IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Akhirnya baikkan


__ADS_3

Leta menuruni tangga dengan gontai dia tak menyadari bahwa sedari tadi El sedang menunggunya di ruang tamu, setelah Leta perhatikan tenyata El sedang berbicara pada Sonya.


Leta yang penasaran pun langsung mendekat dan menguping pembicaraan secara diam-diam, hati Leta berdetak ketika mendengar penjelasan dari Elvano karena disini memang Leta yang salah mengambil keputusan dan bahwa mungkin terlalu kekanak-kanakan.


"Hmm seret banget nih tenggorokan udah kayak lampu merah aja," celoteh Leta saat menuruni anak tangga, namun langkahnya terhenti saat melihat punggung Elvano dari ruang tamu.


"Hah.. kok dia nggak pulang, eh btw kayaknya dia lagi ngomong sama orang deh," ujar Leta yang bermonolog, lalu dirinya berjalan dengan mengendap-ngendap.


"Coba ceritain sama Mama"


"Dihh ngapain tu anak pakek ngobrol sama Mama segala," dengus Leta yang masi kesal dengan Elvano.


"Jadi tadi Leta liat El lagi ngobrol sama cewek tapi sebenernya El juga nggak ada apa-apa sama cewek itu tapi... Leta mikirnya kalo El yang selingkuh."


"Yahh gw kan nggak tau kalo lo cuma ngobrol biasa lagian tu cewek gatel banget," balas Leta yang masih menguping.


"El nggak mungkin selingkuh dari Leta Ma...  El sayang banget sama Leta,  El juga sebenernya udah ngebentak cewek itu tapi yang Leta liat malah kalo El selingkuh."


Seketika Leta bungkam dengan apa yang El katakan begitu menyentuh hati Leta, Leta merasa sangat bersalah dan ia pun tak sengaja mengalirkan air matanya begitu saja.


"Maafin Leta..." gumam Leta yang keluar dari balik tembok dan berjalan dengan pelan kearah El dan juga Sonya. Sonya yang melihat putrinya itu pun langsung memeluknya dan memenangkan putri kecilnya.


"Hikss.. maafin Leta, Leta cuman nggak mau kalo El mainin hati Leta Ma," kata Leta yang sudah menangis di pelukan Sonya. El tersenyum mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Leta.


"Iya Sayang El bakal maafin kok," balas Sonya yang terus mengelus punggung putrinya.


"Tapi Leta udah salah sama El Ma.. Leta udah nuduh El yang enggak-enggak."


"El nggak sejahat itu kok buktinya dia tetep ada disini dan nggak pergi," ucap El dengan lembut dan membuat Sonya menghangat. Ia memutuskan untuk pergi dan membiarkan Leta dan juga El untuk meluapkan semuanya.


"Sayang.. Mama tinggal dulu yah, sekarang kamu butuh ngobrol banyak sama El dan inget pesan Mama. Bagaimana pun keadaannya kalian harus saling percaya satu sama lain," ungkap Sonya yang kemudian beranjak dari duduknya dan pergi menjauh agar mereka berdua bisa leluasa untuk berkomunikasi.

__ADS_1


El mencoba untuk duduk di sebelah Leta, ia menghapus air mata Leta secara perlahan. Leta menatap manik mata El dengan Lekat dan yang Leta temukan disana adalah kesungguhan yang sangat besar.


"Leta.. dengerin aku baik-baik yah," kata Leta yang menghapus air mata Leta dengan penuh cinta. Leta hanya menganggukan kepalanya dan memandang wajah El dengan lekat.


"Gw itu udah sayang banget sama lo dan bagi gw lo itu udah lebih dari cukup Let, dan gw juga udah nggak mau lagi buat mainin hati cewek," jelas El yang meyakinkan Leta. Leta tak bisa menahan air matanya ia langsung memeluk El begitu saja.


"Hikss... El maafin Leta yah Leta juga sayang banget sama kamu."


