IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Pertahanan yang goyah


__ADS_3

...🕊️JAM ISTIRAHAT🕊️...


Jam istirahat pun telah tiba Leta, Cia, Dira dan juga Lisya seperti biasa mereka pergi ke kantin. Saat mereka sedang berjalan menuju ke kantin mereka berpapasan dengan Elvano and the Genk. Leta, Cia, Dira dan juga Lisya menghampiri El dan teman-temannya itu.


"Hai.." sapa Leta kearah El. El yang disapa pun hanya tersenyum dan kembali menatap ke arah depan.


Entah kenapa perasaan Leta mengatakan El berbeda, ada apa sebenarnya atau ini hanya perasaan Leta saja.


Leta pun tak ingin memulai berbicara duluan dirinya hanya diam dan menatap ke arah depan juga.


Cia yang melihat Leta dan Elvano yang berbeda itu pun mulai heran, biasanya Leta dan El pasangan yang uwu kalo mereka bertemu. Tetapi sekarang kok malah jadi diam-diaman seperti ini.


Sesampainya di kantin mereka mendapatkan tempat duduk paling pojok, dikarenakan semua tempat sudah ditempati duluan oleh murid lain yang datang duluan ke kantin.


Kali ini Leta merasa canggung sekali dengan El entah kenapa Leta tidak ingin berbicara dengan El karena dia takut jika El tidak merespon nya. Diam tidak ada yang membuka suara duluan, lalu Cia memutuskan untuk membuka suaranya duluan.


"Woi pada diem-dieman lo pada," ujar Cia sambil menggerebek meja yang membuat mereka terfokus ke arah Cia semua.


"Mau pesen apa buruan nanti gw pesenin," ujarnya lagi dengan sedikit kesal.


"Samain aja sama lo," ucap Gibran dan semua setuju dengan perkataan Gibran.


Cia pun mulai memesan makanannya dan tak lama makanan pun telah sampai. "Permisi ini makanannya," ucap Bibi kantin.


Mereka pun mulai memakan makanannya, Cia sangat kasihan kepada Leta bisa-bisanya El masih bersikap biasa saja didepan Leta padahal El tadi bertemu dengan seorang cewek tetapi tidak ada niat untuk menjelaskan ke Leta siapa cewek itu.


"El! lo kok diem aja sih biasanya uwu-uwuan sama Leta," tegur Cia di sela-sela mereka makan.


"Tau biasanya kalo udah ketemu nih lupa dunia," sambung Dira yang setuju dengan omongan Cia.


"Lo kenapa sih kepo banget?" tanya Ramon cuek kearah Dira.


"Kenapa? suka-suka gw," balas Dira sambil menatap tajam kearah Ramon.


"Yeee berantem aja kalian berantem terosss," ungkap Gibran yang ikutan pusing melihat perdebatan disaat mereka sedang makan.


"Udah lah Dir lanjut aja makan bentar lagi bel noh, nanti aja bahas ini," saran Lisya dan Dira pun melanjutkan untuk memakan makanannya. Sedangkan El hanya bersikap biasa saja dia tidak ada membuka suara atau pun menjawab pertanyaan dari Cia.

__ADS_1


Tet..tet..tet...


Waktu istirahat telah selesai Leta, Cia, Dira dan juga Lisya memutuskan untuk kembali ke kelasnya begitu pun juga Elvano and the Genk.


...🐹DI KELAS ELVANO🐹...


"El lo serius mau cuek kaya tadi sama Leta?" tanya Kevin serius kepada Elvano.


"Ya mau gimana lagi ini kan demi dia, nanti juga dia bakal seneng lagi," jawab Elvano yang masih ragu.


"Tapi gw kasihan sumpah sama Leta, lo tega banget sih padahal Leta tadi udah sapa lo," kata Gibran yang ikut-ikutan seperti menyalahkan El.


"Tau gw tadi lihat Leta juga kaya canggung banget sama lo El," sambung Ramon yang setuju atas perkataan Kevin dan juga Gibran.


