IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Awan hitam


__ADS_3

"Loh aku yang lakuin itu kenapa kamu yang jadi gak enak?" tanya Elvano kepada Leta, saat Leta ingin membuka suaranya Elvano segera memotongnya.


"Shuttt dah kamu masuk ke kelas sekarang, urusan Gavin gak usah kamu pikir. Aku ke kelas dulu ya nanti pulang sekolah aku tunggu diparkiran." Sesudah mengucapkan kalimat-kalimat itu Elvano segera melangkahkan kakinya menuju ke kelas.


🦄Elvano and the Genk🦄


El berjalan santai memasuki kelasnya dan dia disambut hangat oleh Kevin dan yang lain. Elvano membuka handphone nya dan mendapatkan pesan lagi dari Brayn.


...+628*****...


+628*****:


Jangan senang dulu bro, urusan kita belum selesai.


Sebelum Leta jadi milik gw, gw akan terus ngejer untuk dapetin dia meskipun gw ditolak beribu kali oleh Leta gw akan pastikan cepet atau lambat Leta akan jatuh ke pelukan gw


"Arghhh!!" umpat El kesal saat membuka handphone nya itu.


"Lo kenapa El?" tanya Kevin yang saling melirik ke arah Gibran dan juga Ramon.


"Ni anak mau nya apasih, kenapa Leta yang harus jadi incaran awas aja kalo sampe tu anak nyentuh Leta gw patahin leher nya," celoteh El tanpa memperdulikan pertanyaan dari Kevin. Kevin, Gibran, dan juga Ramon sangat heran melihat tingkah El itu.


"Woii bro lo kenapa sih." Kali ini Gibran yang menyadarkan El dari emosinya.


"Kalian tau Brayn ada cara baru untuk ngancurin gw, dia gunakan Leta sebagai ancaman kenapa coba harus Leta dasar tu banci beraninya sama perempuan," ungkap El sambil menggaruk kepalanya pusing. El tidak tau harus bagaimana dia melindungi Leta, karena El tau Brayn sangat nekat orangnya. Kalo dia belum mendapatkan apa yang dia mau dia akan terus kejar sampai dia mendapatkannya.


"Gimana kalo Bryan berhasil untuk dapetin Leta.."


"Enggak lah lo tenang aja Leta gak bakal tergiur sama anak modelan kaya Brayn dia kan udah tau sifatnya Brayn itu gimana," ujar Ramon menenangkan supaya El tidak terlalu berpikiran kemana-mana.


"Lagian licik banget tu Brayn pasti dia tau kalo sekarang kelemahan lo itu ada di Leta, makanya dia ngedeketin Leta untuk membuat lo hancur perlahan," ungkap Kevin kepada Elvano.


"Iya lo bener wah gak bisa dibiarin nih kita harus bertindak kasih aja tu orang pelajaran," sambung Gibran yang ikut kesal dengan Brayn.


"Jangan Bran.. sabar aja dulu kita ikutin cara main Genk serigala merah itu, inget kita bukan pecundang yang langsung emosi dan langsung menghajar Brayn dengan cara keroyok dia. Kita harus ikutin alur mereka," jelas Ramon yang menasihati Gibran. Gibran memang orang yang mudah terpancing emosi maka dari itu sudah sewajibnya Ramon sebagai ketua menenangkan anggotanya.

__ADS_1


"Iya lo bener Mon kita harus sabar dan ikut permainan mereka," ucap Kevin setuju dengan perintah Ramon.


🌈Prov Leta dan teman-teman🌈


"Woi kesambet lo Let pagi-pagi udah melamun," ucap Lisya yang melihat Leta melamun sedari tadi padahal Leta baru juga datang.


"Gw bingung nih," jawab Leta dengan nada yang lesu.


"Bigung kenapa?" tanya Cia yang heran.


"Ya tadi tiba-tiba Brayn dateng kerumah gw terus dia ngajak pergi bareng," ucap Leta sambil memanyunkan bibirnya.


