IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Persiapan


__ADS_3

✨Prov Brayn dan teman-teman✨


Tak hanya rombongan El dan juga Gavin. Brayn telah menyiapkan sesuatu juga untuk Leta dia pun mulai mengabari Nora pasal kado yang akan dia beri untuk Leta.


Brayn sudah menanyakan kado yang dia suruh untuk Nora membelikannya, dan Nora pun berkata semuanya sudah beres. Brayn hanya tinggal mengambilnya saja pulang sekolah ini dirumah Nora.


Sepulang sekolah, Brayn bergegas untuk kerumahnya Nora. Dia sudah tidak sabar apa saja yang disiapkan oleh Nora untuk Leta.


"Woi Bray mau kemana lo buru-buru amat," ujar salah satu teman dari Brayn.


"Biasa masalah percintaan hehe, gw duluan," pamit Brayn sambil memberikan klakson kepada temannya itu. Sesampainya di rumah Nora, Brayn segera menuju ke kamarnya.


Tok..tok..tok


"Masukk!!" teriak Nora dari dalam kamar.


"Jadi gimana? apa yang udah lo beli untuk Leta?" jawab Brayn langsung to the point menanyakan.


"Yaelah sabar dulu napa gw ambil dulu kadonya," ucap Nora sambil bangkit dan berjalan kearah lemari untuk mengambil sebuah kado Leta.


"Nih." Nora pun menyodorkan sebuah kotak hadiah kecil yang sangat cantik. Lalu dengan tak sabar nya Brayn segera membuka kado tersebut. Dan di lihatlah sebuah kalung perak yang sangat cantik yang sangat pas sekali untuk Leta pakai.


"Wahh keren-keren," ujar Brayn memuji Nora.


"Serius?" tanya Nora yang tak percaya.


"Iya lah, ini baru namanya sepupu gw hahaha," jawab Brayn dengan sedikit tawa.


"Gila sih biasanya kan gw diomelin terus sama lo setiap beli kado mantan pacar lo itu," ungkap Nora dengan malas. Saat Brayn ingin memberikan sesuatu dengan mantan pacarnya dulu dia selalu meminta tolong ke Nora, tetapi yang di kerjakan Nora belum sesuai dengan kehendak Brayn. Akhirnya Nora pun selalu di marahi oleh Brayn.


🐊GAVIN POV🐊


Gavin sudah tidak sabar untuk membelikan sebuah kado untuk Leta. Pulang sekolah dirinya membersihkan badan terlebih dahulu, sesudah itu Gavin langsung menuju kerumah Aron.


"Assalamualaikum.." ucap Gavin sambil mengetuk pintu rumah Leta. Dan tak lama salam Gavin pun dijawab oleh seseorang dari dalam rumah.


"Waalaikumsalam.. Eh Gavin cari Aron ya?"


"Emm iya Tante.. Aron nya ada?" tanya Gavin dengan sedikit gugup saat berbicara dengan Mamanya Leta.


"Ada tuh di kamar, kamu masuk dulu gih nanti Tante panggilkan," ajak Sonya yang langsung mengiring Gavin untuk masuk dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar Aron.


Tok...tok...tok


"Abang.." Tak lama pintu kamar pun terbuka terlihatlah Aron yang baru saja mandi dengan rambut yang masih basah.

__ADS_1


"Kenapa Ma?"


"Tu ada Gavin, dah Mama tinggal dulu ya mau masak takut gosong tu masakan Mama." Sonya langsung berlari kecil menuju ke dapurnya karena dia tadi sedang memasak dan takutnya masakannya itu gosong.


Aron pun segera menghampiri Gavin yang sedang duduk sambil memainkan handphone nya.


"Woi cepet banget lo dateng," ungkap Gavin dengan memukul punggung Gavin.


"Iyalah semangat nih gw kalo nyangkut Adek lo mah," jawab Gavin sambil tersenyum mengerikan.


"Yaudah bentar gw mau sisiran dulu." Gavin hanya mengangguk dan Aron kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.


🐿️ARON POV🐿️


Di dalam kamar Aron masih memikirkan kado apa yang cocok untuk Leta, Aron pun berencana membelikan sebuah tas dan sepatu untuk Leta.


