
🐳Ramon, Gibran & Kevin🐳
"Eh liat tuh ngapain mereka disitu," tunjuk Gibran kearah Cia dan juga teman-temannya.
"Mana gw tahu," balas Ramon acuh.
"Lah lahh itu El, Leta sama Cinta. Jangan-jangan rahasianya kebongkar?" ungkap Kevin yang menyadari bahwa Cia dan teman-temannya sedang menunggu Leta.
"Kayak nya sekarang aja deh kita ngasih tahu mereka kan mumpung Leta lagi sama El," saran Gibran pada Kevin dan juga Ramon.
"Gw setuju," ujar Ramon dan merekapun langsung berjalan kearah sekumpulan ciwi-ciwi rempong itu.
"Kalian ngapain?" tanya Kevin yang membuka suara.
"Astagfirullah ngagetin aja," tutur Dira yang sedikit terkejut dan begitu juga yang lainnya.
"Ngeliat temen lo lagi kepergok selingkuh tuh," jelas Lisya yang menunjuk kearah Elvano.
"Sembarangan lo kalo ngomong," balas Gibran dengn cepat.
"Ehhh emang bener kali!" ucap Dira yang meninggikan nada bicaranya.
"Udah deh kalian jangan banyak omong," ungkap Ramon yang mulai jengah.
"Duhh kalian tuh salah paham," kata Kevin yang mengacak rambutnya.
"Maksudnya?" tanya Cia yang bingung begitupun teman-temannya.
"Huffft nih yah gw jelasin... El itu sama si Cinta lagi ngomongin tentang kejutan buat ulang tahunnya Leta besok," jelas Kevin yang membuat mereka terkejut.
"Hahh? serius lo?" ujar Dira yang menutup mulutnya.
"Eh iya bener gusyy nih liat besok Leta emang ulang tahun," jelas Cia yang menyodorkan layar gadgetnya.
"Berarti selama ini dugaan kita salah dong," celoteh Dira yang merasa bersalah.
"Kalian emang salah besar, orang Cinta itu sepupunya El kok," ungkap Ramon yang menaikan alisnya.
"Berarti pulang sekolah kita harus ke Mall dulu buat beli kadonya," saran Dira pada mereka.
"Iya gw setuju," balas Cia dengan semangat.
__ADS_1
"Tapi inget kalian harus pura-pura nggak tahu dann besok jangan ada satu pun dari kita yang ngucapin Leta bila perlu kalian bersikap jutek," jelas Gibran pada mereka semua agar rencana kejutan yang El rancang berjalan dengan baik.
"Kalo itu mah gampang," sorak Dira yang semangat.
"Emang kita mau ngerayain nya dimana?" kini Lisya yang bertanya.
"Di Cafenya Cinta, kita ngerayainnya malem bareng keluarga Leta sama El juga," jelas Kevin yang memberitahu.
"Oke dehh, gini kan enak jadi kita-kita nggak salah sangka," ujar Cia yang tersenyum kearah mereka.
"Kalian aja yang pikirannya langsung negatif," ungkap Ramon yang melipat tangannya di depan dada.
"Enak aja," dengus Dira yang tidak terima.
"Shutt udah-udah tu liat El sama Leta mau kesini," kata Kevin yang memberitahu.
"Ehh kalian lagi ngomongin apaan?" tanya Leta yang berjalan mendekati mereka dengan diiringi El di sebelahnya.
"Nggak ada kok orang dari tadi kita nungguin lo," jawab Cia yang bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"Cie-cieee kayaknya ada yang udah baikan nih," goda Dira kearah Leta dan juga El.
"Hihi iya ternyata yang tadi itu sepupu nya El namanya Cinta," jelas Leta yang memberi tahu.
"Iya nggak papa santai aja."
"Yaudah kita ke kelas yok," ajak Lisya pada mereka.
"Kita ke kelas dulu yah kan kelas kita beda arah," jelas Cia yang berpamitan terutama untuk Kevin.
"Aku ke kelas dulu," ucap Leta yang tersenyum.
