
"Woi!" teriak Dira sambil mendorong bahu Leta yang membuat Leta menoleh kearah nya sesaat lalu menenggelamkan lagi wajahnya.
"Kenapa sih lo Let? masih ngantuk?" tanya Lisya yang ikutan heran dengan tingkah temannya itu, sebenernya Cia dan yang lain belum mengetahui jika penyebab Leta lesu pagi-pagi ini adalah karena ulah El.
"Di tanyain juga malah diem ni anak," sambung Cia sambil menggelengkan kepalanya.
Leta menarik nafasnya pelan dan mulai menenggakkan kepalanya kembali.
"Gak papa badan gw sedikit kurang enak," kata Leta mengelak.
"Udah sarapan belom lo?" tanya Cia sambil memegang dahi Leta yang menurutnya tidak panas sama sekali, terus kenapa katanya kurang enak badan.
"Gak panas tu wah lo boong ya sama kita, udah cerita aja kenapa? El lagi?" tanya Cia yang sudah menebak pasti ini adalah ulah nya El.
"Enggak kok gw sedikit gak enak badan aja dibilangin, dah diem gw pusing nih," jawab Leta judes yang membuat Cia, Dira dan juga Lisya menahan tawanya ternyata El bisa diandalkan saat membuat Leta marah pagi-pagi.
Cia, Dira dan juga Lisya pun diam tidak ada yang berbicara. Tak lama pun bel berbunyi menandakan sudah masuknya jam pelajaran.
Tettt...tett..tett... jam pelajaran akan segera dimulai
Guru pun mulai berdatangan ke kelas masing-masing, sekarang yang mengajar kelas Leta adalah Madam Loli guru yang paling cerewet saat mengajar di kelas. Madam pun memulai absennya terlebih dahulu dan nama yang di sebut pertama kali adalah Leta karena dia berawalan huruf A.
"Aleta Quenby Elvina," ucap Madam yang mulai mengabsen siswa siswinya di kelas MIPA.
Leta tidak menjawab bahkan dirinya menatap kosong ke depan.
"ALETA!" ucap Madam lagi dengan sengaja menekan nama Leta agar dirinya sadar dari lamunannya.
"Let.. Let.." ujar Cia yang panik saat Leta menatap ke arah depan tetapi beda saat di pikirannya.
Madam pun kesal dan menghampiri Leta dimejanya, lalu mengebrak meja Leta hingga Leta tersadar dari lamunannya.
"Apaan sih lo!" ungkap Leta yang sedari tadi tak menyadari jika ada Madam di depannya. Madam pun nambah emosi lalu menyuruh Leta untuk keluar kelas dan hormat di tiang bendera sampai jam pelajaran Madam habis.
__ADS_1
"Leta! dimana etika kamu! sekarang Madam minta kamu ke lapangan upacara lalu angkat tanganmu untuk hormat sampai jam pelajaran Madam selesai SEKARANG!" ujar Madam yang nampaknya benar-benar emosi.
"Maaf Madam.. Leta kira tadi yang manggil Cia," jawab Leta yang masih menundukkan kepalanya serta jari yang memilin baju sekolahnya.
"Sudahh Madam nggak mau denger alasan kamu lagi, sekarang cepat berdiri di tiang bendera!" tegas Madam yang benar-benar sudah terlanjur emosi.
Leta mau tidak mau harus menuruti perkataan Madam Loli, dia tidak membantah sama sekali. Leta pun keluar kelas dengan muka Lesu dan mulai berdiri dilapangan upacara.
...💃KELAS IPS💃...
Sedangkan kelas Elvano, Kevin, Ramon dan juga Gibran belum ada guru yang masuk dan mengajar disana. Lalu mereka berempat seperti biasa menuju ke kantin terlebih dahulu dengan alasan kepada Toni ketua kelas disana ingin ke toilet.
"Ton.. kami ke luar dulu kalo ada guru yang tanya kemana bilang aja ke toilet," teriak Gibran kepada Toni. Entah di dengar Toni atau tidaknya yang penting Gibran sudah izin.
Mereka melewati koridor sekolah dan tanpa sengaja mereka melihat Leta yang sedang hormat menghadap ke tiang bendera.
