
🍑VINA POV🍑
Vina yang baru saja membeli sebuah air putih untuk El minum dirinya kembali menuju kelapangan tetapi saat berada di lapangan di tidak melihat El dan teman yang lainnya.
"Loh El kok gak ada sih.." ucap Vina yang yang heran lalu Vina melihat Vino yang kebetulan pelatih futsal tim El, Vina berfikir pasti Vino tau dimana El berada.
"Bang!!"
"Napa?" tanya Vino cuek.
"Yaelah cuek banget lo, gw mau tanya nih tim nya El kemana ya kok gak ada?"
"Ngapain lo nyari tim El? ada urusan apa? mau ngelatih futsal?" tanya Vino yang sengaja menjahili adiknya itu.
"Abang! orang serius juga!"
Saat mereka sedang mengobrol datang lah El, Kevin, Gibran dan juga Ramon dengan membawa satu perempuan yang Vino kenal adalah Leta pacar El sekaligus Adik dari Aron temannya.
"Noh orang nya," tunjuk Vino kearah El dan yang lain.
"Loh kok ada Leta sih!" celoteh Vina dalam hati yang kesal saat melihat El membawa Leta untuk pergi menonton.
"Kami lama ya Bang?" tanya Ramon kepada Vino.
"Emm enggak kok ini juga belum waktunya kalian main, yaudah duduk dulu gih sambil nunggu tim ini selesai main," kata Vino kepada adik kelas nya itu.
"Iya Bang.."
El lalu membawa Leta duduk di sampingnya degan tangan yang masih setia menggenggam tangan Leta membuat Vina kesal dan emosi.
"Ihhh dasar! kenapa coba tu anak pakek kesini segala gagal kan rencana gw untuk deketin El! awas ya lo!" dengus Vina dalam hati yang sangat-sangat kesal dengan Leta.
🌥️LETA POV🌥️
Leta memakai pakaian yang simple namun tetap terlihat cantik saat dia mengenakannya, entah kenapa Leta ingin saja ikut bersama El dia tau disana ada Vina dan Leta harus sedikit memberi Vina pelajaran disana.
__ADS_1
"Yok.." ajak Leta yang langsung mengunci pintu rumahnya lalu menggenggam tangan El.
"Udah? kuy."
Mereka lalu menancapkan gasnya ke lapangan futsal kembali, saat berada di sana Leta sudah berpapasan lebih dulu dengan Vina. Nampaknya Vina sangat kesal saat melihat kedatangan Leta disana.
"Haha panas kan lo!" kata Leta dalam hati yang lewat begitu saja di depan Vina tanpa menoleh kearahnya sedikit pun.
"Emm El kamu keringetan deh pasti abis berantem tadi kan, sini aku lap keringet nya,"ujar Leta dengan mengambil sarung tangan di tas nya kemudian langsung mengel keringat yang ada di mukanya El tersebut.
"Nah kalo gini kan nambah cakep." El tersenyum hangat saat diperlakukan seperti itu oleh Leta.
"Oke Tim A sama B yok masuk ke lapangan kita tanding futsal lagi," perintah Vino selaku pelatih futsal mereka.
"Emm Let.. El masuk dulu ya kamu tunggu sini jangan kemana-mana awas aja!" ucap El dengan mengelus pucak kepala Leta.
"Hehe iya tenang aja kok El, semangat yaa!! balas Leta dengan senyuman yang membuat El nambah semangat untuk latihan futsal kali ini.
Tinggallah di tempat duduk cuman Vina dan juga Leta, Leta lalu menjalankan misinya dia mendekati Vina dan mulai berbicara kepada nya.
"Iya kenapa?"
"Emm gak papa sih.. enak nya nontonin pacar orang.. emm kesempatan banget nih mumpung pacarnya gak ada disini ya gak mbak?" tambah Leta yang dengan sengaja ingin membuat Vina emosi.
