
"Kalian mau berenang atau gimana?" tanya Leta kepada yang lainnya.
"Iya lah Let pasti dong berenang," jawab Cia dengan senang.
"Yaudah yok gw gak sabar nih mau berenang," ajak Dira yang langsung bangkit dan menarik Cia menuju ke kolam renang.
"Eh eh gak sabaran banget ni orang," ujar Cia yang tak abis pikir dengan temannya itu.
"Pasti lah Cia gw udah lama banget gak berenang," kata Dira memberitahu.
"Lo emang bisa berenang?"
"Enggak," jawab Dira dengan cengegesan.
"Yee sok sok an lagi lo lihat noh dalem banget tempat mandinya lo mau tenggelam," ujar Cia menakuti.
"Eh kita cari tempat yang gak dalem dong ogah gw nanti gw tenggelam gimana," ucap Dira sambil melihat ke arah kolam renang.
Sedangkan Leta, Lisya dan juga Aura menyusul Cia dan Dira ke kolam renang. El dan yang lain hanya melihat dulu yang dilakukan ciwi-ciwi tetapi belum mau berenang.
"Heh kenapa sih ribut-ribut," ujar Leta dengan heran.
"Ini loh Dira sok sok an mau berenang disini ini kan tempatnya dalem nanti kalo dia tenggelam gimana kan barabe."
"Ih kan gw gak mau berenang disini gw mau ditempat yang gak dalem gimana sih lo ya kali gw mau berenang di tempat dalam gini," balas Dira dengan kesal.
"Udah Cia biarin ni anak emang lama-lama nyeselin," kata Lisya sambil berbisik.
"Pantesan aja lo sama Dira berantem terus," sambung Cia dengan tertawa kecil.
"Heh ngomong apa lo berdua!" Dira yang merasa di omongkan itu pun tak terima.
"Apaan ini sih Lisya katanya mau berenang tapi males gimana sih lo Sya," ujar Cia membohongi.
"Boong kan lo!"
"Udah-udah kenapa jadi ribut sih yaudah kita cari tempat yang gak dalem aja kalo gak kita sewa pelampung," kata Leta memberi saran.
"Boleh juga, tuh liat disana ada pelampung kita sewa aja," tunjuk Cia ke salah satu tempat penampungan pelampung.
"Yok tunggu apa lagi." Dira segera belari menuju ke penampungan pelampung itu.
__ADS_1
"Dih gak sabaran banget jadi orang," ucap Lisya dengan kesal.
.
.
Maklum Dira orangnya sangat antusias banget kalo soal berenang yaa walaupun dia gak bisa berenang sih🤣
.
.
🔥Elvano and the Genk🔥
"Tuh kenapa Dira kaya anak kecil banget sih," ucap Ramon yang sedari tadi memperhatikan Dira dengan jelas.
"Yaelah Mon biasa itu mah," sambung Gibran dengan sedikit tawanya.
"Yaa gak wajar noh lihat mau ambil pelampung aja lari-lari kaya anak kecil heran deh gw udah tua juga," balas Ramon yang agak kesal.
"Udah lah Mon, bagus dong kalo Dira seneng mungkin dia sangat antusias berenang," ujar El kearah Ramon.
"Antusias sih antusias tapi kaya anak kecil banget sumpah."
"Kenapa lo semua ketawain gw?"
"Enggak Mon lihat lo aja lucu banget masa kaya gitu aja lo marah banget sama Dira segitu kesal nya lo," jawab Kevin sambil tertawa.
"Dih iya ya kenapa gw kaya kesel banget sama Dira padahal mah ya terserah dia dong, tapi Dira imut juga kalo sifatnya lagi manja gitu," ucap Ramon dalam hati. Ramon pun tersadar dan menarik semua omongannya.
🐳Prov Leta dan teman-teman🐳
Sekarang mereka sedang bersenang-senang bermain air serta berbagi cerita. Leta, Aura dan juga Lisya duduk di pinggir kolam serta kaki yang berada di air, sedangkan Dira dan juga Cia berada di dalam kolam dengan Cia yang duduk di tangga kolam sedangkan Dira memakai pelampung.
