IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Kejutan dari Gavin


__ADS_3

"Biasa aja kali Dek hahaa. Mata lo mau keluar tuh," jawab Aron sambil tertawa saat melihat ekspresi Leta berubah drastis.


"Kak Gavin makasih ya udah ngerepotin," ungkap Leta yang seperti tidak enak hati dengan Gavin.


"Enggak kok, oh iya gw ada kado untuk lo nih, semoga lo suka ya." Gavin pun menyodorkan sebuah buket bunga dan juga sebuah kotak kecil untuk Leta. Leta menerimanya dengan rasa tak enak hati ternyata Gavin menyiapkan semuanya demi dirinya.


"Apa ini?" tanya Leta yang terfokus pada kotak kecil.


"Emm buka aja." Leta pun langsung membuka kotak tersebut lalu betapa terkejutnya saat dilihat nya sebuah perhiasan gelang dan kalung yang amat sangat cantik.


"Wah terimakasih Kak.." jawab Leta dengan senyum yang mengembang. Gavin sangat senang saat melihat Leta senyum ke arah Gavin seperti itu.


"Iya sama-sama," ujar Gavin dengan senyum kembali kearah Leta.


"Oh iya Dek gw juga punya kado buat lo." Aron langsung mengeluarkan kotak berwarna merah muda itu kepada Leta.


"Emm apa ini Bang?"


"Ya bukak dong nanya mulu lo," ucap Aron kepada Leta.


"Yee dasar nyebelin." Leta segera membuka kado dari Aron tersebut dan Leta tak kalah senang saat melihat Aron memberikan sebuah tas dan juga sepatu yang Leta suka.


"Emm Abang.." lirih Leta yang terharu dengan Aron, Aron sangat mengetahui apa yang Leta suka walaupun mereka sering bertengkar.


Leta dengan ekspresi bahagia nya memeluk Aron dengan sangat kuat. Walaupun ini hari sial Leta dan El tidak mengucapkan happy birthday ke dirinya, dia tetap senang karena sudah di persatukan oleh keluarga yang sangat lengkap dan harmonis.


"Makasih Abang jelek hehe," kata Leta yang masih memeluk Aron.


"Eh udah dong susah nafas ni gw ihh lo meluk nya kuat banget," ujar Aron yang berbohong. Sebenarnya Aron nyaman sekali saat dipeluk Leta.


"Biarin aja."


"Ekhem.. mau juga dong dipeluk hehe," sambung Gavin di sela-sela mereka sedang berpelukan.


"Ehh gw tampol juga lo!" ucap Aron langsung melotot ke arah Gavin saat Gavin mengucapkan kata-kata itu. Tak lama Leta pun melepaskan pelukannya dari Aron.


"Emm sekali lagi makasih ya Kak Gavin.. Bang Aron.." ungkap Leta yang meneteskan air mata haru.


"Dipakai dong kalung sama gelang gw," kata Gavin kearah Leta.


"Iya masa gak di pakai, sini Abang pakein." Aron langsung bangkit dan memasangkan kalungnya di leher Leta.

__ADS_1


🦞Prov Cia, Lisya & Dira🦞


Lisya dan Dira sudah lebih dulu datang di Cafe dekat rumah Leta, tak lama dari Lisya dan Dira, Cia pun datang dengan diantar oleh Kevin.


"Haii Leta belom dateng?" tanya Cia kepada Dira dan Lisya.


"Belum paling bentar lagi, coba nanti gw kabarin dulu," jawab Lisya yang langsung mengambil handphone nya.


...📞 WhatsApp 📞...


^^^Lisya:^^^


^^^Let.. kapan dateng? gw sama Dira sama Cia juga udah datang ni tinggal nunggu lo aja.^^^


Ting..


Leta:


Oh iya sorry gw hampir lupa ini gw mau otw kesana🤭


^^^Lisya:^^^


^^^Yee lo mah lupaan, udah buruan^^^


"Apa kata Leta?" tanya Cia yang penasaran.


"Iya dia katanya lupa tadi, masa sih lupa ihh dasar tu anak untung gw kabarin," jawab Lisya sambil menggelengkan kepalanya.


