
"Nah gitu jangan sedih-sedih lagi dari pada mikirin El yang gak jelas itu mending nanti pulang sekolah kita ke Cafe mau gak jarang-jarang juga kita ngecafe ya gak," ajak Cia kepada Leta, Lisya dan juga Dira.
"Nah iya boleh juga tuh lo gimana Let?" tanya Dira yang setuju dengan ajakan Cia.
"Emm gw sih setuju aja, nanti gw deh yang bayar," jawab Leta dengan semangat.
"Wahh asik nih dibayarin," sambung Lisya dan semua tersenyum bahagia karena setidaknya Leta sudah melupakan sedikit masalahnya dan kembali tersenyum.
...🦊PULANG SEKOLAH🦊...
Waktu sekolah pun telah mereka lewati, dan sekarang waktunya mereka pulang kerumah untuk beristirahat.
"Gusy nanti siang jam 2 kita kumpul di tempat Cafe deket rumah Leta yaa," teriak Cia yang sudah jalan terlebih dahulu karena dirinya sudah ditunggu oleh Kevin sedari tadi.
"Iyaa..." ucap Leta, Dira dan juga Lisya dengan kompak.
"Emm Let lo balik sama El?" tanya Dira kepada Leta.
"Enggak deh kaya nya gw balik sama Bang Aron aja," jawab Leta dengan senyum yang mengembang. Sedangkan Dira dan Lisya hanya mengganguk pertanda mereka mengerti.
Di parkiran Leta berpapasan dengan El, dan sepertinya El menunggu dia untuk pulang bersama. Namun, dugaan Leta salah El malah pulang bersama dengan salah satu teman kelas mereka. Di sana Leta merasa El sudah benar-benar berubah, Dira dan juga Lisya yang melihat ekspresi Leta berubah saat melihat El dan juga seorang wanita pulang bersama pun langsung mengalihkan pandangan Leta agar dirinya tidak lagi menangis.
"Eh Let itu bang Aron," tunjuk Lisya ke arah Aron dan segerombolan teman-temannya.
"Oh iya Bang.. Leta pulang bareng Abang ya," ujar Leta dengan tersenyum ke arah Aron.
"Loh biasanya kamu bareng El?" tanya Aron yang heran.
"Iya El udah pulang duluan katanya dia ada kerjaan jadi gak bisa pulang bareng," jawab Leta yang berbohong, dia tidak mau memperpanjang masalah kalo sampai Aron tau bisa-bisa abis di tonjok si El.
"Wahh ini adek lo Ron?" tanya salah satu teman Aron, yang nampaknya playboy.
"Iya napa?" jawab Aron ketus.
__ADS_1
"Yee biasa aja dong, cantik juga nih Adek lo gimana kalo lo comblangin gw sama Adek lo Ron," katanya lagi yang membuat menatap malas ke arahnya.
"Gw tonjok lo kalo sampai berani nyentuh Adek gw," ucap Aron dengan nada mengancam temannya itu. Sebenernya teman nya Aron hanya bercanda, tetapi Leta nampaknya sangat takut dengan bercandaan temannya itu.
"Jangan mau Leta nanti lo di terkam sama buaya darat ini, mending sama gw ya gak Ron," sambung salah satu teman dari mereka lagi.
"Dah lah gila bisa-bisa gw ngadepin kalian, gw pulang dulu yok Let," ujar Aron sambil menggenggam tangan Leta.
"Lisya, Dira gw balik duluan ya bye," pamit Leta yang lupa akan adanya Dira dan juga Lisya disana.
"Iya Let inget ya jam 2," teriak Dira mengingatkan sedangkan Leta hanya merespon jempol.
"Wah ada cewek nih cantik juga sih temennya Leta lagi, hai mau pulang bareng gak." Dira dan juga Lisya tak habis pikir, selain Gibran yang playboy ternyata ada yang lebih parah dari dirinya.
"Ihh apaan sih gak jelas lo!" Lisya dan Dira pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan segerombolan teman Aron itu.
