
Pelajaran hari ini sudah mereka lewati, El pun seperti biasa menunggu kehadiran kekasihnya itu untuk pulang bareng bersama dirinya.
"Hai El.." sapa Leta yang baru saja keluar dari kelasnya. Elvano langsung memakaikan helm ke kepada Leta dan sesekali Elvano menyubit hidung Leta karena gemas.
"Ihh El sakit tau.." ucap Leta sambil memasang ekspresi cemberutnya. Saat mereka sedang sosweet nya, Vina pun datang menghampiri mereka berdua.
Leta dan Elvano menatap malas ke arah Vina, mau apa lagi sebenernya.
Leta harus bisa menahan amarahnya sekarang saat melihat ada Vina menghampiri dirinya dan juga El.
"Let kamu tenang ya kita lihat dulu ni anak mau ngapain nyamperin kita," ujar Elvano berbicara ke Leta dengan nada pelan dan Leta mengganguk paham apa yang dimaksud El.
"El.." panggil Vina, El yang namanya dipanggil pun langsung menatap Vina malas.
"Ngapain lagi lo kesini?" tanya El yang menyuruh Vina to the point.
"Gw tau El lo gak nerima cinta gw tapi gw akan terus bertahan dan terus meminta kepada lo sampai lo bisa terima cinta gw El.." lirih Vina yang nampaknya menahan sebuah bening-bening air matanya.
"Dasar aneh lo," ucap El yang langsung menghidupkan mesin motornya dan menyuruh Leta untuk naik ke atas motor.
"El!!" teriak Vina yang mengeluarkan semua air matanya saat dia melihat Leta dan Elvano pergi.
Diperjalanan Leta sangat terpikiran dengan perkataan Vina yang ingin terus memperjuangkan cinta El. Apakah secinta itu Vina dengan El?
Elvano melihat Leta dari kaca spion motor yang sedang melamun itu mulai bertanya, "Let kamu kenapa?"
Melihat tidak ada respon dari Leta, Elvano memberhentikan motornya di pinggir jalan. Leta yang masih melamun itu pun tidak menyadari jika sedari tadi El sudah memberhentikan motornya.
"Let?" ucap Elvano sambil melambaikan tangannya ke depan muka Leta untuk menyadarkannya.
"E-eh iya El kenapa? loh kok berhenti?" tanya Leta yang baru sadar dari lamunannya itu.
"Kamu kenapa sih? masih mikirin perkataan Vina tadi?" tanya Elvano heran yang melihat Leta seperti ada yang sedang dipikirkan nya.
"E-enggak kok El.. udah yok jalan lagi," jawab Leta berbohong.
"Udah lah Let aku gak mau kamu ngelamun terus diatas motor bahaya, nanti kalo kamu jatuh gimana," ungkap El kepada Leta.
__ADS_1
"Iya-iya aku gak bakal ngelamun lagi kok," jawab Leta sambil tersenyum.
"Yakin?"
"Iya pacar.. udah yok jalan lagi." Elvano pun menuruti perkataan Leta dia menaiki motornya kembali dan menjalankannya.
Diperjalanan lagi dan lagi Leta masih terpikiran soal Vina, Leta pun berinisiatif untuk bertanya langsung ke El nya siapa tau ada yang di sembunyikan oleh El.
"El aku boleh nanya?" tanya Leta dengan sedikit ragu.
"Boleh dong.. emang mau nanya apa?"
"Emm kenapa Vina suka banget sama kamu? apakah kalian dulu pernah deket? sampai-sampai dia ngejer-ngejer kamu banget," ujar Leta sedikit gugup atas pertanyaannya itu.
"Enggak kok sama sekali gak pernah dekat, dia itu dulu pas di SMP satu sekolah sama aku. Aku waktu itu pernah nolongin dia jadi mungkin dia suka deh sama aku dari situ, aku juga gak ngerti suer deh," jawab El yang menurut Leta El tidak berbohong.
