dira ke Lisya.


"Hmm..."


"Enak ya Leta diperebutin banyak cowok, lah gw gak ada tuh yang mau sama gw hm," ucap Dira sambil memasang ekspresi cemberutnya.


"Dihh lagian lo kaya gini bentuknya mana ada yang mau sama lo penakut gini," balas Lisya dengan nada mengejek.


"Ihh cariin gw cowok apa bosen ni jomblo terus pengen tuh kaya Leta diperhatiin sama El lah gw siapa yang perhatiin gw," ujar Dira dengan kesal.


"Udah lah jangan mikir cowok terus lu nanti jadi budak bucin mau lo dibodohin sama cinta," tutur Lisya menakuti Dira.

__ADS_1


__ADS_2