
"Bang buruan," kata Vina yang baru saja keluar dari kamar dengan balutan pakaian santai, namun malam ini Vina memakai baju yang panjang mungkin karena cuaca di luar yang lumayan cukup dingin.
"Okayy... Ma Abang sama Vina jajan di luar bentar yah," pamit Vino yang menyalami tangan wanita yang sangat mirip sekali dengan Vina.
"Tumben Bang kamu mau makan di luar?"
"Tau tuh Ma tumben banget," saut Vina yang juga ikut menyalami.
"Hehehe ngak papa Ma, Abang cuman lagi pengen aja," cengir Vino yang kemudian memasang hoodie army miliknya.
"Iya ntar kalo pulang bawain Mama makanan juga.. jangan lupa loh."
"Siapp Boss," tutur Vino yang memberi hormat, setelah itu mereka berjalan kearah pintu depan.
"Muachh Bay Mama.." lambai Vina yang kemudian menyusul Vino.
"Jangan malem-malem lo Bang pulangnya!"
"Iyaa Ma beres kalo itu mahh," sambung Vino yang mengacungkan jempol.
Kini Vina sudah naik ke atas motor milik Vino, setelah itu Vino langsung menjalankan mesin dengan kecepatan sedang.
"Bang lu jujur geh sama gw, sebenernya lu mau ngapain sih?" tanya Vina yang masih sedikit penasaran dengan tingkah Vino yang cukup mencurigakan.
"Hehe sebenernya gw mau nunjukin sama lo orang yang gw taksir," ungkap Vino yang membuat Vina memutar bola matanya dengan malas. Pasalnya setiap kali Vino ingin mendekati seorang gadis, pasti Vina lah yang menjadi umpan pertama.
"Ahhh lu mah pasti selalu gw yang di bikin susah," dengus Vina yang membuang wajahnya ke arah samping, Vino bisa melihat ekpresi wajah Vina yang berubah drastis dari arah kaca spion.
"Pokoknya lo harus bersikap baik ya sama dia, lo harus comblangin gw sama cewek itu awas aja lo ceritain keburukan gw, gw santet lu!" kata Vino mengingatkan.
...👻RUMAH ELVANO👻...
"Bundaaa! liat tuh Abang El ngambil jajanannya Ipin," rengek Alvin sambil menunjuk kearah Elvano dengan raut wajah yang hampir menangis.
"Yaelah orang gw cuma minta dikit doang kok," dengus El yang melirik kearah Alvin.
"Abangg udah deh ngak usah ganggu Ipin," tegur Rena yang tengah memijat kepala Mahendra. El berdecak kesal saat Rena menegurnya.
__ADS_1
"Ckk nih gw balikin," ungkap El yang memberikan jajanan kearah Alvin dan dirinya beralih duduk di sofa sambil menyalakan ps.
"Gimana Bang sama Leta?" tanya Mahendra yang melihat kearah Elvano.
"Gimana apanya Pa? yahh baik-baik aja ngak ada masalah," jawab El yang tengah menggerakan jari-jarinya dengan lincah.
"Emm kalo gitu bagus deh, Papa harap kamu ngak gonta ganti pacar lagi yah," ingat Mahendra yang masih di pijat oleh sang istri.
"Papa tenang aja.. Abang kali ini serius kok sama Leta, dan ngak akan kayak dulu lagi," ungkap Elvano yang penuh keyakikan.
"Halahh dulu-dulu kamu juga ngomong gitu, ehh tapi baru tiga hari pacaran taunya udah putus," saut Rena yang meremehkan.
"Ihhh Bunda sekarang mah uda beda ceritanya," rengek El yang meyakinkan.
👑LETA POV👑
Ceklekk...
"Sayangg.."
"Owhh kirain Mama kamu udah tidur," kata Sonya yang duduk di tepi kasur.
"Ngak kok Ma, Leta masih ngerjain tugas sekolah soalnya besok mau di kumpul," jelas Leta yang memberitahu.
