IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Menghantar makanan


__ADS_3

...🍑RUMAH KEVIN🍑...


"Lama banget lo El," kata Gibran yang menoleh kearah Elvano yang baru saja tiba.


"Gw tadi kerumah Leta dulu, lo nggak liat tadi Leta di sekolah kayak apa," jelas Elvano yang ikut duduk di sebelah Ramon.


"Haha yah resiko lah kan lo sendiri yang mutusin buat jauhin dia," balas Gibran yang tertawa.


" Udah El lo sabar aja orang tinggal beberapa hari juga," ujar Kevin sambil menepuk bahu Elvano.


"Gimana persiapannya udah mantep?" tanya Ramon yang memastikan.


"Iya semua udah Cinta yang ngatur," jawab El yang sedikit meregangkan ototnya.


"Terus Cia sama yang lain nya gimana? mereka udah tahu apa belum?" tanya Gibran sambil mengunyah cireng.


"Belom sih tapi kayak nya ntar aja deh," ungkap El yang tengah berpikir.


"Iya sih menurut gw juga ntar aja mereka di kasih tahunya, takutnya ntar malah kebongkar duluan," jelas Ramon yang memberi saran.


"Nah bener tuh gw setuju sama si Pokemon," ujar Gibran yang menunjuk kearah Ramon.


"Doain gw yah semoga semuanya bisa berhasil," kata El yang sedikit takut bila usaha nanti akan gagal atau tidak berjalan dengan apa yang dia harapkan.


👾LETA POV👾


"Apaan sih Let, lo nggak boleh mikir yang enggak-enggak tentang El. Yah kali aja ini semua cuma perasaan lo doang," celoteh Leta yang bermonolog.


Saat Leta tengah asiknya berimajinasi tiba-tiba Aron langsung masuk kedalam kamarnya dan merampas snack dari tangan Leta.


"Let.. lo tidur yah?" gumam Aron yang membuka pintu kamar adiknya itu, tetapi yang ia liat adalah Leta tengah menatap langit-langit sambil terus mengunyah cemilannya.


"Dihh kesambet nih anak kayaknya," celoteh Aron yang masuk kedalam kamar.


"Bagii dongg!" teriak Aron yang langsung menarik snack dari tangan Leta.

__ADS_1


"Astagfirullah! Abang ngagetin Leta aja," dengus Leta yang langsung mendudukan tubuhnya.


"Lo sih tadi gw manggil tapi nggak ada jawaban lo malah ngeliat keatas kayak ngak ada kerjaan aja," sembur Aron yang tak mau kalah.


"Gw itu lagi... " Leta tak melanjutkan kata-kata nya, Leta lebih memilih untuk diam dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"Kenapa berenti?" desak Aron yang penasaran.


"Nggak papa," balas Leta dengan cepat.


"Heh lo kenapa, coba cerita sama Abang?" tanya Aron yang mulai memegang kedua pipi Leta.


"Ihh nggak papa Abang," balas Leta yang menepis tangan Aron dari wajahnya.


"Lo bo'ong. Gw itu Abang lo dan gw juga tau kalo lo itu bo'ong, udah sekarang coba ceritain sama Abang," ungkap Aron yang memegang kedua pundak Leta.


Leta tak bisa menahan air matanya lagi, Leta langsung memeluk Aron dengan kuat dan menangis dengan sekuat-kuatnya dia tidak tahu harus berbuat apa lagi.


"Leta nggak tau harus gimana Banggg hiks eeh hiks Leta bingung."


"Keluarin aja tangisan lo, nangis juga salah satu cara buat hati lo bisa lega," tutur Aron yang mengelus rambut Leta, dan Leta semakin mempererat pelukannya.


"Perasaan gw hubungan lo baik-baik aja," ucapan Aron membuat Leta kembali menangis lagi.


"Leta juga nggak tau Bang. Leta bingung hiks."


"Bingung kenapa? udah cerita aja," ujar Aron sambil mengelus pucak kepalanya Leta.


