
🔥Prov El & Vina🔥
"Lo mau kemana sih katanya mau kesitu kok lewat?" tanya El yang heran dengan Vina.
"Ihh udah kamu nurut aja," jawab Vina yang masih setia menggandeng tangan El (Kapan lagi kan ya hehe:3)
Vina pun berhenti di sebuah tempat yang menjual makanan disana, dia pun mengajak El untuk duduk dan makan bersama.
"Nah itu dia, ayok duduk," ajak Vina sambil menarik tangan El untuk mendekat.
El benar-benar tak habis pikir bisa-bisanya Vina membohongi dirinya.
"Lo apa-apaan sih!" bentak Elvano yang sedari tadi menahan emosinya.
"El.. udah ayok duduk kita makan dulu disini tempatnya enak lo," ujar Vina dengan menarik tangan El untuk duduk bersamanya, namun El segera menghempaskan tangannya begitu saja.
"Gila lo ya!" dengus Elvano dengan menggelengkan kepalanya, dia tidak peduli jika orang lain melihat dia marah-marah dengan Vina.
"Yang lembut dong sama cewek," kata seseorang yang melihat Vina di bentak oleh El.
"Gak papa, pacar saya memang marah gara-gara saya.." Jawaban Vina membuat El membulatkan matanya, bisa-bisanya Vina memanggilnya dengan sebutan 'Pacar' yang membuat El semakin naik darah jika terus-terusan disini.
"Gila emang lo." El melepaskan tangannya begitu saja dari Vina dan langsung melangkahkan pergi.
"El tunggu!" teriak Vina yang langsung menyusul El.
"El ayo lah kali ini aja lo makan sama gw ya," ucap Vina yang ngos-ngosan mengejar El.
"Berhenti ngikutin gw!"
Bukannya berhenti Vina malah menjadi untuk mengejar El dan menarik tangannya.
"GW BILANG BERHENTI NGIKUTIN GW!" bentak El yang kali ini benar-benar marah dengan tingkah Vina. Vina yang melihat sorot mata El menatap tajam kearahnya langsung berhenti dan terdiam sejenak.
El yang melihat Vina tidak lagi mengejar nya dia langsung mempercepat langkahnya untuk menuju ke mobil.
🚀LETA POV🚀
Leta sangat sedih sekarang, rasanya dia ingin berteriak sekencang mungkin. Tetapi Leta tidak mau menunjukkan kesedihannya di depan Alvin walau bagaimanapun Alvin masih kecil dan tidak akan mengerti dengan perasaan Leta.
"Kakak cantik.. Abang mau kemana?" tanya Alvin saat mereka sudah berada di mobil.
Leta pun tersenyum, "Abang mau nganterin temennya dulu Ipin, kita tunggu bentar ya."
Alvin menggagguk paham dan mulai memakan permen kapas yang El beli tadi.
__ADS_1
"Kakak cantik, Abang tadi sama siapa ya?" tanya Alvin lagi.
"Sama temennya Ipin.."
"Kenapa Abang lama banget, huftt!" dengus Alvin dengan kesal menunggu El.
"Sabar ya bentar lagi pasti Abang kamu dateng." Barulah dibicarakan El sudah datang dengan langkah yang tergesa-gesa dan langsung memasuki mobilnya.
Tak disangka Vina masih mengejar El sampai ke mobilnya, lalu mengedor-ngedor kaca mobil El.
"El ini ada apa sih? ada apa?" tanya Leta yang sangat heran melihat El dan Vina berkejar-kejaran seperti ini.
"Enggak papa orang gila gak usah di ladenin." El langsung menancapkan gas dan meninggalkan Vina dipinggir jalan.
👻VINA POV👻
Vina memang sengaja untuk membohongi El, sebenarnya Vina tidak ingin membeli sesuatu tetapi dia ingin jika El menemani dirinya makan.
Nampaknya El sangat marah saat tau Vina membohongi dirinya, Vina tidak peduli yang ada dipikirannya sekarang cuma makan bareng El.