"Emm iya bagus deh, oh iya Mama sama Papa mau ke luar sebentar beli makanan sambil nemenin Papa belanja keperluan kantor, kamu ngak papa kan di tinggal sama Abang dirumah?" jelas Sonya yang memberitahu.
"Iya Ma ngak papa kok," balas Leta dengan anggukan kecil.
"Yasudah Mama tinggal dulu ya sayang.." pamit Sonya kepada putrinya itu.
"Iya Mah.."
🍑BRAYN POV🍑
Brayn baru saja pulang dari markas dan dia sekarang menuju kerumah Nora, entah kenapa Brayn memang lebih nyaman tidur di rumah Nora dibandingkan tidur di rumah sendiri.
Saat di perjalanan Brayn seperti melihat Vina yang dibonceng oleh seorang lelaki apakah itu El. Dari pada membuat Brayn makin penasaran Brayn memutuskan untuk mengikuti Vina dari belakang.
__ADS_1
"Ehh itu kaya Vina deh.. tunggu dia sama siapa," celoteh Brayn yang terus memperhatikan Vina dari kejauhan.
"Hah atau mungkin dia sama El tapi gak mungkin sedeket itu, halah ngapain juga gw berenti gw ikutin aja tu bocah." Brayn lalu menjalankan motornya menyusul Vina dan Vino yang sudah ketinggalan jauh.
Lalu Vina dan juga Vino berhenti disebuah rumah makan yang lumayan mewah Brayn masih tetap mengikuti mereka berdua dari belakang.
"Ohh ternyata bukan El tapi pelatih futsalnya," kata Brayn sambil menyembunyikan diri dengan sweater hoodie menutupi seluruh wajahnya.
"Tapi mereka ada hubungan apa? bukannya Vina suka sama El wahh harus gw cari tau nih, ni anak suka nya sama El atau sama pelatihnya," ucapnya lagi yang masih tetap mengikuti Vina dan Vino masuk kedalam rumah makan. Sepertinya mereka sedang menunggu seseorang.
Lalu tak lama mereka duduk di sana, datanglah seorang wanita memiliki paras yang cantik ikut bergabung dengan Vina dan juga Vino hal ini membuat Brayn semakin bingung.
"Loh kok.."
"Kalian udah lama?" ujar seorang wanita tersebut kearah Vina dan Vino.
"Emm enggak kok Sinta.. yok duduk kenalin ini Adek gw Vina yang pernah gw kenalin ke lo," jawab Vino dengan senyum yang mengembang.
Betapa terkejutnya saat Brayn mendengar pernyataan bahwa Vino adalah Kakak kandung Vina jadi sia-sia saja Brayn mengikutinya selama ini membuang waktu.
"Heh ternyata adek kakak ngapain juga gw kepoin dari tadi mending gw balik." Saat Brayn hendak membalikkan badannya, dia tidak sengaja menyenggol salah satu pelayan disana dan alhasil nampan yang dibawa oleh pelayan itu jatuh. Semua orang sekarang terfokus kearah Brayn.
Brakkk!
"Ehh sorry mba saya tidak sengaja," ucap Brayn yang saat ini malu menjadi sorotan semua orang.
"Iya tidak apa Pak ini salah saya tidak melihat Bapak tadi."
Brayn mau tidak mau harus membantu membereskan semua makanan dan juga minuman yang dia tabrak tadi.
"Saya bantu ya mbak.."
"Ehh tidak usah Pak saya sendiri bisa," jawab Pelayan perempuan yang masih tak enak hati. Meski telah dilarang oleh pelayan itu untuk tidak ikut membereskan tetapi Brayn masih mempunyai rasa bersalah walau bagaimanapun ini semua adalah kesalahannya.
Saat sudah membereskan semua kekacauan, Brayn langsung melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar dan segera menjalankan motornya menuju kerumah Nora.
"Arghhh malu banget gw tadii! Brayn kenapa sih lo oleng banget ya ampun kenapa coba gw mau ikutin tu anak heh buang-buang waktu gw aja," celoteh Bryan diatas motor.
__ADS_1