
"Pasti lu mau bo'ongin gw kan," kata Kevin yang tidak percaya.
"Ituu serius ogep nohh liat Cia yang baris paling depan," dengus El yang menarik kepala Kevin agar menatap ke lapangan futsal.
"Hehe iya bener," balas Kevin yang sudah melihat kearah lapangan.
"Wehh jago juga yah si Cia," sambung Gibran yang tersenyum.
"Biasa aja mata lo nggak usah kayak gitu juga," tutur Kevin yang mengusap wajah Gibran.
"Hehe santai Vin gw nggak ada niat juga buat nikung temen," jelas Gibran yang menjauhkan tangan Kevin dari wajahnya.
"Makanya cari pacar, tuhh Lisya buktinya masih nganggur," ledek Elvano yang memukul lengan Gibran.
"Dihh ogah banget gw sama Lisya cewek judes plus galak, selera gw itu yang anggun kalem bukan yang modelan kayak Lisya," ungkap Gibran yang menolak dengan keras bila dirinya di jodohkan dengan Lisya.
"Nggak boleh ngomong kayak gitu lu... ntar malah kemakan omongan sendiri bisa nyahok lu," tegur Ramon yang memakan gorengan.
"Emm bener tuh Mon, lo sekarang emang nggak suka tapi kedepannya kan lo nggak tau, bisa aja lo kepincut sama si Lisya iya ngak?" tanya El yang ikut mengompori.
"Haha bener-bener gw setuju tuh. Liat aja Bran kedepannya kayak apa," kata Kevin yang menertawai Gibran.
"Gw nggak bakal juga kali ngelirik Lisya," dengus Gibran yang masih berkekeh keras.
...🐧Lapangan Futsal🐧...
Semua para cowok-cowok sudah mempraktek kan senam aerobik dan sekarang giliran para ciwi-ciwi yang mengambil nilai. Cia langsung mengambil barisan paling depan karena memang dirinya yang di tugaskan untuk mengkoordinir para ciwi-ciwi.
"Ayo sakarang giliran yang cewek," kata Pak Roy yang mematikan vidio yang berada di leptopnya.
"Gw mau di belakang aja," ujar Bulan yang berlari dengan cepat kearah lapangan.
"Pak Bulan curang tuh katanya dia mau di belakang," kata Doni dengan jahil.
"Iya Pakk Bulan kan kecil ntar malah nggak keliatan lagi kalo dia salah gerak," sambung Bintang yang dengan sengaja.
__ADS_1
"Ehh Bulan masih keliatan kok Pak kalo berdiri di sini," saut Bulan yang membela diri. Pak Roy melihat kebarisan Bulan dan menyuruh Bulan untuk pindah ke barisan depan.
"Bulann.. kamu pindah ke barisan samping Leta," kata Pak Roy yang melihat kearah Bulan.
"Yahh tapi Pak..." rengek Bulan yang dengan terpaksa harus maju kesebelah Leta.
"Arghhh awas aja lu," dengus Bulan kearah Bintang, sedangkan Bintang serta Doni sudah menahan tawa.
"Hahaha sukurin lo," ujar Bintang yang tertawa dengan memegangi perutnya.
"Sya.. gw di sebelah lo," kata Dira yang berlari dengan cepat untuk mendapat barisan di sebelah Lisya.
"Santai aja kali Dir," tegur Lisya pada Dira.
"Hehe gw mau di depan supaya muka gw keliatan," sambung Dira yang menyengir dengan menampakkan gigi gingsulnya.
"Cia kamu di depan yah," ingat Pak Roy pada Cia.
"Iya-iya Pak," balas Cia yang berdiri dengan malas.
"Rentangin tangannya," kata Cia yang memberi komando. Setelah melihat kondisi barisan yang sudah rapi dan tertip barulah Cia mengasi aba-aba pada Pak Roy.
"Udah rapi Pak," ucap Cia yang kemudian Pak Roy mulai memutar vidio erobik.
Cia mulai menggerakkan tangan dan kakinya begitu juga dengan yang lainnya.