"Wah si Brayn itu udah berani ngejemput lo kerumah? perasaan gw nih ya dia itu udah hilang di telan bumi kenapa tiba-tiba muncul lagi," celoteh Dira yang menyambung omongan Leta secara tiba-tiba.


"Yang bener lo Let? terus El tau tentang masalah ini?" tanya Cia dengan menggemprak meja.


"Hemm iya El tau, untung aja Bang Aron yang ngasih tau sama El," jelas Leta yang menidurkan kepalanya ke meja.


"Gw heran deh sama tu anak udah tau lo kan udah sama El, masih juga mau embat pacar orang," celoteh Lisya yang tak habis pikir dengan tindakan Brayn.


"Gw juga nggak tau Sya kenal juga enggak," lirih Leta dengan raut wajah yang kacau.


"Iya Let lo tenang aja kan ada kita," sambung Dira yang ikut menenangkan Leta.


"Udah nanti aja kita sambung lagi tuh Pak Dodi udah dateng," tutur Lisya yang memberitahu mereka.


"Let lo bawa tugas yang kemarin Pak Dodi suruh kan?" tanya Cia yang khawatir kalau Leta lupa membawa tugas praktik mereka.


"Em iya gw bawa," gumam Leta yang mengangguk-angguk kepalanya.


"Mana sini biar gw cek lagi."


...🤯KELAS X.IPS 3🤯...


"Ayo Gibran apa jawabannya?" tanya Bu Rofiah pada Gibran.

__ADS_1


"Jawab yang mana Bu kan itu pertanyaannya ada banyak hehe," cengir Gibran sambil menggaruk belakang kepalanya.


"Ya ampun Gibran.. Ibu kan suruh kamu jawab pertanyaan nomor tiga," ungkap Bu Rofiah yang masih menahan emosi.


"Ibu jangan marah entar kasian dede bayinya ikutan panas," ucap Gibran yang menggundang gelak tawa, Bu Rofiah hanya menggelengkan kepalanya saja sambil terus mengelus perutnya yang membesar serta berkomat-kamit takut bila bayinya tertular virus Gibran.


"Cepet jawab atau kamu mau lari di lapangan sana," tegas Bu Rofiah pada Gibran.


"Haha syukurin lo, udah Bu suruh dia lari aja," kata El yang mengompori.


"Suruh Gibran traktir kita sekelas aja Bu, kan biar dede Ibu ikut makan," teriak Kevin yang menambahi.


"Issh awas lo," tunjuk Gibran kearah Kevin dan juga El tanpa mengeluarkan suara.


"Udah kalian diem.."


"Ayo Gibran sebutkan apa itu isi Sumpah Palapa," kata Bu Rofiah yang masih memegang pinggangnya.


"Emm Sumpah Palapa itu dari Gajah Mada kan Bu?" tanya Gibran dengan cikuk.


"Hemm terus," kata Bu Rofiah membuat Gibran tambah panas dingin.


"Bu kayaknya Ramon tau deh jawabannya coba ibu sama Ramon aja," tutur Gibran yang merayu Bu Rofiah.


"Coba Elvano kamu yang bantu Gibran," tunjuk Bu Rofiah kearah El. El yang  ditunjuk pun seketika menjadi ciut dan gelabakan.


"Loh Bu kok saya, kan Ramon yang disuruh," tolak El yang tidak setuju.


"Udah El jawab aja," ujar Kevin yang mendorong tubuh Elvano.


"Ishh diem lo gw lupa pelajaran itu," dengus Elvano kearah Kevin.


"Ayo El apa jawabannya," desak Bu Rofiah pada Elvano.


"Nahh gw inget... Sumpah Palapa itu seinget saya yah Bu. Gadja mada bersumpah bahwa ia tidak akan memakan rempah-rempah sebelum dia menguasai kawasan di asia tenggara, bener nggak Bu?" jelas Elvano dengan satu tarikan nafas.

__ADS_1


"Nahh itu bener jawaban kamu," kata Bu Rofiah yang memuji Elvano. Elvano yang di puji pun seketika membusungkan dadanya.


"Tuh Vin denger nggak apa kata Ibu tadi," ungkap El yang menepuk dadanya.


__ADS_2