
🕊️ELVANO POV🕊️
Dari Kejauhan El sedang mengamati gerak-gerik Brayn dan juga Leta, Dirinya ingin melihat apakah Leta merespon nya atau tidak. El sempat memanas melihat Brayn menggenggam tangan Leta barulah Dirinya ingin menghampiri Leta namun terurungkan sebab Aron berada disana, jadi El tidak usah turun tangan.
"Nah itu Leta kebetulan banget, gw tunggu ahh," ucap Elvano yang bersembunyi di balik tembok.
"Ngapain tu anak kesini, dihh pakek nyamperin Leta lagi," celoteh El sambil menahan emosinya.
"Kita liat dia di respon apa nggak," ucap El tetap fokus memperhatikan Leta serta Brayn.
"Syukurin di cuekin kan lo hahaha," ujar El yang tertawa melihat kearah mereka.
Dari parkiran Gibran serta Ramon mengamati tingkah El yang tiba-tiba tertawa sendiri.
🌊Prov Gibran, Ramon, dan Elvano🌊
"Mon liat temen lu ketawa sendiri," ucap Gibran sambil berjalan kearah Elvano.
"Banyak beban hidup kali makanya jadi oleng kayak gitu," ujar Ramon sambil mengikuti arah langkah mereka.
"Woii El lo ngapain ketawa sendirian kayak gini?" tanya Gibran sambil menepuk bahu El.
"Buju busett ngagetin aja lu," ucap El sambil memegangi dadanya..
"Tu liat Brayn di cuekin sama Leta," ucapnya sambil menunjuk kearah Leta serta Brayn menggunakan dagunya.
"Eh liat woi Brayn megangin tangan Leta itu," ucap Gibran sambil menunjuk kearah Leta, lantas mereka semua menoleh.
"Nggak bisa di biarin nih," ujar El memanas sambil menggempal kan kedua tangannya, barulah El melangkah kan kakinya tetapi di cegah oleh Ramon.
"Udah lo diem aja disini, itu ada Bang Aron," ucap Ramon sambil menghadang tubuh Elvano.
🦄LETA POV🦄
"Untung aja ada Abang kalo nggak pasti Dia udah ngapa-ngapain Leta deh," ucap Leta masih melihat tubuh Brayn dari kejauhan.
"Siapa tu orang kok bisa kenal sama lo?" tanya Aron serius.
"Mana Leta tau udah ah Bang Leta mau masuk byee," jawab Leta sambil melambaikan tangannya lalu memasuki perkarangan sekolah.
"Pulang sekolah tunggu abang di pos satpam oke," teriak Aron dari kejauhan lalu dirinya memarkirkan mobil.
🦖Prov Elvano dan teman-teman🦖
"Leta mau kesini nih," ucap Gibran dengan antusias.
"Eh eneng Leta, good morning," sapa Gibran sambil tersenyum.
__ADS_1
"Eh kalian, bisa berangkat pagi juga ternyata," ucap Leta sambil tersenyum.
"El kita ke kelas duluan yah," ujar Ramon sambil menepuk bahu El lalu diiringi oleh Gibran.
💙Prov Leta & Elvano💙
"Let mau gw anter?" tawar El sambil menatap mata Leta.
"Boleh-boleh," jawab Leta sambil mengangguk lalu mereka berjalan beriringan untung suasana sekolah masih tidak terlalu ramai.
"Mana tangan lo, gw mau liat," ucap El dengan serius.
"Hah maksudnya?" ujar Leta tampak linglung. El langsung memegang tangan Leta dan dia melihat lengan Leta yang memerah karena ulah Brayn.
"Masih sakit?" tanya El masi memegang tangan Leta.
"Enggak kok, cuman ini merah aja ntar juga hilang," jawab Leta sambil menurunkan tangan El dari lengannya.
"Kalo Brayn nyamperin kamu lagi, kamu nggak usah respon ataupun ngobrol sama dia," ucap El dengan serius.
"Dih kenapa? lo cemburu yahh," ledek Leta dengan sengaja.
"Lo kan calon pacar gw Let, yah wajar lah kalo gw khawatir," ujar Elvano sambil menatap mata Leta. Leta pun bungkam dengan perkataan yang di lontarkan oleh El.
