IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Tim Medis


__ADS_3

...🤠KANTOR CICI🤠...


"Emm enak banget ayam bakarnya," ungkap Dira yang baru mencicipi makanan mereka.


"Hahh lo mah semua makanan lo bilang enak," kata Cia yang menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Dira.


"Lo kayak nggak tau Dira aja, kasih aja makanan bebek juga pasti dia bilang enak," ledek Lisya kearah Dira.


"Yeee apaan sih Sya orang makanannya emang enak kok," dengus Dira yang mencibir lalu dirinya melanjutkan aktifitasnya.


Leta dan Cia tertawa melihat perdebatan  mereka berdua yang sangat menggelikan.


Setelah mereka selesai makan, mereka bersantai-santai sambil menunggu anak-anak dan orang desa lainnya.


👾Leta dan teman-teman👾


"Emm udara disini seger yah adem banget," gumam Leta yang melihat kearah jendela.


"Bener banget apa lagi kalo sore tambah rame banyak anak-anak main layangan, ada juga yang main di lumpur gitu seru deh," jelas Cia pada mereka.


"Eh Cia emang belum ada yang dateng yah?" tanya Lisya pada Cia.


"Nggak tau juga sih tapi tadi Mami gw udah buka pintu nya paling juga bentar lagi ada yang dateng," ucap Cia yang melihat kearah luar.


"Tuh gusy baru juga di omongin," tunjuk Dira kearah luar yang sudah di penuhi dengan ibu-ibu serta anak kecil.


"Eh ya ampun gw belom ngabarin El kalo udah sampai pasti dia nyariin kalo belom ngabarin," tutur Leta yang lupa mengabari El.


"Yaudah lo kabarin aja dulu." Leta pun hanya mengganguk dan segera membuka handphone nya untuk mengabari pacarnya itu.


"Yaudah kita bantuin yok biarin aja nanti Leta suruh nyusul aja," ajak Lisya pada mereka, dan mereka mulai membantu para tim medis.


Leta menjauh dari kerumuran warga-warga yang sudah datang itu, lalu dia segera membuka handphone nya.


"Apa gw telfon aja ya biar cepet, gak enak juga kalo lama-lama main handphone nya," ucap Leta bermanolog.


...📳Bby💛📳...


Berdering~


📞: Hallo Assalamualaikum...


"Waalaikumsalam El.."


📞: Kenapa pacar..


"Leta cuman mau ngabarin kalo Leta udah sampai di Desa tempat Dinas nya Tante Cici El"


📞: Oh ya sudah baguslah kalo gitu ada halangan gak tadi?

__ADS_1


"Emm enggak sih kami cuma kesasar aja terus udah deh sampai"


📞: Loh kok bisa kesasar? terus terus gimana? kalian ke sasar gimana? dimana? terus apa Cia gak tau tempat Dinas Mama nya? atau gimana?


"Hadehh mulai deh cerewet nya, ihh El yaa Cia cuma lupa bentar kok El udah tu gak lupa lagi dia buktinya kami udah sampai kan"


📞: Ya walaupun udah sampai kan kalo kesesat gitu khawatir Leta


"Iya-iya tau kalo El itu khawatir gemes deh hehe"


📞: Kamu malah ngeledek aku ya awas aja kalo ketemu hm


"Dih siapa yang ngeledek kamu sihh"


📞: Itu kamu tadi kenapa haha hehe dari tadi


"Emang gak boleh, eh El udah dulu ya aku mau bantuin Cia dan yang lain gak enak juga kalo telfonan lama-lama"


📞: Oh ya sudah kamu bantuin gih, nanti kabarin lagi kalo udah selesai bantuin Tante Cici


"Iya nanti dikabarin kok dah assalamualaikum"


📞: Dah waalaikumsalam..


Telfon dimatikan sepihak oleh Leta, Leta yang sudah merasa tenang pun segera menyusul Cia dan yang lain untuk membantu mereka.


"Gimana udah?" tanya Cia yang melihat Leta baru saja datang dan Leta hanya mengganguk.