"GW BILANG BERHENTI NGIKUTIN GW!" Seketika Vina terdiam sebentar dan tak menyangka El membentaknya sekeras ini.
"Ckk duhh kenapa jadi gini sihh, seharusnya gw ge date sama El," dengus Vina yang mulai geram, dirinya berlari untuk mengejar El namun tetap saja gagal.
"El! dengerin gw dulu," teriak Vina yang mengedor kaca mobil Elvano.
"Ihh kalo aja tadi nggak ada Leta pasti gw bisa jalan sama El," dengus Vina yang menghentak-hentakan kakinya.
"Woi Vin ngapain lo berdiri di sana," tegur salah satu teman Vina.
"Eh lo udah dateng yah hehe."
"Buruan ke cafe panas nih di luar." Vina akhirnya berjalan menghampiri teman-temannya.
🧚♀Sonya & Rena🧚♀
"Jeng kamu mau pesan apa?" tanya Sonya pada Rena.
"Ayam bakar aja deh kayaknya enak," tutur Rena yang melihat ke arah menu.
"Yaudah samain aja deh.. Mbak nasi ayam bakarnya 2 yah minumannya es teh aja," ujar Sonya yang menjelaskan.
"Emm Mbak saya pesen ayam bakar nya 3 yah tapi di bungkus," sambung Rena.
"Owh iya Bu silahkan di tunggu."
__ADS_1
"Kenapa yah Jeng tadi waktu Leta pulang sekolah mukanya kayak di tekuk gitu?" tanya Sonya yang menceritakan tentang Leta.
"Iya Jeng El juga itu, pulang-pulang dia cerita katanya seharian di sekolah nggak ngobrol sama Leta," jelas Rena yang memberitahu.
"Lohh kok gitu... apa mereka berantem?" tanya Sonya yang penasaran.
"Enggak lo Jeng, jadi ini itu emang udah di rencanain sama El dan temen-temennya yang lain, kan entar malem kita bakal ngerayain Leta bareng-bareng," jelas Rena pada Sonya.
"Owhh iya sampai lupa hahaha, maklum lah jeng yah udah tua," tawa Sonya yang memegang tangan Rena.
"Ahh tapi masih tetep cantik kok sama kayak Leta," kata Rena yang memuji Sonya.
"Kamu bisa aja."
"Misi... ini pesanannya," kata pegawai yang menaruh makanan mereka.
🦊Elvano & Leta🦊
"Abang kok lama banget pergi nya... kasian tauk Kakak cantik nya nungguin," tutur Alvin yang membuat El tidak enak pada Leta.
"Ahh enggak kok Pin..Kakak cantik biasa aja," balas Leta yang tersenyum kearah Alvin, El tetap diam dan sesekali melirik kearah Leta.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah Leta. Leta segera turun dari mobil dirinya juga berterima kasih pada Elvano yang sudah mengantarnya pulang.
"Dadah Ipin... makasih yah," kata Leta yang kemudian turun dari mobil.
"Gw pulang pulang makasih," ujar Leta yang menoleh kearah El, El hanya menganggukan kepala.
Leta menutup pintu mobil dan masih berdiri di depan pagar sampai mobil El pergi barulah Leta masuk kedalam rumah.
...🐼Di Dalam Rumah🐼...
Ceklekk...
"Assalamualaikum.." ungkap Leta yang membuka pintu.
"Waalaikumsalam," sambung Aron yang tengah bermain ps.
"Wehh sudah pulang lo Dek, mana jajanan buat gw?" tanya Aron yang menoleh kearah Leta.
"Nihh kue.. tadi gw di kasih sama temen," ujar Leta yang menaruh sekotak kue di atas meja.
"Enak yah jadi lo haha," tawa Aron yang kemudian melahap kue tersebut.
"Huft terserah lo deh," balas Leta yang mengambil menuman di dalam kulkas dan berjalan kearah kamar.
__ADS_1
"Emm kue mahal nih pasti.. rasanya aja beda," celoteh Aron yang tengah mengunyah.
"Jangan lo abisin," kata Leta yang mengancam.