
...Pagi hari⛅...
Elvano terbangun dari tidur nya dia segera untuk mandi membersihkan dirinya lalu menuju ke sekolah. Sebelum kesekolah dirinya memakan sarapan pagi terlebih dahulu.
"Morning Bunda.." ucap El yang sedikit agak lesu.
"Morning Sayang.. eh tunggu-tunggu kok kamu kaya lesu gitu sih dari kemarin," ujar Rena dengan sedikit curiga dengan anaknya itu.
"Enggak papa Bund.. El cuma capek aja," jawab El sambil tersenyum.
"Masa sih capek?" tanya Mahendra yang baru saja siap untuk menuju ke kantor.
"Iya Ayah.."
"Yaudah kamu cepet sarapan nanti kamu telat lagi," perintah Rena kepada Elvano, Elvano pun hanya mengganguk paham dan melanjutkan serapan paginya. Sebenarnya Elvano masih gelisah sampai sekarang karena dirinya tidak mengabari Leta seharian ini, tetapi Leta tidak mengabari dirinya juga sebenarnya apa yang terjadi. Atau kah Leta tidak peduli lagi dengan Elvano?
...🌻DI SEKOLAH🌻...
Leta berjalan santai untuk menuju ke kelas, hari ini perutnya sudah tidak benar-benar sakit lagi moodnya pun agak sedikit membaik ya mungkin ini hormon karena Leta sedang datang bulan maka dari itu kemarin Leta marah-marah terus dengan El.
Mood Leta sedang membaik tetapi pemandangan didepan matanya tidak membaik, karena lagi dan lagi Leta mendapatkan pemandangan yang tidak menyenangkan saat melihat didepan kantor sekolah Elvano sedang mengobrol bersama seorang perempuan yang dia lihat kemarin.
"Apaan sih ini," ujar Leta yang menahan air matanya agar tidak jatuh. Leta terus memperhatikan gerak gerik El saat itu. Leta pun tidak menyadari jika ada Cia, Lisya dan juga Dira yang memperhatikan Leta yang sedang melihat El dan juga seorang perempuan mengobrol didepan kantor.
"Woi liat Elvano gila tu anak," ucap Dira yang ikutan kesal dengan tingkah Elvano yang menurutnya sudah diluar batas.
"Tau gak bersyukur banget jadi cowok udah dapetin cewek yang cantik tapi malah disia-siakan maunya apa sih tu anak," sambung Cia yang sangat kesal terhadap Elvano.
"Wah gak bisa dibiarin nih El." Dira ingin melangkahkan kakinya menghampiri El dengan seorang cewek, tetapi langkahnya diberhentikan duluan oleh Cia.
"Ehh udah lah kita lihatin aja dulu mereka berdua jangan langsung gerebek," ungkap Cia yang masih menggenggam tangan Dira untuk tidak pergi.
"Cia tapi ini udah kelewat bates, tu anak semakin didiemin semakin ngelunjak lo mau Leta disakitin terus begitu sama El?" tanya Dira yang sangat kesal dengan kelakuan Elvano.
"Dira udah deh yang di omongin Cia ada benarnya juga, kali aja Elvano ada omongan penting sama tu cewek kita harus cari tau dulu ada apa sebenarnya. Kalo kita salah nuduh gimana? kita sendiri kan yang malu," kata Lisya yang ikut membela Cia.
__ADS_1
"Hufttt ya udah deh terserah lo pada." Dira pun akhirnya mengalah dan mengikuti semua omongan Cia dan juga Lisya.
"Yaudah sekarang kita samperin Leta ya, kita harus mendukung Leta terus jangan sampai dia down gara-gara masalah ini," ujar Cia memberikan usul. Dira dan Lisya setuju dengan omongan Cia. Bagaimana pun kita tidak boleh berburuk sangka terhadap seseorang sebelum kita tau kebenarannya seperti apa.
Cia, Dira, dan juga Lisya segera menghampiri Leta.
"Let.." panggil Cia sambil tersenyum.
"Eh kalian," ucap Leta yang mulai menghapus air matanya.