"Tadi itu Leta jalan kan dilorong koridor sekolah terus Leta ngelihat El itu kaya lagi ngomong sama perempuan Bang... terus Leta juga lihat El bantuin Vina berdiri, kayanya dia itu khawatir banget sama si Vina karena Vina itu jatuh di lantai tadi," ungkap Leta yang menjelaskan semuanya kepada Aron.


Aron bingung sebenarnya apa yang terjadi, dia juga punya firasat jika El tidak seperti itu orangnya tetapi kita kan gak tau sifat manusia seperti apa bisa saja depannya baik tetapi belakangnya... hehe:3


"Udah-udah mungkin itu teman sekelasnya El pas di taman tadi terus yang soal El bantuin cewe itu ya mungkin aja El kasihan sama dia, ya masa orang jatuh didiemin aja," ujar Aron menjelaskan terlebih dahulu agar Leta tidak salah paham.


"Hiks... gak tau ah Bang.. sakit banget hati Leta hiksss.." kata Leta sambil terus menerus menangis dipelukan Aron.

__ADS_1


Aron sangat kasihan sama Adiknya itu, Aron harus segera menanyakan langsung kepada El sebenernya apa yang terjadi. Sekarang, biarlah Leta menangis di dalam pelukan Aron jika itu yang membuat Leta sedikit tenang.


🍬ARON POV🍬


Setelah beberapa kali menangis, sekarang Leta tidak mendengar suara tangisan Adeknya lagi. Dia pun mengangkat kepala Leta dan dilihatnya Leta sudah tertidur pulas.


"Huftt.. dah molor duluan ni anak," celoteh Aron dengan membuang nafasnya pelan. Aron tak tega untuk membangunkan Leta dirinya pun berinisiatif untuk menggendong adeknya saja menuju ke kamarnya.


Sesampainya di kamar Aron menidurkan Leta sangat pelan agar Leta tidak bangun. Di lihatlah wajah Leta yang berlinang air mata itu dan tersenyum, "Adek Abang udah besar udah pacaran malahan hm."


"Abang tinggal dulu yaa tidur yang nyenyakk, byee," pamit Aron dengan mencium kening Leta dan segera melangkahkan kakinya untuk keluar kamar.


Aron menuruni tangga menuju ke kamarnya juga untuk beristirahat, sebelum itu Aron dipanggil terlebih dahulu oleh Sonya.


"Aron!!" teriak Sonya dari arah dapur.


Aron datang dengan sangat lesu, bagaimana tidak lesu Aron ingin beristirahat tetapi Sonya memanggilnya.


"Iya kenapa Ma?"


"Ini tolong kamu antarkan sebentar kue ini kerumah El," jawab Sonya sambil menyodorkan semua kantong plastik yang berisikan kue didalamnya.


"Iya." Dengan sangat malas Aron segera mengambil kue itu untuk diantarkan kerumah Elvano. Sebenarnya Aron juga malas jika harus bertemu orang yang sudah membuat Adek nya menangis, tetapi apa boleh buat ini perintah dari Sonya dan biarkan saja Leta menyelesaikan masalahnya sendiri dengan El tanpa melibatkan Aron di dalamnya.


Aron segera menghidupkan mesin motornya dan langsung segera menjalankannya menuju kerumah El. Sesampainya dirumah El, Aron langsung turun dan mengetuk pintu rumahnya.


Tok..tok..tok


"Assalamualaikum.."


Tak menunggu beberapa lama pintu pun terbuka, dilihat lah seorang perempuan paruh baya yang terlihat masih sangat muda.


"Waalaikumsalam.. siapa ya?" tanya perempuan itu dengan sopan.


"Ini Tante saya Kakaknya Leta mau anter makanan ini dari Mama saya," jawab Aron sambil tersenyum sopan.

__ADS_1


"Ooh Kakaknya Leta.. duh repot-repotin aja deh, Leta nya mana? kok gak ikut?" ujar Rena dengan melihat sekeliling Aron.


"Emm Leta nya tidur Tante jadi Aron yang disuruh anter makanan ini kerumah El.."


__ADS_2