IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Kebun teh puncak


__ADS_3

Semua murid sudah berkumpul dan berbaris sesuai dengan kelasnya.


"Baiklah sebelum kita berangkat ada baiknya kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar sampai ditempat tujuan, oke berdoa dimulai." Semua murid berdoa dengan menundukkan kepalanya.


"Berdoa selesai, baiklah mari kita masuk kedalam bis sesuai dengan kelas yang sudah Pak Hendri atur kemarin." Mereka pun segera masuk ke dalam bis.


Satu persatu bis berjalan dengan beriringan.


...✨DIDALAM BIS✨...


Didalam bis Cia dan Leta duduk berdua dibelakang tempat duduk mereka ada Kevin dan juga El, lalu disebelah kiri mereka terdapat Dira dan Lisya lalu dibelakang mereka terdapat Gibran dan Ramon.


Didalam bis mereka bernyanyi bersama-sama hingga mereka tak terasa sudah sampai di kebun teh puncak.


Mereka turun dari bis dengan teratur, sebelum mereka melihat sekitaran kebun teh mereka diatur barisan dahulu oleh Madam selaku guru pengawas untuk berjalan-jalan.


"Oke kita semua udah sampai dikebun teh puncak gimana semuanya? indah bukan? udah gak sabar nih pasti Ibuk udah nebak, tetapi ada syaratnya kalian harus tetep jaga tata krama disini okey," ucap Madam menggunakan Toa.


"Oke siap Madam!" jawab mereka kompak, lalu mereka bergegas untuk melihat keindahan kebun teh.


Pemandangan disana bukan hanya kebun teh saja disana ada beragam pondok untuk tempat duduk dan ada yang jualan makanan juga didekat kebun teh terdapat pemandangan air terjun yang sangat indah.


Itulah mengapa mereka memilih tempat berkunjung disana.


Leta dan teman-teman berfoto-foto disana untuk mengabadikan Momen mereka.


"El foto yok kirim ke Mama," ajak Leta kearah El.


"E-eh tapi.." Belum selesai El berbicara tangan El ditarik langsung oleh Leta.


El masing malu-malu dengan Mamanya Leta, dia hanya takut Mamanya Leta tidak setuju dengannya.


📸 Cekrek cekrek 📸


"Tuh baguskan El," ucap Leta dengan menunjukan foto mereka berdua.


"Sekarang gw mintak Cia fotoin kita."


"Ciaaa!!!" teriak Leta, Cia yang merasa namanya dipanggil pun menoleh dan langsung menghampiri Leta bersama Kevin.


"Kenapa sih Let?" tanya Cia.


"Nih fotoin," ujar Leta yang langsung memberikan handphone nya kepada Cia.


"Dih belom juga gw iyain, yaudah sini gaya lo pada." Lalu Leta dan El bergaya dengan suasana pemandangan yang sangat indah.

__ADS_1


📸 Cekrek Cekrek 📸


"Dah ni, gw mau beli makan dulu yok Vin," ucap Cia langsung memberikan handphone nya dan menarik tangan Kevin.


"Eh mau cari makanan dimana?" tanya Leta kepada Cia.


"Noh disana ada makanan mau ikut?"


"Yaudah yok," ajak Leta dan El hanya mengikutinya saja.


Saat mereka hendak membeli makanan mereka bertemu dengan Dira dan Lisya yang lebih dulu ketempat makanan.


"Eh kalian kita cariin juga ternyata disini udah duluan aja padahal kita udah makan loh," ujar Leta.


"Lo kaya gak tau mereka aja perut karet tuh," sambung Cia sambil tertawa.


"Dih syirik aja lo berdua," ucap Dira dengan memanyunkan bibirnya.


"Eh Gibran sama Ramon mana?" tanya El kearah Dira dan juga Lisya.


"Noh lagi foto-foto," tunjuk Dira ke air terjun.


"Dihh, woiii Gibran Ramon," teriak El memanggil mereka.


Mereka yang asik berfoto pun menoleh akibat teriakan dari El.


...🍜MAKAN BERSAMA🍜...


"Let lo mau pesen apa?" tanya El kearah Leta.


