
...🍩SUASANA KANTIN🍩...
Mereka sekarang sudah duduk di meja yang sama dengan Elvano yang duduk di sebelah Leta serta tangan yang memainkan jari Leta. Mereka menjadi pusat perhatian dengan tingkah Elvano yang membuat siapa saja iri pada Leta.
"El kita di liatin orang dari tadi," gumam Leta yang menahan malunya.
"Udah biarin aja sih Let, biar mereka tau kalo lo itu udah milik gw," tutur El yang membuat hati Leta menjadi hangat dan juga senang.
"Gw sama Kevin pesen makanannya dulu yah," gumam Cia yang mulai beranjak dari duduknya serta tangan Kevin yang setia menggandeng tangan Cia.
"Iya samain aja biar gampang," ucap Ramon yang kembali fokus pada game online miliknya.
"Wey liat sini semua gw lagi bikin story nih," celoteh Dira yang mengarahkan gadgetnya kearah mereka.
"Lo bisa diem nggak," dengus Ramon dengan wajah yang datar.
"Apaan sih Mon sewot banget lo jadi orang," balas Dira yang tetap membuat story.
"Udah Mon biarin aja ngapa sih," tutur Gibran yang tersengeh.
El tetap bermanja-manja pada Leta sedang kan Leta hanya tertawa melihat tingkah El yang seperti anak kecil.
"Nyamuk-nyamukk," kata Gibran yang menggoda El serta Leta.
"Sirik ae lu cari cewek makanya," ucap Elvano yang kembali meledek. Leta hanya tertawa melihat perdebatan kecil antara El dan juga Gibran dengan tangan yang memainkan rambut Elvano.
"Enak banget yah jadi Leta"
"Iya bener"
"Bisa dapet cowok cakep plus romantis lagi"
"Apaan sih biasa aja kali"
"Iya paling juga bentar lagi putus"
Begitulah celotehan orang-orang disekitar mereka.
Setelah menunggu beberapa menit akhrinya Cia dan Kevin datang sambil membawa nampan berisikan makanan serta minuman pesanan mereka.
"Pin.. pin.. makanannya sudah datang," ujar Cia yang menaruh nampan tersebut keatas meja.
Mereka membagikan makanan serta minuman dengan merata, setelah itu mereka langsung makan bersama serta canda tawa menghiasi sesi istirahat.
"Sya Bude nanyain lo nih," kata Dira yang masih menyeruput minuman miliknya.
"Katanya napa handphone lo nggak aktif."
"Bilangin handphone gw lagi di carger," ujar Lisya yang masi santay.
__ADS_1
"Okeoke," balas Dira dan kemudian mulai mengetik di layar gadgetnya.
"Loh kok Dira manggil nyokap lo dengan sebutan Bude?" tanya Gibran yang masi belum konek.
"Yahh karena.. Mamanya Lisya itu Kakak Mama gw," jelas Dira dengan antusias.
"Owh gitu."
"Gitu aja nggak tau," kata Ramon ikut menimbrung.
"Yeee emang gw nggak tau," balas Gibran dengan sewot.
"Eh waktu istirahat tinggal berapa menit lagi?" tanya El pada mereka.
"Tiga," balas Ramon dengan cepat.
"Yaudah kita kekelas yok ntar keburu masuk," ujar Lisya memberi saran.
"Yaudah kita udah bayar juga kan," balas Gibran dan diangguki oleh mereka semua.
"Eh Ron itu adek lo kan," ujar salah satu teman Aron.
"Ho'oh."
"Cantik orangnya, eh gw denger-denger dia pacaran sama si El anak IPS itu," ujar nya lagi.
"Iya... udah seminggu yang lalu sih," balas Aron mengiyakan.
"Cocok apaan orang yang cowok nya playboy gitu," dengus Gavin yang tidak suka bila orang-orang membicarakan El yang cocok dengan Leta.
"Dihh kok lo jadi sensi Vin," ucap salah satu dari mereka.
...🌼 LORONG KELAS🌼...
"Kalian mau langsung kekelas yah?" tanya Kevin pada mereka.
"Iya nih soalnya abis ini pelajaran Bu Madam," ujar Cia yang memberitahu.