Leta sudah melihat gerak tubuh Vina yang menampakkan bahwa dirinya sudah mulai terpancing dengan kata-kata yang baru saja Leta lontarkan. Tidak hanya sampai di situ, Leta kembali melanjutkan aksinya Leta harus tegas dengan seorang gadis yang duduk di sebelah nya ini agar sadar bahwa Elvano sudah memiliki pujaan hati.
"Dihh! lo ngomong apaan sih ngak jelas banget," ujar Vina yang menatap Leta dengan tajam.
"Hihihi santay aja kali gw kan cuman ngomong kok lo malah sensi?" balas Leta yang mengangkat satu alis dengan menatap kearah Vina.
"Ckkk denger yah! lo sama El itu cuman pacaran.. belum tentu jadi istrinya udah songong banget," kata Vina yang membuat Leta menjadi kesal.
Leta sedikit kesal dengan kalimat yang Vina ucapkan namun, Leta tidak hilang akal dirinya kembali melemparkan kata-kata yang membuat Vina tertampar dengan ucapan yang ia katakan untuk Leta.
"Gw aja yang pacarnya belum tentu kan jadi istri El, teruss gimana sama lo yang bukan siapa-siapanya El?" tanya Leta yang membuat Vina seketika terdiam.
__ADS_1
Vina mematung saat Leta melontarkan kalimat yang membuat Vina kembali terjun dalam keterpurukan. Leta yang melihat Vina terdiam pun seketika mengangkat lengkungan tipis di bibirnya, ada rasa sedikit puas karena telah menjahili Vina. Leta mengelus rambut Vina dengan pelan sambil membisikan kalimat yang membuat Vina menjadi kesal dan pergi dari lapangan futsal.
"Vina-Vina lo itu cantik.. masa cantik-cantik gini mau di cap jadi pho kan.. ngak banget," tutur Leta yang mendekatkan bibirnya di telinga Vina. Vina sontak menatap Leta dengan mata yang seperti ada api yang membara, namun Leta dengan senang hati membalas tatapan Vina dengan senyum manisnya.
"Kenapa?" tanya Leta sambil tersenyum.
"Arghh.."
Vina berdiri dan berjalan menjauhi lapangan futsal. Vina memilih untuk pergi dari pada mendengar kata-kata yang membuat telinga dan hatinya terbakar.
Setelah Vina pergi, Leta tidak bisa menahan tawanya lagi dirinya tertawa dan merasa bangga karena sudah berhasil menjahili Vina.
👾Vina Prov👾
"Ngapain sih ni anak duduk deket gw," dengus Vina yang menatap tidak suka kearah Leta.
"Udah tau gw ngak suka sama dia, ehh malah deket-deket," sambung Vina yang menatap lulus kearah lapangan.
Vina kesal saat Leta dengan terang-terangan melontarkan kata-kata yang bersangkutan dengan Elvano.
"Dihh! lo ngomong apaan sih ngak jelas banget," ujar Vina yang menatap Leta dengan tajam.
"Hihihi santay aja kali gw kan cuman ngomong kok lo malah sensi?" balas Leta yang mengangkat satu alis dengan menatap kearah Vina.
"Apaan sih ni cewek baru gitu aja udah songong," dengus Vina dalam hati.
"Ckkk denger yah! lo sama El itu cuman pacaran.. belum tentu jadi istrinya udah songong banget," kata Vina yang membuat Leta menjadi kesal.
Vina mengangkat lengkungan tipis di sudut bibirnya saat melihat Leta yang bungkam dengan sekejap. Tetapi Leta tidak hilang akal dirinya malah melontarkan kalimat yang membuat Vina menjadi geram.
"Gw aja yang pacarnya belum tentu kan jadi istri El, teruss gimana sama lo yang bukan siapa-siapanya El?"
"Vina-Vina lo itu cantik.. masa cantik-cantik gini mau di cap jadi pho kan.. ngak banget," Vina menatap tajam kearah Leta lalu Vina memilih untuk pergi dari lapangan futsal.
"Arghh.."
__ADS_1