"Emm apa yah, Dir itu yang lo makan apaan?" tanya Leta melihat kearah Dira yang nampak sangat menikmati makanannya.


"Hah ohh ini seblak," ujar Dira menanggapi.


"Yaudah El gw mau seblak juga hihi," ungkap Leta dengan cengengesan.


"Owh oke tunggu disini biar gw yang pesen," tutur El pada Leta dan dirinya langsung menghampiri pondok yang menjual seblak.


"Cia lo nggak pesen?" tanya Leta pada Cia.


"Pesen kok tuh Kevin nya dateng," tutur Cia tersenyum saat melihat kekasihnya itu sedang membawa nampan berisikan makanan mereka.


"Hahh lu berdua foto di sana nggak ngajak-ngajak curang lu," dengus Kevin saat melihat Gibran dan Ramon baru saja duduk.


"Yee maap hehe ntar kita foto lagi deh rame-rame," ujar Gibran sambil menggaruk belakang kepalanya.

__ADS_1


"Mana makanan gw tadi?" tanya Ramon yang melihat sekeliling.


"Nih punya lo, yang ini punya Gibran," tutur Lisya yang menaruh sepiring batagor milik Gibran dan juga Ramon.


"Eh Sya seblak disini nggak berubah yah?" celoteh Dira dengan mata yang membinar.


"Ho'oh... padahal kita kesinikan waktu satu tahun lalu," gumam Lisya dengan menaikkan alisnya.


"Owh jdi kalian udah pernah kesini," ucap Cia dengan antusias.


"Ehm permisi ini pesanan tuan putri sudah datang," celoteh El yang baru saja datang serta membawa 2 mangkuk seblak serta 2 es jeruk.


"Makasi pacar," tutur Leta dengan senyum manjanya yang membuat El uringan. El duduk disamping Leta dan mereka menikmati makan bersama.


"Iya kita pernah kesini waktu SMP kan Sya, mau kerumah Oma jadi mampir kesini dulu deh," ungkap Dira menjelaskan sambil menyeruput minuman yang menyegarkan.


"Owh gitu enak yah kalian sepupu terus sekelas lagi," ucap Leta sambil mengarah ke mereka.


"Sebenernya sih gw nggak sekolah di sini, kemauan gw mau sekolah di deket rumah Oma. Tapi karena Dira sekolah di Nusa Bangsa yah terpaksa gw juga deh," ungkap Lisya menjelaskan.


"Kenapa harus bareng gitu?" tanya Ramon dengan muka datar.


"Yahh karena Oma yang nyuruh, katanya kalo kita satu sekolah biar mudah aja gitu," ujar Lisya memberitahu dan melahap seblaknya lagi.


"Eh kalian udah temenan dari SMP yah? jadi udah akrap banget dong?" tanya Leta pada Gibran, Ramon, El dan juga Kevin.


"Iya udah lama banget sih. Tapi kalo gw sama El udah dari Sd," ujar Kevin sambil mengubah posisi duduknya.


"Wihh berarti udah lama banget yah," ungkap Leta yang memuji persahabatan mereka.


"Terus hubungan lo sama Cia udah brapa lama?" tanya Dira yang penasaran.


(Yahh siapa lagi kalo bukan Dira si kang kepo xixi)


"Kita pacaran dari kelas satu SMP, Alhamdulilah sampai sekarang masih bertahan," ujar Kevin dengan bangga.


"Wahh langgeng banget yah kalian," ucap Leta yang memuji hubungan mereka.


"Gw doain deh semoga lo sama El bisa langgeng kayak kita ya nggak Vin," tutur Cia sambil menyenggol lengan Kevin.


"Aamiin," kata mereka dengan kompak.


"Tenang aja Let kayak nya El udah tobat jadi fakboy hahaha," ledek Gibran sambil menepuk bahu Elvano dengan keras.


"Dasar lu, gw sama Leta serius lah udah capek gw jadi fakboy mulu," ungkap El membela diri sendiri.

__ADS_1


"Yahh liat aja kalo El macem-macem gw bilangin Bang Aron haha," ancam Leta pada El. Dan mereka pun tertawa melihat El yang nyalinya auto ciut.


__ADS_2