"Emm yaudah kita duluan," jawab Kevin kepada Cia.
"Dah Let belajar yang bener ya."
Ucapan manis dari El membuat Kevin, Gibran dan juga Ramon mual mendengarnya.
El, Kevin, Gibran dan juga Ramon segera untuk menuju ke kelasnya. Sedangkan Leta, Cia, Lisya dan juga Dira juga masuk ke dalam kelasnya.
Mereka mengikuti pelajaran tak terasa bel pertanda pulang sekolah telah berbunyi. Seperti biasa El, Kevin, Ramon dan juga Gibran sudah berada di parkiran.
Sedangkan kelas Leta, Cia, Lisya dan juga Dira baru saja keluar dari kelasnya dan menuju ke parkiran.
__ADS_1
✨ELVANO POV✨
El sengaja menunggu Leta dahulu sebelum dia pulang begitu pun juga Kevin, Gibran dan juga Ramon.
Saat sedang menunggu Leta dan yang lain, lagi-lagi El di datangi seorang siswi yang waktu itu ingin mengobrol dengan El.
Saat siswi itu datang saat itu pula Leta datang tetapi, Leta jaraknya masih jauh dari El. Leta seketika melihat seorang perempuan yang menghampiri El dan Leta berhenti seketika.
"Loh Let kenapa berhenti?" tanya Cia yang heran saat melihat Leta berhenti tiba-tiba.
"El ngomong sama siapa ya," jawab Leta sambil terus mengamati El.
"Wah wah gak beres nih," ucap Dira yang ikut panas melihat El dengan perempuan lain.
Elvano terkejut saat siswi ini datang lagi ke El mau apa sebenernya dia ini.
"El.." sapa Vina seorang siswi cantik yang mengaku menyukai El.
"Emm iya kenapa ya?" tanya El yang sedikit cuek.
"Jadi gimana jawabannya?" tanya Vina dengan tersenyum penuh keyakinan.
Sebenernya Vina memang cantik orangnya mempunyai wajah yang sangat manis, tetapi Vina masih kalah cantik dari Leta.
"Jawaban apa?" sambung Leta yang langsung bertanya kepada Elvano.
Elvano kepergok, sekarang dia tidak tau ingin menjelaskan seperti apa ke Leta.
"Emm ini Let jawaban soal tadi ya kan Vin," jawab Elvano dengan ragu.
Vina mengerutkan keningnya, "Ihh El jawaban itu lo mau gak jadi pacar gw, kata nya lo bakal kasih jawaban lewat pesan tetapi lo gak ngechat-ngechat gw tuh."
"Duh ni anak gak bisa di ajak kerjasama apa ya, Leta bisa salah paham kalo gini caranya," ucap El dalam hati.
Leta, Cia dan yang lainnya tidak menyangka jika El bisa berbuat seperti itu, ya kalo misalkan El menolak dia harus ngomong secara langsung tadi kenapa harus di pesan.
"Wahh El parah lo," ucap Gibran yang tak menyangka.
"Iya tau lo mau selingkuh dari Leta? lo mau sakitin temen gw?" tanya Cia yang tak habis pikir dengan El.
"B-bukan itu maksud gw, Let.."
Elvano menoleh ke arah Leta yang saat ini seperti sedang menahan tangisannya dan bersikap biasa saja.
"Emm gusy gw duluan ya Abang gw udah nunggu diparkiran mobil dah," ucap Leta yang langsung pergi meninggalkan Elvano dan yang lain.
Elvano yang melihat Leta pergi pun ingin menyusul nya tetapi tangannya di cekal duluan oleh Kevin.
"Heh mau kemana lo, selesai in dulu sono urusan lo dengan anak ini," ujar Kevin yang ikut emosi dengan perlakuan El.
__ADS_1
Kevin segera menarik tangan Cia untuk menjauh.
"El gw gak nyangka lo mau selingkuhin Leta begitu aja? lo ngomong sama gw udah tobat gimana sih lo dasar gak punya pendirian dahlah capek gw ngomong sama lo," celoteh Gibran yang ikut menyusul Kevin dan yang lainnya.