"Udahlah mungkin Kevin lagi sibuk kali Cia.. nanti juga telfon balik ya gak," sambung Dira yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Leta dan juga Cia.


"Iya ya mungkin aja mereka lagi sibuk.." Mereka pun melanjutkan membantu Mama nya Cia dan tim medis lainnya.


...🐮TIM MEDIS🐮...


Leta dan juga yang lainnya ikut membantu Tante bidan memberi obat serta mengukur tinggi badan anak-anak disana.


"Ayoo siapa lagi yang mau di ukur badannya," kata Leta dengan ramah.


"Aku Kak"


"Embun kak"


"Aku duluu"


"Iya-iya sabar yah pasti semuanya kakak ukur kok, yang cewek dulu yah.. sini dek," panggil Leta pada seorang anak perempuan yang sangat manis.


"Kakak ukur yah tinggi badannya," gumam Leta dan di anggukinya.


"Wah tinggi kamu 87,8 cm Sayang."

__ADS_1


"Hehehe terima kasih Kakak cantik," katanya yang tersenyum pada Leta.


"Nahh ini hadiah buat kamu," tutur Leta yang menyodorkan cookies yang sudah di bungkus dengan cantik.


"Wahh makasih Kak."


"Kak kita juga mau kayak itu," rengek anak laki-laki yang ingin memintak cookies juga.


"Iya semuanya bakal dapet kok tapi harus yang tertib yah," jelas Leta yang di angguki oleh mereka semua.


Leta yang membantu mengukur tinggi badan anak-anak sedangkan Cia membantu Cici mendata nama semua anak-anak serta warga lainnya.


Dira membantu Tante bidan mengecek suhu badan pasien dan Lisya membantu Tante bidan memberi obat yang pasien butuhkan.


Suasana kantor semakin sore semakin ramai sampai-sampai mereka kualahan untung aja ada Leta dan teman-temannya yang siap membantu.


👽Elvano dan teman-teman👽


"Assalamualaikum...."


"Waalaikumsalam," balas mereka dengan kompak.


"Udah selesai Bun arisannya?" tanya Elvano yang tengah rebahan di sofa.


"Udah... mana si Ipin?" tanya Rena yang tidak melihat keberadaan Alvin.


"Ada tuh lagi tidur sama Kevin," tunjuk Elvano kearah kasur di dekat sofa yang mereka duduki.


"Hehe biasa Bun, si Kevin emang suka kebo," ledek Gibran yang cengengesan.


"Yaudah biarin aja mungkin dia lagi kecapean, ini Bunda bawain dadar gulung buat kalian," ungkap Rena yang menaruh sekantung dadar gulung di atas meja.


"Wahh tau aja Bunda kalo si Ramon lagi laper," kata Gibran yang menepuk bahu Ramon.


"Lo kalo laper bilang aja nggak usah pakek jual nama gw dong," balas Ramon yang melirik kearah Gibran.


"Yaelah lo malu-malu aja Mon..." ucap Gibran yang sengaja untuk meledek Ramon.


"Udah-udah kalo mau makan ambil aja ya, Bunda mau ke kamar mandi dulu soalnya," ujar Rena yang langsung melangkahkan pergi menuju ke kamar mandi.


"Wahhh dapet makanan gratis nih hehe." Gibran dengan lahap nya memakanan makanan yang dibawa oleh Rena itu.


"Eh gimana Leta sama yang lain udah sampai belum di sana?" tanya Gibran yang sedang asik memakan dadar gulung.


"Udah tadi dia nelfon gw," jawab El yang sedang sibuk main game.


"Tu Kevin kayak nya nyenyak banget deh tidur," ujar Gibran yang melihat kearah ruang PS.


Tiba-tiba Kevin pun keluar dari kamar dengan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul.

__ADS_1


"Woi baru aja gw ngomongin lo udah bangun aja," ledek Gibran yang terkejut melihat Kevin sudah bangun dari tidurnya.


__ADS_2