
...🌞Keesokan Harinya🌞...
Elvano sudah siap dengan seragam nya, dirinya sudah tidak sabar melihat wajah kekasihnya itu, pasti Leta sudah menyangka kalo El akan mengasinya kejutan di pagi ini tapi kali ini tidak, El akan bersikap dingin kepadanya karena El dan teman-teman yang lain juga akan bekerja sama membuat Leta kesal seharian ini.
"Udah siap aja Bang?" tanya Rena yang baru sudah membuat nasi goreng untuk mereka.
"Iya dong Bun," jawab El yang kemudian langsung duduk di meja makan.
"Abang Ipin pergi sekolahnya sama Abang yah?" tutur Alvin yang baru saja keluar dari kamar dan sudah memakai seragam TK.
"Ngakk, lo sama Ayah aja," jawab El dengan cepat sambil menyedok nasi goreng kedalam piring nya.
"Yahh Abangg," rengek Alvin yang berusaha menaiki kursi.
"Iyaa Ipin sama Ayah aja yah," rayu Mahendra yang membantu Alvin untuk duduk di kursi.
"Iya lo sama Ayah aja lagian juga biasanya gitu," balas El dengan sengit.
"Hmm yaudah deh Ipin sama Ayah aja, enak naik mobil," tutur Alvin yang memajukan bibirnya.
"Nahh bagus."
"Udah Abang buruan makannya katanya mau jemput Leta ntar telat lagi, tegur Rena yang menyuapi Alvin makan. Setelah beberapa menit melewati waktu sarapan El langsung bergegas untuk menjemput Leta.
"Bun.. Abang pergi dulu yah," pamit El yang kini tengah merapi kan rambutnya.
"Iya kamu hati-hati jangan ngebut-ngebut kalo bonceng anak orang," ingat Sonya pada El.
"Iya Bundahara ku, Yah Abang pergi dulu yah," pamit El pada Mahendra, setelah itu El berjalan kearah garasi dan mengeluarkan motor kesayangannya.
👾LETA POV👾
Leta sudah bangun pagi-pagi sekali karena dirinya tak sabar untuk menunggu kejutan dari taman-temannya di sekolah. Kali ini Leta sedikit mengcerly rambutnya dan memakai sedikit polesan make up natural. Setelah semuanya beres baru lah Leta turun kebawah dengan senyum yang terus mengembang.
Tap.. tap.. tap
Langkah kaki Leta saat menuruni tangga.
__ADS_1
"Good morning semua!" teriak Leta yang kemudian duduk di sebelah Aron.
"Biasa aja dong," balas Aron yang sedikit heran dengan kelakuan adik nya ini.
"Apasih lo gaje banget," jawab Leta yang memutar bola matanya dengan malas.
"Anak mana sih ini Ma? ngeselin banget jadi orang," tanya Aron pada Sonya yang dengan sengaja membuat Leta kesal.
"Sudah-sudah kalian ini masih pagi juga udah mau ribut aja," tegas Sonya yang menaruh sarapan di meja makan. Leta dan Aron kembali diam mereka tidak ada lagi yang membuka suaranya dan langsung melahap sarapan yang sudah Sonya buat untuk mereka semua.
"Ma.. Papa kayaknya bakal pulang telat."
"Emang ada klien baru lagi Pa? tanya Sonya yang melirik kearah suaminya.
"Nggak Ma... Papa cuma ada urusan diluar aja," jelasnya yang di angguki oleh Sonya.
"Kamu pergi sama El kan Let?"
"Iya Pa.. paling juga bentar lagi El dateng," jelas Leta yang memberitahu.
"Let Papa pergi dulu yah," pamit Papa, Leta yang menoleh pun langsung menyalami tangan sang Papa.
"Iya Pa hati-hati yah.. " ungkap Leta yang kemudian duduk kembali. Barulah Papa Leta ingin membuka pintu mobil ternyata El baru saja datang dengan helm fullface andalannya.