"Haha kok lo kayak bebek sih Dir," tawa Leta sambil mengayunkan kakinya.
"Enak aja lo Let kalo ngomong, gw ini lagi belajar renang," ungkap Dira yang tak terima.
"Emang ada berenang kaya gitu?" ledek Lisya kearah Dira.
"Nih kaki nya doang hehe," cengir Dira yang seperti anak kecil.
__ADS_1
"Oh iya Ra lo temenan sama Gibran, Ramon udah lama yah?" tanya Cia yang duduk di pinggir kolam sambil menyeruput minuman yang sudah dipesan oleh Kevin untuk nya.
"Emm lumayan sih.. kita itu satu kelas waktu di Smp," ucap Aura dengan mengaitkan rambutnya ke belakang telinga.
"Ooh gitu, pantes gw nggak kenal sama lo. Kalo lo temenan sama Kevin pasti gw bisa kenal tuh," celoteh Cia sambil mengaduk-ngaduk minumannya.
"Emm hihi," tawa Aura yang masih canggung.
"Teruss kamu sekolah dimana?" tanya Leta yang sedikit penasaran.
"Gw sekolah di sekolah Pelita Bangsa deket sekolah kalian juga," tutur Aura sambil tersenyum.
"Wahh deket dong, owh berarti lo satu sekolahan sama musuhnya genk tengkorak," kata Cia dengan antusias.
"Nahh iya bener gw satu sekolah sama Brayn dan anggota lainnya," ungkap Aura ramah.
"Lo kesini sendirian aja atau gimana?" kini Lisya yang mulai bertanya.
"Gw sama keluarga liburan bareng, tuhh bokap nyokap lagi makan di pondok sana," celoteh Aura sambil menunjuk sebuah pondok yang tak jauh dari posisi mereka.
"Kirain lo kesini sama temen-temen lo," ucap Dira yang mulai berenang kearah Cia dan ikut duduk di sebelah Cia.
"Cia.. Lo masih sama si Kevin?" tanya Aura yang sedikit penasaran.
"Alhamdulilah masih hehehe," balas Cia dengan malu-malu.
"Ihh hebat loh, kalo nggak salah kalian pacaran udah dari smp kan?" tanya Aura dengan membelakan mata nya.
"Hihi iya dari Smp pantes gw kayak pernah gitu liat loh main sama Gibran ada Ramon juga," kata Cia dengan bangganya.
"Oh ya Ra Leta ini pacarnya El sekarang," celoteh Cia sambil memegang dengkul Leta.
"Hahh seriuss, aaa El mah kalo nyari cewek emang yang mulus-mulus," ungkap Aura dengan ekspresi yang mendukung, sedangkan Leta hanya menahan malunya.
"Temen gw namanya Nora dia juga salah satu mantan El, gw harap lo sama El bisa langgeng yah gw capek tau nggak denger berita kalo El dapet gebetan baru terus tiap minggu," ujar Aura yang begitu serius, sambil melipat kedua kakinya.
"Hehehe doain aja yah Ra semoga gw sama El bisa langgeng kayak Cia sama Kevin," kata Leta sambil tersenyum hangat.
"Aamiin!!" teriak mereka semua dengan kompak dan membuat mereka jadi pusat perhatian termasuk El dan yang lainnya ikut terkejut dengan suara mereka dengan suara yang cukup keras.
"Kita udahan yuk main airnya, mending kita pesen makan terus ngadem deh di sana," saran Leta sambil menunjuk pondok yang masih di duduki El yang juga yang lainnya.
__ADS_1
"Yaaa udah yok," kata Dira yang mulai berdiri dan diiringi mereka semua.
"Gusy gw ke tempat bokap nyokap dulu yah ntar gw langsung kepondok kalian kok," celoteh Aura pamit untuk menemui orang tuanya sebentar dan mereka hanya menganggukan kepalanya menandakan bahwa mereka mengiyakan.