
"Eh Juliett masih banyak nggak tuh catetan?"
"Dikit lagii selesai kok," balas Juliet yang masih terus menulis.
"Yaelahh dari tadi dikit-dikit mulu perasaan gw ngak kelar-kelar," dengus Bintang dengan kesal.
"Ehh cangcorang lo mending diem deh jigong lo bau azab tau ngak," balas Bulan yang sangat jengah dengan tingkah Bintang.
"Sirikk aja lu," balas Bintang yang tidak mau kalah.
"Ehh Bulan.. Bintang kalian berdua itu ngak boleh berantem, nama kalian aja udah jodoh ta...u ntar kalo kalian sama-sama benci kalimat jodoh itu akan berlaku," jelas Dira yang menghasilkan kericuhan seisi kelas.
"Awokk awokk"
"Ciahhh kalo jodoh emang nggak kemana"
"Haha jan lupa kalo nikah ngundang kita-kita"
🔔Tett... pergantian jam pelajaran🔔
"Woi-woi ganti baju"
"Ehh Juliet jam nya udah ganti nohh udahan napa nyatet nya," kata Doni yang mengeluarkan baju olahrga dari tasnya.
"Iyaa-iya ini juga selesai kok," ujat Juliet yang menaruh spidol dan buku kimia Bu Eko keatas meja.
"Ehh buku kalian taruh di depan ntar gw lagi di semprot sama Bu Eko," ingat Doni yang memberitahu.
"Iya-iya"
"Dir nitip dong," tutur Cia yang menyodorkan buku kearah Dira.
"Sini-sini gw aja yang kumpul," ungkap Dira yang mengambil buku Lisya, Leta dan juga Cia.
Dira berjalan menuju depan dan menaruh buku mereka di atas meja.
"Ehh lo semua buruan ganti baju, gw sama Beben mau ngumpulin buku dulu ntar gw tunggu lo pada di lapangan," ujar Doni yang mengambil buku yang tertumpuk di atas meja.
"Yaudah kita langsung ke toilet aja yok," ajak Leta yang membawa totebag berisikan baju olahraga.
"Tungguin gw," tutur Lisya yang bergegas menyusul mereka.
...📚Kelas Elvano📚...
__ADS_1
Kini Madam Loli tengah menulis soal di papan tulis, Gibran menulis soal dengan tak berdaya dirinya sangat malas sekali dengan pelajaran hitung menghitung.
"Madam.. perasaan dari kemarin soalnya X Y -X Y mulu nggak bosen apa?" tanya Gibran yang menyatat soal dengan menaruh dagunya ke atas meja.
"Eh semprol di mana-mana matematika itu nggak jauh dari X sama Y," semprot El yang mendorong kursi Gibran.
Madam Loli tidak menanggapi perkataan Gibran, dirinya terus menuliskan soal di papan tulis.
"Biasa Madam si Gibran mah suka begitu, Gibran diem!" ujar El yang sok-sok an memarahi Gibran untuk mengerjai Madam Loli itu.
"Ngomong-ngomong Madam Loli cantik ya sekarang kaya ada yang beda gitu," kata Gibran lagi membuka suara.
"Iya-iya gw lihat juga kaya lebih fresh gitu lihatnya," sambung Kevin yang ikut bersandiwara.
"Ehh udah dong kalian ini, Madam kan dari sana nya udah cantik kalian aja yang selalu overthingking sama Madam ya gak Madam," ujar El lagi yang seolah-olah membela Madam Loli padahal sama saja.
Madam Loli tidak bisa mengontrol emosinya lagi dirinya langsung membuka suara, "Kalian ini ya! ELVANO, KEVIN, GIBRAN, RAMON! SEKARANG IBU MINTA KALIAN KELUAR DARI KELAS INI!"
Inilah yang ditunggu-tunggu oleh mereka, jadi jika begini mereka bisa seluasnya pergi ke kantin dan tidak harus pusing-pusing memikirkan soal Matematika ini.
"Siapp Madam Cantik! terima kasih!" ungkap Elvano dengan mencium punggung tangan Madam Loli disusul juga dengan Gibran dan juga Kevin.