"Eh tuh El udah dateng," tunjuk Papa Leta kearah El yang saat itu langsung turun dan menghampiri Papa nya Leta.
"Pagi Om.." sapa El sambil mencium punggung tangan Papa nya Leta.
"Kok Om sih kan kamu manggil Mamanya Leta dengan sebutan Mama kok manggil Papanya malah Om sih, Papa juga dong," jawab Papa Leta dengan tersenyum.
"Hehe iya Pa.. emm kalo gitu El berangkat dulu ya sama Leta takutnya telat," pamit El kepada Papanya Leta.
"Yaudah hati-hati ya.. Letaa Papa duluan," ucap Papa nya Leta yang melambai kearah putrinya itu.
Leta tersenyum dan berharap El menghampiri dirinya dan mengucapkan happy birthday secara langsung, tetapi itu semua hanya hayalan. El tidak sama sekali menghampiri Leta dirinya langsung menuju ke motor lalu memakai helmnya kembali.
Leta sangat heran dengan tingkah El, kenapa El jadi cuek seperti ini dengan Leta. Apakah cuma perasaan Leta saja?
__ADS_1
Leta pun menghampiri El dan menyapanya duluan, "Hai El.."
Elvano tidak menjawab dirinya hanya tersenyum sesaat setelah itu pandangannya kembali fokus ke depan.
"El?"
"Cepetan naik udah siang," jawab El langsung yang membuat Leta tak habis pikir apa yang terjadi pada El hari ini.
Di perjalanan Leta tidak ingin membuka suaranya duluan, dia sudah sangat kesal dengan tingkah El yang cuek kepadanya.
"Awas aja gw cuekkin balik, pasti nanti juga bakal minta maaf," ucap Leta dalam hati.
Sesampainya di sekolah Leta berjalan duluan meninggalkan Elvano dibelakangnya, Leta berharap kekasihnya itu akan menahan tangannya dan meminta maaf kepada Leta. Tetapi lagi dan lagi itu semua hanya hayalan Leta, El lewat begitu saja didepan Leta tanpa memperdulikan dan menganggap Leta itu ada.
"Ihh kenapa sih tu anak!" dengus Leta dengan kesal. Dirinya pun melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke kelasnya, sesampainya di kelas Leta hanya melamun dan melamun atas sikap El hari ini.
"Kenapa sih tu anak," ujar nya lagi yang tak habis pikir.
"Gak tau apa El kalo hari ini itu hari ulang tahun gw, kenapa dia bersikap biasa aja? malahan dia tadi bersikap cuek ke gw.. apa gw ada ngelakuin kesalahan ya.." kata Leta yang sembari seperti memikirkan sesuatu.
"Hemm.. dah lah binggung!" Leta menenggelam kan wajahnya di atas meja dengan kedua tangannya dilipat.
🌈Prov Cia, Dira dan Lisya🌈
Cia yang baru saja datang bersama Kevin langsung berpapasan dengan Dira dan juga Lisya, mereka pun beriringan menuju ke kelas.
Sesampainya di kelas Cia, Dira, dan juga Lisya melihat Leta menenggelamkan wajahnya dengan tangannya diatas meja.
Mereka saling lempar pandang satu sama lain, dan Dira langsung mengagetkan Leta.
"Woi!" teriak Dira sambil mendorong bahu Leta yang membuat Leta menoleh kearah nya sesaat lalu menenggelamkan lagi wajahnya.
"Kenapa sih lo Let? masih ngantuk?" tanya Lisya yang ikutan heran dengan tingkah temannya itu, sebenernya Cia dan yang lain belum mengetahui jika penyebab Leta lesu pagi-pagi ini adalah karena ulah El.
"Di tanyain juga malah diem ni anak," sambung Cia sambil menggelengkan kepalanya.
Leta menarik nafasnya pelan dan mulai menenggakkan kepalanya kembali.
__ADS_1