
🍓Cia, Kevin dan teman-teman🍓
"Yok buruan keluar, Leta sama El juga udah jauh tu," ucap Cia yang menepuk bahu Kevin. Kevin menjalankan motornya ke sebuah indomaret yang tak jauh dari sekolahnya. Ternyata disana sudah ada Lisya, Dira dan juga Ramon beserta Gibran.
"El sama Leta udah jalankan?" tanya Gibran memastikan.
"Iya udah."
"Yaudah kita langsung ke Mall aja," saran Dira yang di setuju oleh mereka semua. Lisya dan juga Dira langsung masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya.
Mereka segera menuju Mall dengan beriringan, setelah menempuh beberapa menit akhirnya mereka telah sampai di Mall yang ingin mereka tuju.
"Kira-kira kalian bakal ngasih kado apa buat Leta?" tanya Ramon yang membuka suara.
"Kalo gw dress sih," saut Dira yang kemudian berjalan di sebelah Lisya.
"Eh kita barengan aja beli kadonya, kita yang cowok-cowok mana ngerti belanja gituan," jelas Ramon yang di setujui oleh mereka.
Setelah lama mengelilingi Mall akhirnya mereka masuk ke toko dress-dress yang sangat cantik.
"Eh menurut kalian bagus yang ini atau... ini?" tanya Dira yang memegang dress di tangan kanan dan kirinya.
"Kayaknya yang mocca aja deh soalnya lebih anggun," balas Cia yang memberi saran.
"Iya sih menurut gw Leta lebih cocok pake yang warna mocca soalnya cocok sama kulitnya," jelas Gibran yang setuju dengn pilihan Cia, setelah berpikir panjang akhirnya Dira membayar dress mocca yang tadi mereka beli.
"Yaudah gw bayar dulu yah," ucap Dira dan kemudian berjalan kearah kasir. Setelah selesai membayar Dira keluar dari toko dress tersebut dengan ikuti teman-teman nya juga.
"Sya lo mau beli apa?" tanya Dira saat mereka melangkah keluar toko.
"Gw skincare aja deh," ujar Lisya yang nampak berfikir.
"Nahh kalo skincare gw tau tempat nya," kata Cia yang kemudian mereka mengikuti arahan dari Cia.
Tak jauh dari toko dress yang mereka masuki dan sekarang mereka sudah masuk ke toko khusus skincare yang pastinya menjadi incaran para kaum hawa.
__ADS_1
"Nahh gimana, lengkap kan disini," ungkap Cia yang melipat tangannya di depan dada.
"Coba kita cari di sebelah sana deh kayaknya barang nya bagus-bagus deh," kata Cia yang menunjuk ke sebelah mereka.
Setelah mencari cukup lama akhirnya Lisya sudah mendapatkan sepaket skincare untuk Leta.
"Kayak nya segini aja cukup deh," tutur Lisya yang mengarah ke arah Cia dan juga Dira.
"Iya sih kayaknya udah lengkap juga."
"Gw bayar dulu yah," kata Lisya yang berjalan kearah kasir. Cia dan juga Dira menghampiri Kevin dan lainnya.
"Ramon sama Gibran mau ngado apa?" tanya Cia yang menanyakan.
"Apa yah gw bingung nih," tutur Gibran yang menggaruk belakang kepalanya.
"Emm apa yah," gumam Dira yang ikut berfikir.
"Kalo gw sama Kevin sih gabung, gw heels kalo Kevin jam tangan," jelas Cia pada mereka.
"Yaudah gw sama Kevin mau bayar pesenan kami tadi. Nahh terus kalian berempat cari macaroon nya aja."
"Eh udah ini mau kemana?" tanya Lisya yang baru selesai membayar belanjaan nya.
"Beli macaroon buat kado nya Gibran sama Ramon," ungkap Dira yang memberi tahu.
...🦋MALL🦋...
Gavin dan Aron telah sampai di sebuah Mall, mereka segera masuk mencari kado untuk Leta.