🦔ELVANO POV🦔
El dan teman-temannya tengah berjalan menuju parkiran, saat mereka sedang asik-asiknya mengobrol tiba-tiba ada seorang siswi yang menghampiri mereka.
"Haha pasti dia kesel banget karena udah kita kerjain," sambung Kevin yang tertawa dengan tangan yang memukul bahu Ramon.
"Tangan lo bisa santai nggak?" tanya Ramon dengan lirikan yang begitu dingin.
"Eitss jangan marah gitu dong," sambung Kevin yang mengusap bahu Ramon.
"Eh El kenapa tetangga lo?" tanya Gibran yang menunjuk kearah siswi yang baru saja datang menghampiri mereka. El hanya mengangkat bahunya acuh.
"El.." panggil nya yang membuat mereka menghentikan langkah.
"Napa?" tanya El yang langsung to the point.
"G-gw pulang bareng lo boleh nggak?" tanya gadis itu dengan gugup. El melempar pandangan kearah teman-teman nya yang meminta tanggapan.
__ADS_1
"Gimana? ntar Leta salah paham lagi sama gw," tutur Elvano yang bingung.
"Nggak papa kali biar drama lo semakin nyata gitu," ucap Gibran yang menanggapi. Setelah mendapat tanggapan dari Gibran, El membalikkan badannya dan menatap kearah gadis tersebut.
"Iya nggak papa," jawab El yang masih dengan wajah datar.
"Kalo gitu gw ke kantor dulu yah, ada urusan bentar," sambung nya yang berlari kearah kantor.
"Gw tunggu di parkiran!" teriak El saat gadis itu berlari-lari kecil menuju kantor.
Mereka melanjutkan langkah menuju parkiran sesampai disana El duduk di atas motor miliknya, tak sengaja El melihat Leta yang menatap kearah nya, barulah El ingin menyapa Leta tetapi gadis yang bertetangga dengan El sudah datang dan terpaksa El langsung menghidup kan motor dan mengurungkan niat untuk memanggil Leta.
El menghembuskan nafas dengan berat, sebenarnya El sudah tidak kuat lagi dengan drama yang ia buat sendiri, drama ini malah membuat dirinya uringan karena harus menahan rindu dan rasanya El ingin memeluk Leta karena seharian ini dirinya sudah membuat Leta meneteskan air mata.
Sesampai dirumah El langsung menghentikan motor kesayangannya dan membuka helm fullface andalannya.
"Makasih ya El.. " ujar gadis tersebut yang tersenyum dengan ramah, sedangkan El hanya membalas dengan anggukan kecil.
El masuk kerumah dengan langkah yang gontay, rasanya berat sekali karena seharian ini dirinya sudah membuat Leta bersedih dan mungkin Leta kecewa berat atas perlakuannya yang benar-benar membingungkan.
"Kamu kenapa sih Bang mukanya kayak kusut banget?" tanya Rena yang sedang menyuapi Alvin makan siang.
"Abang udah kayak zombie haha," tawa Alvin yang malah mendapatkan tatapan sinis dari Elvano.
"Diemm lo!" dengus El yang duduk di sebelah Rena dengan menyanderkan kepala seperti anak kucing yang sedang manja.
"Apa sih Bang.. coba cerita sama Bunda."
"Hemm Abang kangen sama Leta Bun," lirih Elvano yang memeluk Rena dari samping dengan raut wajah yang membuat Rena geli.
"Bukannya di sekolah tadi udah ketemu?" tanya Rena yang menepuk-nepuk pipi Elvano.
"Iya Bun emang ketemu tapi kan nggak ngobrol kayak biasanya," rengek Elvano yang nampak sangat terpukul.
__ADS_1
"Sabar aja Bang orang ntar malem acaranya, Kamu harus berjuang dong ini kan demi Leta juga," jelas Rena yang menenangi Elvano.
"Huffft Abang kayak ngerasa jahat banget Bun sama Leta, udah nyuekin Leta seharian. Leta juga nangis di depan mata Abang gimana Abang ngak stres coba," gumam Leta yang menunduk.