"Aku bakal nebus kesalahan aku yang di sekolah tadi, gimana kalo malam ini kita jalan-jalan. Gimana mau?" tanya El dan di angguki oleh cepat oleh Leta.


"Iya-iya aku mau," balas Leta dan kemudian tertawa dengan lepas.


"Yaudah sekarang aku pamit pulang dulu ya, Leta ganti baju nanti malem siap-siap kita jalan-jalan okay," ujar El sambil mencubit kedua pipi Leta dengan sangat gemas.


Leta pun cemberut saat El mencubitnya sangat kuat, "Ihhh El!"


Bukannya minta maaf, El malah tertawa karena ulah Leta yang seperti anak kecil saat marah:3


"Ihh udah-udah kamu pulang sana sakit nih pipi aku," celoteh Leta kepada El yang membuat El tidak berhenti tertawa melihatnya.


"Oh jadi kamu ngusir aku nih?"


"E-eh enggak kok El, ihh kamu sih cubitin pipi aku sakit tauk!" ungkap Leta dengan ekspresi cemberutnya.


Mereka yang sedang asik ngobrol berdua seketika Sonya datang kembali ketempat duduk Leta dan juga Elvano.


"Wah Mama denger ada yang udah ketawa-tawa nih, emangnya udah baikan?" tanya Sonya yang ikut senang saat El dan Leta sudah berbaikan.


Elvano dan Leta menatap Sonya dengan malu-malu, mereka bingung harus menjawab pernyataan Sonya seperti apa.


"Loh kok diem," ucap Sonya lagi yang heran melihat Leta dan juga Elvano diam tetapi saling melempar pandangan satu sama lain.

__ADS_1


"Emm Mama bisa aja deh," sambung Leta yang langsung membuka suara.


"Yaudah Tante, eh Mama.. El pulang dulu ya soalnya udah mau sore juga takut dicariin Bunda," pamit El kepada Sonya dan juga Leta.


"Kok cepet banget?"


"I-iya Mama takut dicariin aja sama Bunda dirumah, biasa Ma kalo Bunda mah suka khawatir," jawab El yang tak enak hati saat meminta izin pamit.


"Emm ya sudah kamu hati-hati di jalan ya, inget kalo ada masalah tu diomongin jangan dipendem aja nanti sakit loh," ujar Sonya kepada El dan juga Leta yang saat ini sedang malu-malu didepan dirinya.


"Oh iya salam juga buat Bunda kamu ya." Elvano hanya tersenyum dan mengangguk pertanyaan yang diucapkan oleh Sonya itu.


Sebelum pulang, El mencium punggung tangan Sonya terlebih dahulu. Lalu El segera menjalankan motornya menuju ke arah pulang.


...🍟KEDIAMAN RUMAH ELVANO🍟...


"Assalamualaikum Bunda!!" teriak Elvano yang hatinya sedang berbunga-bunga.


"Waalaikumsalam, eh anak Bunda udah pulang. Hmm hawa-hawanya sihh lagi bahagia banget ya," balas Bunda yang ikut senang saat melihat putranya itu pulang sekolah tidak mengeluh terus.


Elvano saat pulang sekolah selalu mengeluh capek dan pusing alesannya adalah capek karena harus mikir dan pusing karena harus ada tugas hehe:v


"Iya dong Bunda.."


"Kenapa nih biasanya ngeluh capek terus kalo pulang sekolah," ujar Rena dengan nada yang menggoda putra nya itu.


"Biasa Bund habis ketemu Leta dulu tadi pulang sekolah," jawab El tersenyum kearah Rena.


"Pantesan seneng banget kamu, ternyata abis ketemu pujaan hatinya hmm bisa aja kamu El," kata Rena sambil memukul pundak El.


"Ihh Bunda sakit nih." Rena sangat geram dengan anaknya satu ini, menurutnya El tidak seburuk apa yang dia lakukan saat disekolah yang selalu dan selalu mendapat surat panggilan dari sekolah karena ulahnya.

__ADS_1


__ADS_2