"Lah El itu Leta kan?" tanya Kevin sambil menunjuk kelapangan upacara.
"Lah iya woi.. wahh Leta kena hukum guru nih," sambung Gibran.
El masih memandangi Leta dari kejauhan, dirinya ingin menghampiri Leta dan menanyakan bagaimana itu semua bisa terjadi. Tetapi Gibran menahan lengan Elvano.
"Lo mau kemana?" tanya Gibran yang menahan tangan Elvano.
"Nyamperin Leta lah," balas El yang masih dengan santainya. Gibran menghembuskan nafasnya dengan pelan, sepertinya Elvano memang harus di ingatkan setiap detik kalau hari ini mereka semua harus membuat Leta kesal.
"Lo lupa kalo kita harus bersikap cuek sama tu anak," ujar Gibran yang masih memaklum kan Elvano.
"Owh iya yah, hehe gw lupa bro biasalah secara gw kan pacar yang perhatian," jawab El dengan cengengesan.
"Eh.. Leta liat kesini tuh mending kita langsung ke kantin aja," ajak Kevin pada mereka. El dan yang lainnya langsung menoleh kearah Leta namun, El langsung melengoskan pandangannya dan berjalan lebih dulu kearah kantin.
🌞LETA POV🌞
__ADS_1
"Leta! dimana etika kamu! sekarang Madam minta kamu ke lapangan upacara lalu angkat tanganmu untuk hormat sampai jam pelajaran Madam selesai SEKARANG!"
Leta membulat kan matanya saat yang ia lihat bukanlah Cia melainkan Madam Loli. Leta seketika langsung terdiam beku, dirinya tidak tahu harus berbuat apa dan salah satu jalan dirinya harus menuruti hukuman dari Madam.
"Maaf Madam.. Leta kira tadi yang manggil Cia," jawab Leta yang masih menundukkan kepalanya serta jari yang memilin baju sekolahnya.
"Sudahh Madam ngak mau denger alasan kamu lagi, sekarang cepat berdiri di tiang bendera!" tegas Madam yang benar-benar sudah terlanjur emosi.
...🐣LAPANGAN🐣...
Leta menghembuskan nafasnya dengan berat, dirinya melangkah keluar kelas dan berjalan dengan gontai kearah lapangan.
"Apes banget sih gw hari ini," lirih Leta yang sudah berdiri di depan tiang bendera dengan tangan yang sudah hormat.
Sudah beberapa menit Leta berdiri ditengah lapangan dengan keringat yang mulai bercucuran, terlebih lagi keberuntungan tidak berpihak pada Leta karena sang surya sudah berjuntai tinggi dengan cahaya yang lumayan menyengat.
"Huffft tumben banget jam segini udah panas," rengek Leta yang menggerakkan tangannya untuk berkipas.
Tak sengaja Leta menoleh kearah samping dan dirinya melihat El dan juga teman-temannya yang sedang membicarakan sesuatu, saat Leta menoleh kearah mereka seketika El pun juga menatap kearah nya tetapi dengan cepat El membuang wajahnya lalu berjalan dengan santai.
"Loh itu El kan? panti dia mau kesini," kata Leta dengan senyum yang mengembang tetapi senyum itu perlahan menghilang saat El dengan santai berjalan kedepan dan bertingkah seolah-olah tidak melihat dirinya.
Leta memegangi dadanya yang terasa sangat sesak saat melihat El yang seperti tidak memperdulikan dirinya, Leta menundukkan kepala untuk menahan butir-butir air yang mulai menetes dari matanya.
...🥝KELAS MIPA🥝...
"Eh kita terlalu keterlaluan nggak sih sama Leta?" tanya Cia yang sedikit khawatir dengan kondisi Leta.
"Yaelahh nggak papa kali Cia kan cuma sehari doang," ungkap Dira yang menepuk bahu Cia.
"Iya.. lagian ini belum seberapa," sambung Lisya yang menenangkan Cia.
"Silahkan di catat yah, awas jangan sampai tidak ada yang mencatat," tegas Madam Loli yang baru sudah menulis di papan tulis.
__ADS_1
"Eh udah-udah ntar aja bahas Leta nya," ujar Dira yang kembali fokus pada perjalanan.