"Let yang sabar ya jangan emosi dulu," ujar Dira menenangkan agar Leta tidak menangis.
Cia yang tau maksud dari Leta pun mengelus pundaknya.
"Kita udah liat kok, lebih baik lo samperin El dari pada kita salah mengambil kesimpulan kan," kata Cia yang mendapat anggukan kepala oleh mereka.
Leta berjalan mendekati Elvano, sedangkan Cia, Dira dan juga Lisya memilih untuk menjauh.
"El..." panggil Leta dengan suara pelan, El dan Cinta langsung menoleh keasal suara dan betapa terkejutnya mereka saat menyadari bahwa itu adalah Leta.
"Loh Leta?"
El melajukan motornya dengan kecepatan sedang, pagi ini El harus bertemu dengan Cinta karena dirinya ingin menanyakan apakah semuanya sudah siap karena acara yang El tunggu-tunggu adalah malam besok, hari yang benar-benar sudah dia persiapkan dengan sedemikian rupa.
El memarkirkan motor nya dan dirinya berjalan kearah Cinta.
"Lama banget lo No cape nih gw nungguin," rengek Cinta pada Elvano.
"Yaelahh sabar lu kira rumah gw sama sekolah cuma 5 langkah apa," dengus Elvano yang membenarkan rambutnya.
"Gimana? acaranya besok malem loh," kata El dengan serius.
"Tenang aja sore besok gw sama nyokap yang dekor jadi pasti beres," jelas Cinta yang meyakinkan.
"Hadiah nya udah lo beli kan?" tanya El lagi untuk memastikan.
__ADS_1
"Kalo yang itu mah udah pertama kali gw siapin," ungkap Cinta yang tidak menyadari bahwa sudah ada Leta di sebelah mereka.
🙈Leta, Elvano & Cinta🙈
"El.. "
"Loh Leta?" tutur El yang terkejut begitupun Cinta.
"Dia siapa?" tanya Leta yang menunjuk kearah perempuan disebelah Leta.
"Lo jangan salah paham dulu, g-gw bisa jelasin," ungkap El yang benar-benar panik tetapi Cinta langsung memotong perkataan Elvano dengan cepat.
"Gw Cinta.. sepupunya El," jelas Cinta yang menyodorkan tangannya untuk bersalaman, Leta pun menjabat tangan Cinta.
Leta terdiam saat perempuan yang di depannya ini menyebutkan kata 'Sepupu' ternyata selama ini dugaan Leta salah, dirinya sudah benar-benar tega dengan El dirinya sudah menuduh El yang tidak-tidak.
"Lo Leta kan pacarnya El?" tanya Cinta dengan tersenyum.
"Iya Let dia ini sepupu aku maaf aku lupa buat ngasih tau kamu, ungkap El yang menepuk bahu Cinta.
"El maafin Leta," ucap Leta dengan lirih.
"Selama ini gw pikir lo udah selingkuh tapi ternyata gw salah," sambung Leta yang menundukkan kepalanya.
"Shutt kamu nggak boleh kayak gitu, disini aku juga salah karena nggak ngasih tau sama kamu kalo Cinta itu sepupu aku," jelas Elvano yang memegang kedua pundak Leta.
"Sekarang kamu udah tau kan jadi nggak ada salah paham lagi. Dan yang harus kamu inget kalo Elvano ini sangat-sangat sayang sama pacarnya," ujar El yang mencuil hidung Leta, Leta tersenyum lebar dirinya merasakan sangat lega karena apa yang dia pikirkan kemarin-kemarin itu adalah salah.
"Yahh jadi obat nyamuk deh gw," tutur Cinta yang membuat El melepaskan pelukannya pada Leta.
"Nahh sekarang kalian nggak ada salah paham lagi kan, kalo gitu gw cabut kekelas duluan yah," kata Cinta yang berpamitan pada mereka.
"Cinta.. " panggil Leta sambil memegang pergelangan tangan Cinta. Cinta membalikkan badannya.
"Maafin gw karena udah salah duga," ucap Leta yang di balas senyuman dari Cinta.
__ADS_1
"Iya nggak papa kok."