"Kenapa kamu gak pacaran aja sama dia? kan dulu kita gak deket, sedangkan kalian udah saling kenal," sambung Leta lagi kepada El.
"Hehehe apasih Let yang kamu omongin, " tawa El yang heran mengapa Leta mudah sekali untuk goyah.
"Cinta itu nggak bisa di paksa Let, cinta itu tumbuh dengan sendirinya jadi kamu nggak usah lagi untuk mikirin masalah yang tadi yahh," kata El yang menasehati Leta agar tetap terus berfikir secara jernih.
"Udah nggak papa udah tugas aku untuk ngasih arahan yang bener kalo kamu salah dan begitu pun sebaliknya Let, kamu jangan sungkan-sungkan untuk negur aku kalo buat salah sama kamu yahh," kata El yang membuat Leta memanggutkan kepalanya dan menaruh dagunya di atas bahu El dengan senyum yang mengembang.
"Iya pacarr Leta yang paling ganteng sedunia.." ujar Leta yang membuat El tersenyum geli.
"Lagi pula kata Mama emang gitu ujian para pasangan pasti ada hama-hama yang mengacau," ucap Leta dengan memeluk erat tubuh El serta menghirup aropa mint dari parfum El yang sangat Leta suka.
"Nahh tu tahu, tumben pacar El pinter."
"Ihh El mah Leta kan emang pinter," kata Leta yang tidak terima.
"Pinter apa?" tanya El disela-sela menyetirnya.
"Pinter bikin kamu jadi sayang sama aku hahaha," tawa Leta pecah saat ia dengan pd nya mengucapkan kata-kata itu dan membuat El juga ikut tertawa.
__ADS_1
...😈Markas Tengkorak😈...
"Woi nih makanan Mak gw bawain buat lo pada," kata Tio yang menaruh sepiring berisikan tempe mendoan.
"Wihh enak nih pasti," tutur Edo yang baru saja menaruh tasnya.
"Bang Ramon sama temen-temennya belom mampir ke markas yah?" tanya Bima yang sudah mengunyah tempe mendoan juaranya Emak Atik.
"Biasalah mungkin lagi sibuk kan biasanya juga main kesini," kata Tio menasehati.
"Iya lagi pula kemarin kan sekolahan mereka abis toor, huu nggak update lo Bim," sembur Edo yang mendorong tubuh Bima.
"Sembarangan lo gw update terus yah buktinya hari ulang tahunnya Jeje gw ngucapin," ungkap Bima yang tidak terima.
"Jaja Jeje pikiran lu itu semua kayaknya nggak ada yang lain," dengus Edo yang heran dengan temannya satu ini yang mengidolakan selebgram bernama Ajeng itu.
"Huss ribut mulu kerjaannya ini minuman kalian, Emak mau kepasar dulu kalian sekalian jagain warung Emak yah," tutur Emak Atik yang berpesan pada mereka. Markas tengkorak memang berdampingan dengan rumah Tio dan juga warung yang menjadi langganan tempat ngebon bisa mereka lagi melarat.
"Tio anter yah Mak," ucap Tio yang menawari.
"Ya iyalah terus gw mesti sama siapa lagi tong," ujar Emak Atik yang mengguyun Wajah Tio.
"Yahh Do kita jagain warung lagi deh," lirih Bima yang melemaskan tubuhnya.
"Udah tugas kita itu mah, gw udah hapal."
🤡Elvano & Leta🤡
El mengendarai motor dengan kecepatan sedang yahh dirinya ingin berlama-lama bersama dengan Leta. Di sela perjalanan mereka tiba-tiba handphone milik El berdering.
Drtt.. Drtt..
El menepikan motornya dan dengan cepat mengangkat panggilan dari Rena.
...Bundahara📲...
"Hallo Bun eh assalamualaikum"
__ADS_1
📞: "Abangg beliin Ipin bakso bakar"