
Lisya dan Gibran akhirnya diam menikmati makanan nya.
Satu persatu mereka sudah selesai untuk makan dan mereka pamit untuk pulang kerumah nya masing-masing.
Sebelum pulang handphone Leta berbunyi terus menandakan ada notifikasi masuk.
Ting~
Ting~
Ting~
Ting~
Leta pun membuka handphone nya tersebut.
...๐ WhatsApp ๐...
...Brayn...
Brayn:
Hai Let...
Selamat pagii
Udah bangun belum?
Sarapan ya jangan lupaa
Gw baru bangun nih hm sorry yaa
Leta sangat malas membaca pesan dari Brayn tersebut dia langsung mematikan handphone nya, saat ingin mematikan handphone nya tersebut handphone nya diambil langsung oleh El.
El membaca pesan dari Brayn tersebut, sementara Leta sangat cemas bagaimana nanti jika El bertengkar lagi dengan Brayn gara-gara dirinya?
Leta melihat El mengetikkan sesuatu disana entah apa yang diketik oleh El, Leta tidak bisa melihat nya.
Lalu tak lama El mengembalikan handphone Leta tersebut.
"Lain kali jangan dibales atau nanti gw temuin dia," ucap El dengan nada serius.
"Hm iya," jawab Leta dengan penuh rasa khawatirnya.
Leta langsung melihat kearah handphone nya dan disana dia melihat sebuah pesan yang dikirim oleh El.
...๐ WhatsApp ๐...
...+628****...
^^^Leta:^^^
^^^Kagak usah ganggu Leta, Leta cewek gw sekarang!^^^
+628****
Haha ngigau lo?
Leta pun melihat jika nama Brayn sudah dihapus oleh El dan cuma tertera nomornya saja.
"Dasar posesif hm," ucap Leta dalam hati sambil melihat El yang nampaknya anteng-anteng saja.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya El.
Leta hanya diam sementara El nampaknya tertawa entah apa yang lucu dari Leta.
"Yaudah kita pulang dulu ya bye," ujar Gibran.
Lalu Cici Mami Cia pun datang, saat mereka ingin pamit pulang.
"Eh pada mau kemana? Vin?" tanya Cici yang menanyakan ke Kevin dan yang lainnya.
"Eh mau pamit pulang Mi," jawab Kevin tak enak hati.
"Loh cepet banget, itu luka nya udah sembuh kah?" tanya Cici lagi sambil menunjuk lutut Dira.
"E-eh udah kok Tante cuma lecet doang nanti juga sembuh," jawab Dira agak gugup.
"Bener nih? gak mau nginep lagi disini hm? nginep aja disini," Ajak Cici kearah Leta, Dira dan juga Lisya.
"Enggak deh Tan, disuruh semalem aja nginep nya sama Mama nanti Mama khawatir lagi," ujar Leta menjelaskan.
"Gampang Let nanti Mami Cia yang ngomong sama Mama kamu," ucap Cici ke arah Leta.
"Emm enggak eh Tan nanti kapan-kapan aja ya Tan," jawab Leta lagi.
"Ya udah deh janji ya nanti nginep lagi loh kalian," ujar Cici sambil mengangkat jari telunjuknya.
"Iya Tante pasti," ucap Mereka serentak.
"Kalo kami boleh nginep gak nih Mi?" tanya Kevin cengegesan.
"Tuh tidur di gudang sama tikus-tikus sana," jawab Cici dengan melipatkan tangannya ke dada.
"Kok jahat sih Mi," ucap Kevin dengan memanyunkan bibirnya kedepan.
"Ya udah Te kami mau beresin tas dikamar Cia dulu ya," ujar Leta kepada Cici.
"Eh iya sampai lupa kalo gw bawak tas," ucap Lisya sambil menepuk keningnya.
"Lo udah tua?" tanya Ramon cuek.
"Apaan lo suka banget nyambung-nyambung omongan orang," jawab Lisya dengan memalingkan muka nya.
"Kalian ini gak Dira sama Gibran, sekarang Lisya sama Ramon suka berantem heran gw," ucap Leta dengan menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman-temannya itu.
"Lain kayak lo kan Let akur terus sama El hehe," sambung Cia sambil tertawa
"Apaan sih ngawur lo," balas Leta sambil memalingkan wajahnya.