"Gw mau beliin apa ya ke Leta.." ucapnya yang masih bingung.


"Tas sama sepatu aja kali ya," ujarnya lagi bermanolog.


"Semoga aja pilihan gw cocok sama Leta," gumam Aron dan mempercepat gerakannya. Setelah selesai menyisir rambut dan memakai sedikit parfum Aron kemudian keluar dari kamar dan melempar senyum kearah Gavin.


"Yok langsung berangkat aja," tutur Aron yang berjalan kearah Gavin. Gavin pun langsung berdiri, sebelum pergi mereka berpamitan terlebih dahulu kepada Sonya.


"Maa! Aron main dulu yah," teriak Aron yang masi berdiri di ruang tamu.


"Yaudah kuyy kita berangkat," ucap Gavin yang bersemangat.


"Kuy.."


Di perjalanan mereka mereka berdua mengobrol tentang Leta.


"Ron.. Leta itu sukanya apa ya?" tanya Gavin secara tiba-tiba.


"Maksud lo?"


"Ya Leta itu suka apa, makanan atau minuman apa kek," jawab Gavin kepada Aron.


"Yaelah Leta mah suka semua," ujar Aron. Aron memang sangat tau dengan kelakuan Leta, semua makanan dia sukai.


"Emm kalo gitu kapan-kapan gw beliin donat deh buat dia," kata Gavin yang membuat Aron tak percaya.


"Iya terserah lo."


🦔Leta dan teman-teman🦔

__ADS_1


Saat ini jam pelajaran telah usai Leta dan yang lainnya bergegas membereskan alat tulis mereka.


"Pulang ini jangan lupa," ujar Dira yang berbicara kearah Cia tanpa suara.


"Siapp," balas Cia yang mengacung kan jempolnya. Seketika Leta menoleh kearah Cia dan dengan cepat Cia menurun kan tangannya.


"Lo pulang bareng El kan?" tanya Cia yang gelagapan.


"Iya, emang kenapa?" tanya Leta yang sedikit bingung.


"Nggak papa gw cuman mastiin doang," balas Cia yang cengengesan.


"Eh kita duluan yah," ucap Lisya yang berpamitan pada Leta dan juga Cia.


"Iya hati-hati," balas Leta dan juga Cia dengan kompak.


Leta dan juga Cia berjalan beriringan menuju parkiran, sesampainya di parkiran mereka sudah melihat El dan juga Kevin yang sudah duduk di motor mereka masing-masing.


"Lama banget kalian," kata Kevin yang menyodorkan helm kearah Cia.


"Yahh biasalah pelajaran Madam," jelas Cia yang mengambil helm dan memakai nya.


"Gw sama Leta pulang duluan yah," ucap El ketika Leta sudah duduk di atas motornya.


"Iya.." jawab Cia dan juga Kevin dengan kompak.


🍩Elvano & Leta🍩


"Mau kemana dulu nih kita?" tanya El saat sedah keluar dari kawasan sekolah.


"Emm nggak tau aku mah ngikut aja," balas Leta yang berpegangan pada jaket El.


"Yaudah kalo gitu kita jalan-jalan kepusat kota aja gimana?" tanya El yang memberi saran.


"Boleh juga tuh."


"Disanakan banyak jajanan pasti kamu suka," sambung El yang sedikit menoleh kearah Leta.


"Hihihi iyaa El.."


"Senyumnya jangan lebar-lebar ntar orang lain bisa terpesona," goda El yang sudah cengengesan.


"Nggak dong kan senyumnya Leta khusus buat Elvano seorang hahaha," balas Leta yang menyenderkan dagunya keatas pundak Elvano.


🍓Cia, Kevin dan teman-teman🍓

__ADS_1


"Yok buruan keluar, Leta sama El juga udah jauh tu," ucap Cia yang menepuk bahu Kevin. Kevin menjalankan motornya ke sebuah indomaret yang tak jauh dari sekolahnya. Ternyata disana sudah ada Lisya, Dira dan juga Ramon beserta Gibran.


"El sama Leta udah jalankan?" tanya Gibran memastikan.


__ADS_2