"Oh iya kasih kado Leta sekarang atau nanti malam aja pas sama El?" tanya Dira kepada Cia dan juga Lisya.


"Ntar malem aja biar samaan bareng Kevin, Gibran sama Ramon juga," saran Cia pada mereka.


"Iya udah kita ntar malem aja, owh ya pesen makanan nya sekarang aja kali ya?" tanya Lisya yang sudah mulai haus.


"Iya sekarang aja gw udah laper soalnya hehehe," balas Dira dengan cengengesan. Tak lama menunggu akhirnya pelayan datang sambil membawakan daftar menu, mereka langsung memesan makanan dan juga minuman.


"Leta pesenin apa yah kira-kira?" tanya Lisya yang sedikit bingung.


"Samain aja kali Sya," balas Dira dengan antusias.


🐝Sonya & Rena🐝

__ADS_1


Sekarang Sonya sudah sampai di sebuah kawasan mall yang cukup terkenal disana, beberapa lama menunggu akhirnya Rena sudah tiba yang turun dari taksi.


"Udah lama yah nunggu nya?" tanya Rena yang berjalan kearah Sonya.


"Enggak kok Jeng.. aku juga baru datang," balas Sonya yang tersenyum kearah Rena.


"Yaudah kita masuk sekarang aja," ajak Rena yang di angguki oleh Sonya.


"Gimana gaun Leta kamu udah pesen atau gimana?" tanya Rena di sela-sela langkah mereka.


"Belum sih Jeng, tapi di butik temen ku ada beberapa gaun yang cocok untuk Leta nanti kamu bantuin aku milihin yang bagus yah," jelas Sonya yang menjinjing tas milik nya.


"Iyaa beres itu mah," jawab Rena yang menepuk bahu Sonya.


"Nahh itu Jeng butik nya," tunjuk Sonya pada butik yang cukup besar dengan gaun-gaun yang terpajang di dinding kaca dengan harga yang lumayan fantastis.


🐻ELVANO POV🐻


"Dek kenapa lo nggak ikut aja sih," lirih El yang menggenggam wajahnya ke sofa.


"Tadi juga Ipin mau ikut Bang tapi nggak di bolehin sama Bunda," celoteh Alvin yang tengah fokus pada tablet.


"Lo jangan minta yang aneh-aneh yahh selagi Bunda nggak ada," ancam El yang kemudian berjalan kearah dapur.


"Iya-iya Abangg... kan cemilan Ipin ada di kulkas jadi Abang nggak usah khawatir," tutur Alvin yang menggerakkan tangannya.


El membuka kulkas dia mengambil salad buah yang entah punya siapa yang penting siapa cepat dia dapat.


"Wehh tumben ada salad buah," tutur El yang mengambil cap besar tersebut.


"Ehmm enak nih pasti," celoteh El yang mulai berjalan ke ruang nonton.


El memakan salad itu dengan santai, sampai Alvin yang tersadar bahwa salaf yang di makan oleh El adalah cemilan miliknya.


"Ehmm enak bener dah," celoteh El yang memejamkan kedua matanya.


"Abang makan apaan sih?" tanya Alvin yang masih tidak di tanggapi oleh Elvano. Alvin yang penasaran pun berdiri dan berjalan menghampiri Elvano.


"Loh Abang! itu kan cemilan Ipin kok Abang yang makan," rengek Alvin yang mulai menangis karena salat buahnya sudah tinggal setengah. El menghentikan aktifitas makannya dia benar-benar tidak tahu kalau salat yang dia makan adalah cemilan milik Alvin.


"Udah-udah jangan nangis orang gw cuman ngobain dikit doang," bujuk Elvano yang mulai gelabakan.

__ADS_1


"Itu salad nya aja udah mau abis eee hiks Bundaa!" rengek Alvin yang duduk di lantai dengan menggerakkan kaki.


"Ehh lo jangan nagis, ini nih masih ada kan orang Abang cuma nyobain dikit doang," jelas El yang menunjuk kan cap tersebut kearah Alvin, tetapi Alvin tetap saja menangis.


__ADS_2