"Gw serius Let, gw takut sampe lo kenapa-kenapa," ucap El sambil menggenggam tangan Leta. Leta melihat kearah bola mata El dan disana tidak ada kebohongan, El berbicara dengan bersungguh-sungguh.
"Gini ni kalo diajak romantis selalu aja pergi, eh tungguin Calon pacar," ucap El sambil mengejar Leta.
Leta dan El telah sampai di depan kelas Leta yaitu kelas MIPA 1 yang semua murid nya rajin membersihkan kelas pagi-pagi sangat berbeda dengan kelas El yang semua siswa didalamnya saat masih pagi masih molor.
"Belajar yang rajin Calon pacar," ujar El sambil mengelus pucuk kepala Leta.
"Ehem pagi-pagi udah mulai aja nih," ledek Cia yang baru saja ingin masuk ke kelas.
Leta hanya menahan senyumnya lantaran perkataan Cia yang meledek dirinya itu. Tiba-tiba seorang Gavin ketua OSIS datang menghampiri Leta.
🌾GAVIN🌾
"Lo Leta kan?" tanya Gavin.
"E-eh iya kak ada apa ya?" tanya Leta kembali.
"Ini kata Abang lo Aron uang jajan lo ada di dia tadi lupa kasih," ujar Aron tersenyum melihat Leta yang menurut nya cantik.
"Oh iya Kak terimakasih," ucap Leta sambil tersenyum. Saat dia ingin mengambil uang dari tangannya Gavin, Gavin tidak ingin melepaskannya dia terus melogo mengamati paras cantiknya Leta.
"Wah wah nambah lagi saingan gw satu," ucap El dalam hati yang langsung sigap untuk melepaskan tangan Gavin dari tangan Leta.
__ADS_1
Gavin tersadar dari lamunannya lantaran El.
"Udah selesai kan? silahkan Kakak OSIS ke kelas harus belajar yang rajin karena bentar lagi mau ujian hehehe," ucap El nampak jelous.
Gavin hanya menatap tak suka kearah El, dan langsung berpamitan pulang untuk ke kelasnya.
"Let gw ke kelas dulu ya dah," ucap Gavin yang langsung pergi meninggalkan mereka didepan kelas.
"Ya udah Calon pacar gw juga pamit yah jangan nakal, kalo ada yang ganggu lo ngomong aja sama gw nanti gw hajar hahaha," ucap El sambil tertawa.
Leta dan Cia segera masuk ke kelas karena bel segera berbunyi.
🌼Prov Leta dan teman-teman🌼
"Eh Let lo udah buat tugas belum?" tanya Cia kepada Leta.
"Udah dong," jawab Leta semangat.
"Woi woi gw lupa buat tugas liat woii yang lo pada," teriak Dira yang baru saja datang.
"Ya elah ni anak datang-datang mintak liatin tugas," ucap Cia.
"Biasa itu mah lo kaya gak tau Dira aja," jawab Leta tertawa.
"Mana woi elah lo malah pada ngomong bentar lagi bel ni cepetan Cia," ujar Dira yang nampaknya cemas.
Lisya yang baru datang terheran melihat temannya Dira yang seperti orang ketakutan hehe:3
"Kenapa muka lo Dir?" tanya Lisya.
"Biasa lupa buat tugas Madam," jawab Leta tertawa.
"Eh gw tadi liat ada murid siswa kaya nya murid siswa bakti sebelah deh, ngapain dia kesini ya," ujar Lisya kepada Leta dan juga Cia.
"Ohh itu dia Brayn yang ikut tawuran kemarin musuh El," jawab Leta.
"Ngapain dia kesini?" tanya Lisya lagi.
"Dia tadi nyamperin gw terus dia ngomong nanti gw bakal jatuh cinta sama dia, dih ogah banget gw mah ngarep tu anak," ujar Leta menjelaskan.
"Jangan-jangan Brayn suka lagi sama lo," ucap Cia yang heran.
"Wah bisa jadi, hati-hati tu El nanti kena tikung," ujar Lisya.
"Apaan sih udah lah enggak penting juga," jawab Leta. Lisya dan juga Cia saling pandang dan menaikkan kedua alis mereka (Saling Kode nih:3)
-
__ADS_1
Haiiii jangan lupa tinggalkan jejak ya manteman biar nambah semangat terus buat up ceritanya!!🤗