"Heh lo pada malah nyalahin gw lagi, ya mana mungkin gw tega gituin Leta ini cuma sementara kok tenang aja."


"Lo udah bicarain sama si bule kan?" tanya Kevin yang memastikan.


"Iyaaa udah aman semua," balas El dengan cepat.


👀Leta & teman-teman👀


Dira, Lisya dan juga Cia menyadari bahwa saat ini perasaan Leta sedang tidak baik-baik saja, mereka mencoba untuk menguatkan Leta.


"Let.. lo pulang sekolah bareng El kan?" tanya Cia yang prihatin dengan kondisi temannya satu ini.


"Iya," balas Leta dengan anggukan kepala.


"Pulang ini lo cuba klarifikasi sama El biar lo nggak kepikiran terus," saran Cia yang terus mengelus lengan Leta.


"Gw juga nggak tau salah gw apa Ciaa hikss eemm." Leta tak bisa menahan air matanya lagi, ia merasakan ada yang aneh dengan Elvano.


"Shutt udah Let jangan nangis kan kita juga ikut sedih," bujuk Dira yang ikut panik.


"Lett lo jangan berpikiran negatif dulu kan udah gw bilang mungkin El sama cewek itu cuman ngomongin hal biasa," ungkap Lisya yang mengucap air mata Leta.


"Gw bingung... apa El marah karena soal Brayn waktu itu?" tanya Leta yang mulai menghentikan tangisannya.

__ADS_1


"Kita juga nggak tau Let tapi yang penting lo percaya aja kalo El nggak bakal aneh-aneh," ujar Cia yang mengusap punggung Leta.


"Lo mending cuci muka deh biar enakan," kata Lisya yang kasihan melihat Leta seperti ini.


"Gw temenin yah?" ucap Cia dan di angguki oleh Leta.


"Gw sama Dira di kelas aja nanti kalo ada guru masuk bisa kita yang izinin," jelas Lisya yang disetujui oleh mereka.


Barulah Leta berdiri dari duduknya, mereka terkejut karena di rok Leta terdapat bercak merah yang lumayan banyak.


"Hahh! Let lo bocor?" ungkap Dira yang terkejut.


"Serius lo?" tanya Leta yang melihat ke arah rok belakangnya.


"Yahh gimana nih gw nggak bawa jaket untuk nutupin, gw juga nggak bawa pembalut," rengek Leta yang mulai panik.


"Pantes banget mood lo hancur ternyata mau dapet," celoteh Dira yang menekan pinggang.


"Terus gimana nih?" tanya Leta yang tidak bisa berpikir.


"Yaudah biar gw sama Lisya aja yang ke kelas El. Kali aja ada yang bawa jaket, dan lo Dir.. lo langsung temenin Leta ketoilet aja, biar nanti kita yang beli pembalutnya," jelas Cia yang memberi tugas masing-masing.


"Yaudah kalian yang cepet yah, nih Let tutupin pake buku dulu," ujar Dira yang mengambil buku.


"Kalo gitu kita langsung ke kelas El dulu," tutur Lisya yang kemudian keluar dari kelas dan juga di ikuti oleh Cia.


...🤖KELAS ELVANO🤖...


"Untung nggak ada guru," gumam Lisya yang melihat kearah pintu.


"Yaudah langsung masuk aja," ajak Cia yang sudah masuk lebih dulu. Kevin terkejut saat melihat Cia sudah masuk kekelasnya pasalnya Cia memberitahu terlebih dahulu.


"Lo Cia kenapa?" tanya Kevin yang menurunkan kakinya. El, Ramon, dan juga Gibran langsung menoleh kearah pintu.


"Kalian ada yang bawa jaket?" tanya Cia to the point.


"Lahh emang untuk apa?" tanya Gibran yang mengeruti alisnya.

__ADS_1


"Ihh buruan.." kata Cia yang mulai kesal.


"Leta bocor di sekolah jadi jaketnya buat nutupin rok Leta," jelas Lisya yang membuat El tersentak.


__ADS_2