Mereka senam sesuai dengan instruksi yang ada di Vidio yang telah di siapkan oleh Pak Roy. Mereka bergerak dengan lincahnya untuk mendapatkan nilai besar.
🦢Prov Aron & Gavin🦢
Saat sedang belajar di kelas, tiba-tiba Gavin di datangi oleh guru kesiswaan dan menyuruh Gavin untuk meminta tanda tangan Pak Roy di kelas X. MIPA 1 karena beliau ada kerjaan jadi beliau menyuruh Gavin untuk memintakannya.
Tok..tok..tok..
"Assalamualaikum.. Gavin Pak minta tolong kamu mintain tanda tangan Pak Roy ya di kelas X. MIPA 1 untuk turnament basket sama futsal kita di sekolah ini," kata Bapak kepala sekolah sambil menyodorkan sebuah kertas kepada Gavin.
__ADS_1
"Oh iya Pak nanti saya mintain ke Pak Roy," jawab Gavin dengan sopan.
"Oke Pak duluan ya soalnya ada kerjaan lain, Bu saya duluan maaf menggangu waktu belajarnya sebentar." Bapak kepala sekolah pun langsung keluar dari kelas dan menuju ke ruangannya kembali.
"Bu.. saya permisi mau minta tanda tangan Pak Roy bersama Aron.." pamit Gavin kepada salah satu guru yang sedang mengajar di kelas mereka.
"Iya silahkan.. habis itu kembali ke kelas ya," ujar guru tersebut dan langsung di respon anggukan juga senyuman dari Gavin.
Gavin dan Aron segera menuju ke kelas MIPA 1 namun di saat perjalanan mereka melihat rombongan Cia, Leta, Dira dan juga Lisya berada dilapangan dengan Pak Roy. Sepertinya mereka sedang praktek olahraga.
"Woi Ron itu Pak Roy kan?" tunjuk Gavin dari kejauhan saat melihat Pak Roy yang sedang duduk dan sepertinya sedang memegang sebuah buku.
"Iya itu Pak Roy.. yok kita kesana," jawab Aron kepada Gavin. Mereka segera menyusul Pak Roy untuk memintai tanda tangan.
Gavin sangat senang saat melihat ada Leta di sana dengan sesegera mungkin Gavin mempercepat langkahnya.
"Pelan-pelan Vin yaelah lo minta tanda tangan aja cepet banget jalannya," kata Aron yang heran saat melihat Gavin mempercepat langkahnya. Aron baru menyadari saat Leta adalah murid kelas X. MIPA 1 pantas saja Aron mempercepat langkahnya.
"Permisi Pak.." sapa Gavin dengan senyuman nya yang membuat para kaum hawa tergila-gila melihat dirinya.
"Eh Gavin ada apa?" tanya Pak Roy sembari melihat Gavin menghampirinya.
"Emm ini Pak ada yang harus ditanda tangan untuk turnament futsal sama basket di sekolah ini nanti," jawab Gavin dengan sopan. Ini lah yang paling guru-guru suka dengan sikapnya yang begitu sopan dan penuh tanggung jawab.
"Oh ya mana yang harus saya tanda tangan?"
Gavin menunjukkan sebuah kertas lalu memberitahu dimana yang harus Pak itu tanda tangan.
"Maaf Pak.. disini, disini sama disini," kata Gavin sambil menunjukkan kolom untuk tanda tangan. Sembari menunggu Pak Roy mendatangani kertas, Gavin curi-curi padang kearah Leta.
"Nah sudah," ucap Pak Roy yang sudah mendatangi semua surat izin yang diperlukan.
"Oke Pak terima kasih, saya permisi dulu," pamit Gavin yang lalu mencium punggung tangan Pak Roh begitu juga dengan Aron lalu mereka melangkahkan kakinya perlahan menuju ke kelas. Sebelum pergi, Gavin sempat tersenyum kearah Leta dan begitu juga Leta dengan senyumnya walau cuma sedikit.
"Hmm lo mah kalo lihat adek gw cepet bangett matanya heran gw," sambung Aron sedari tadi melihat gerak-gerik Gavin yang mencurigakan.
__ADS_1