"Hehe biasa aja dong mukanya," ledek Elvano yang tersenyum kearah Leta.
Pulang~
"Udah ah... yok Sya ambil tas," celoteh Leta dengan menahan rasa malunya lalu dirinya menarik tangan Lisya menuju kamar Cia.
"Eh iya-iya," tutur Lisya yang tangannya ditarik oleh Leta secara tiba-tiba.
"Sya tolong ambilin tas gw sekalian," teriak Dira sambil memakan cemilannya.
"Eh biar gw aja yang ngambilin Dir," ungkap Cia lalu menyusul ke atas.
"Kaki lo masih sakit?" tanya Ramon kearah Dira.
__ADS_1
"Emm nggak sih cuman masih perih dikit doang," lirih Dira yang masih fokus kearah cemilannya.
"Nih Dir tas lo," ucap Cia sambil menyodorkan tas milik Dira.
"Maaciwww," tutur Dira sambil menyengir.
"Eh kalian pulang naik apa?" tanya Cia pada mereka.
"Gw ntar di jemput sama Bang Aron," jawab Leta lalu duduk disebelah Elvano.
"Gw sama Lisya, soalnya tadi mobil lagi di bengkel," tutur Dira memberitahu.
Pasalnya Dira dan juga Lisya sebenarnya mereka masih saudaraan.
"Iya tadi Mama lo chat gw kok tenang aja," ungkap Lisya sambil memasang earphone di telinganya.
"Terus lo pada gimana," tanya Cia kearah Kevin dan teman-temannya.
"Kita jalan aja kan deket juga gampang kalo cowok mah," tutur Gibran sambil mengibaskan tangannya.
Tinn... Tinn..
Suara klakson mobil Aron.
"Eh kayak nya itu Bang Aron deh," tutur Leta sambil melirik kearah depan dan mereka juga melihat kearah pandangan Leta.
"Iya bener itu Abang gw, gw duluan yah bye," pamit Leta sambil melambaikan tangan.
"Kita anter sampai depan yah," tutur Cia lalu mereka beranjak dari tempat duduk dan berjalan kearah pintu.
Leta masuk kedalam mobil dan di iringi senyum. "Bang hati-hati," ucap Elvano sambil mengangkat tangannya dan diiringi senyum kearah Leta. Aron hannya menganggukan kepalanya lalu menutup kaca mobil.
"Vin lo udah pesen taksi?" tanya Elvano kearah Kevin.
"Udah... bentar lagi juga kesini," balas Kevin sambil melihat kearah gadgetnya.
"Cia kita pulang yah itu mobil gw udah jemput," tutur Lisya sambil menggendong tas nya.
"Iya kalian hati-hati yah," balas Cia.
"Dir ayok," ajak Lisya sambil menuntun Dira.
"Kita duluan yah," tutur Dira kearah yang lainnya. Lalu mereka masuk kedalam mobil dan meninggalkan pekarangan rumah Cia.
๐ฟProv Leta & Aron๐ฟ
"Katanya cuman kalian aja yang nginep?" tanya Aron sambil melirik kearah Leta.
"Iya emang Bang," balas Leta.
"Terus kenapa bisa ada El sama yang lainnya?" Aron bertanya lagi kepada Leta.
"Lo jangan coba-coba untuk ngibulin gw yah," tunjuk Aron kearah Leta.
"Owh itu yang Abang masalahin," ungkap Leta sambil menganggukan kepalanya.
"Hihi Leta nggak mungkin bohongin Abang lah. Jadi kita itu pagi tadi joging bareng Bang, makanya El sama temen-temennya ada di sana karena mereka juga ikut," jelas Leta kepada Abang nya itu.
"Owhh begono... kirain mereka nginep juga," ungkap Aron sambil menganggukan kepalanya.
"Hihihi Abang pikirannya udah negative aja," ledek Leta kearah Aron.
__ADS_1
"Yee bukan gitu masalahnya lo itu princess Mama ntar gw lagi di bejek-bejek sama Ibu Negara hahaha," ungkap Aron sambil tertawa.
"Iya-iya deh hihihi," ucap Leta sambil melirik kearah Aron dan diiringi gelak tawanya.