"Iya jaga hati yah," balas El yang membuat Leta tersenyum senang.
🍧Elvano and the gank🍧
"El kita semua udah ngomong ke Cia sama yang lainnya kalo besok itu Leta ulang tahun jadi lo mau bikin suprais," kata Kevin disaat mereka sedang berjalan ingin menuju ke kelas.
"Ya udah bagus deh jadi mereka bisa ngertiin gw," jawab Elvano dengan lega.
"Iya.. oh iya lo ngomongin apa aja sama Cinta tadi?" tanya Gibran yang penasaran.
__ADS_1
"Ya biasa lah tentang tempat yang bakal gw adain untuk Leta."
"Lo sih pakek ngomong di depan kantor lagi sama tu Cinta jadi salah paham kan si Leta," kata Kevin kearah Elvano.
"Ya mana gw tau orang pas gw datang aja tu Cinta udah setop in gw di depan kantor," ujar El yang tak tau apa pun.
Saat mereka mengobrol tentang rencana ulang tahun Leta, Gavin yang tak sengaja mendengar pun ikutan terkejut. Ternyata besok adalah hari ulang tahun Leta. Gavin harus menanyakannya ke Aron sekarang.
🦡GAVIN POV🦡
Gavin berjalan menuju ke kelasnya, sesampainya di kelas dia langsung menemui Aron.
"Ron.."
"Kenapa?" tanya Aron langsung kearah Gavin.
"Besok ulang tahunnya Leta?" tanya Gavin to the point ke Aron. Aron pun seperti berpikir sejenak besok adalah tanggal 14 Februari, itu berarti Leta besok ulang tahun.
"Astaghfirullah gw lupa.. iya besok Leta ulang tahun," jawab Aron yang langsung memukul keningnya kelupaan dengan ulang tahun adiknya sendiri.
"Gimana sih lo ulang tahun Adek sendiri lupa," ujar Gavin sambil menggelengkan kepalanya.
"Ya kan lo tau sendiri gw jarang ngelihat kalender ya mana gw tau lah kalo besok tanggal 14," balas Aron ke arah Gavin.
"Emang kenapa lo nanya ulang tahun Adek gw segala? mau ngerayain lo?"
"Iyaa gw cuma mau kasih kado aja, kalo gw ngerayain kan udah ada pacarnya bisa-bisa gw dicap pelakor oleh mereka haha," ucap Gavin yang membuat Aron tak habis pikir bisa-bisanya dia masih mengejar Leta yang dia tau kalo Leta udah punya pacar.
"Kira-kira adek lo suka apa ya?" tanya Gavin dengan ekspresi seperti sedang berfikir.
"Adek gw mah kalo ada yang ngasih pasti diterima nya," jawab Aron langsung.
"Ya gw mau kado gw ini paling spesial dari yang lain, kalo bisa kado gw dipakek terus sama Leta," ujarnya sambil tersenyum mengerikan.
"Kalo gitu lo kasih aja gelang sama kalung pasti bakal dipakek oleh Leta," ucap Aron memberi saran.
"Oh iya bener juga kata lo, balik sekolah ini gw kerumah lo dan lo harus anterin gw ke Mall untuk nyari kadonya Leta." Aron sangat malas sekali saat diajak ke Mall, tetapi apa boleh buat Gavin adalah temannya dan dia harus menghantar Gavin.
"Ya udah jemput aja gw dirumah," ungkap Aron mengiyakan, dan pembicaraan mereka terhenti saat guru yang mengajar kelas mereka datang.
✨Prov Brayn dan teman-teman✨
__ADS_1
Tak hanya rombongan El dan juga Gavin. Brayn telah menyiapkan sesuatu juga untuk Leta dia pun mulai mengabari Nora pasal kado yang akan dia beri untuk Leta.
Brayn sudah menanyakan kado yang dia suruh untuk Nora membelikannya, dan Nora pun berkata semuanya sudah beres. Brayn hanya tinggal mengambilnya saja pulang sekolah ini dirumah Nora.