"Madam saya juga?" tanya Ramon heran, Ramon tidak ingin ketinggalan pelajaran lagi tetapi karena ulah temannya ini jadi dia ikut-ikutan kena.
"Iya kamu juga udah keluar!" bentak Madam Loli karena sudah sangat pusing dengan kelakuan El dan teman-temannya itu. Tidak hanya sekali tetapi berulang kali mereka membuat kepala guru-guru yang mengajar kelas mereka menjadi pusing seketika.
🦄Leta & Teman-teman🦄
Mereka memasuki toilet dan segera mengganti seragam mereka dengan seragam olahraga.
Ceklekk...
Leta keluar dari toilet dengan seragam olahraga yang sudah ia kenakan.
"Udah yah?" tanya Cia kearah Leta.
"Iya.. masuk aja," tutur Leta yang memberitahu. Cia masuk kedalam toilet dan segera mengganti pakaiannya.
Sedangkan Dira dan juga Lisya sudah siap dengan seragam mereka.
"Udah Dir udah cakep kok," ungkap Lisya yang melirik kearah Dira yang sedang membenarkan rambutnya.
"Hehe iya Sya," cengir Dira yang berhenti berkaca.
__ADS_1
Sedangkan Leta tengah menyemprot pafrum ke bajunya.
"Nihh mau nggak," ungkap Leta yang menyodorkan parfum kearah mereka.
Ceklekkk...
"Yok ke lapangan gw udah ni," ujar Cia yang baru saja keluar dari toilet.
"Eh mau dong.. parfum siapa nih?" tanya Cia yang mengambil parfum dari Lisya.
"Punya si Leta," ungkap Lisya yang memberitahu.
"Bagi ya Let," kata Cia yang menyemprot kan sedikit demi sedikit.
"Yaudah langsung ke lapangan aja kali yah?" ajak Leta saat menaruh totebag di dalam loker mereka masing-masing.
"Iya yok.." Cia, Leta, Dira dan juga Lisya menuju ke lapangan futsal.
Tak lama kelas mereka sudah berkumpul satu persatu dan Pak Roy pun langsung datang untuk memberikan materi pada hari ini.
"Assalamualaikum anak-anak," ucap Pak Roy sebelum memulai pelajarannya.
"Waalaikumsalam Pak.." jawab mereka dengan kompak.
"Materi hari ini kita akan membahas tentang senam aerobik dan mempraktekan nya. Jadi disini Pak sudah ada vidio untuk senam aerobik dan kalian tinggal mengikuti gerakannya saja gimana?" ujar Pak Roy yang langsung mengeluarkan sebuah leptop dari tasnya.
"Nih kalian lihat kan, jadi sebelum pak panggil menurut absen satu persatu kita latihan terlebih dahulu dulu ya, yokk buat barisan," perintah Pak Roy. Tanpa menunggu lama mereka pun langsung membentuk sebuah barisan untuk senam.
🍞Prov Elvano dan teman-teman🍞
"Woi kantin yok," ajak El yang langsung di setujui oleh mereka kecuali Ramon yang nampaknya sangat malas.
"Mon lo kok murung terus sih," kata Kevin kepada Ramon.
"Ya gimana gw gak murung, nih ya kita itu udah ketinggalan materi matematika udah berapa kali kita bolos tau gak," jawab Ramon dengan cuek.
"Udah lah Mon santai kita masih kelas 10 kok jadi waktunya kita bersenang-senang dulu ya gak Vin, Bran," sambung El yang sepertinya sangat enteng berbicara seperti itu.
"Santai-santai gimana gw bisa santai elah."
"Udah lah yok ke kantin," ujar Gibran yang langsung menarik tangan Ramon.
Di saat mereka sedang berjalan menuju ke kantin di lihat lah kelas Leta sedang jam pelajaran olahraga lalu mereka merurungkan niatnya sebentar untuk melihat kelas Leta dahulu.
__ADS_1
"Woi itu kelas Leta gak sih," tunjuk Gibran ke arah lapangan sepak bola.
"Lah iya woi rombongan Leta itu mah noh Cia, Leta, Dira sama Lisya," kata Kevin dengan menunjuk satu persatu dari mereka.