"Kita mau cari dimana nih, gw kurang tau kalo masalah perhiasan gini," ucap Gavin yang benar-benar tak tau. Sebenarnya Gavin belum pernah sama sekali memberikan kado untuk perempuan, makanya Gavin tidak tau kado apa yang pantas untuk Leta.
"Kalo perhiasan mah gw tau, gw sering nganterin Leta beli perhiasan gitu. Yok lo ikut gw," ajak Aron yang melangkahkan kaki duluan dari Gavin.
Setelah berjalan cukup lama, Gavin dan Aron telah sampai di toko perhiasan di lantai 3. Mereka segera masuk dan mencari perhiasan tersebut.
__ADS_1
"Nih toko nya yok masuk," ucap Aron sambil mengajak Gavin untuk masuk. Di sana terdapat banyak sekali perhiasan mainan, emas maupun perak. Dan benar kata Aron disini tempatnya sangat bagus dan unik pantas saja ini adalah tempat langganan Leta berbelanja perhiasan.
Aron mulai mencari perhiasan yang cocok untuk adiknya itu dan mulai menunjuknya, "Emmm Vin coba deh lo lihat perhiasan itu kaya nya cocok untuk Leta."
Gavin pun menoleh kearah yang ditunjuk oleh Aron dan ternyata benar pilihan Aron memang bagus.
"Boleh juga tu, hebat ya lo bisa milih perhiasan yang cantik-cantik gini," ujar Gavin sambil menepuk punggung Aron.
"Gw kan udah bilang sama lo kalo gw itu sering temenin Leta kesini jadi ya gw tau lah perhiasan-perhiasan yang bagus untuk Leta," kata Aron tersenyum meremehkan.
"Gaya lo, emm permisi mbak kalung ini berapa ya? sama ini gelang nya," tanya Gavin langsung kepada salah satu pegawai disana.
"Bentar saya timbang dulu ya Kak," jawab pegawai itu yang langsung membawa sebuah timbangan khusus perhiasan.
"Kalung harganya 450.000,00 Kak dan gelang harganya 250.000,00."
Aron cukup tercengang saat mendengar harga dari setiap perhiasan yang ingin dibeli oleh Gavin. Dengan cepat Gavin mengeluarkan delapan lembaran uang seratus ribu dari dompetnya lalu segera membayarkannya ke kasir.
"Wahh gila sih perhiasannya mahal banget," ucap Aron dalam hati.
"Vin lo serius mau beli ini untuk Leta? mehong banget woi harganya," ujar Aron sambil berbisik kearah Gavin.
"Udah santai aja ini masih murah kok," jawab Gavin dengan entengnya. Aron sangat terkejut saat mendengar perkataan Gavin yang mengatakan perhiasan ini 'Murah'.
"Wah gila sih segitunya pengorbanan lo ke Leta," kata Aron lagi yang masih tak percaya.
"Udah ini belum seberapa perjuangan gw untuk dapetin Leta, tabungan gw masih banyak tenang aja." Gavin memang orang yang terbilang cukup terpandang di kompleknya. Orangtua Gavin semuanya punya tabungan sendiri-sendiri begitu pun juga Gavin. Jadi yaa menurut Gavin uang tujuh ratus ribu bahkan satu juta masih terbilang sangat murah.
...🍭PUSAT KOTA🍭...
Elvano dan Leta sudah sampai di pusat kota. Memang pemandangannya sangat indah disana, banyak sekali jualan-jualan seperti pasar malam. Tetapi bedanya kalo pasar malam itu diadakan pada malam hari sedangkan ini pada siang hari.
"Let kita duduk disana yok," tunjuk El ke salah satu kursi yang masih kosong.
"Ayok," jawab Leta dengan sangat setuju sambil tersenyum. Mereka pun berjalan beriringan dengan bergandeng satu sama lain.
__ADS_1
"Oh iya kamu mau makan apa?" tanya Elvano yang lupa membelikan sebuah makanan untuk Leta.