
"Permisi ini makanannya.." ucap penjual bakso sambil membawakan sebuah nampan berisi bakso dan juga es teh pesenan El dan teman-temannya.
"Terima kasih Bi, ngomong-ngomong Bibi cantik deh hari ini," kata Gibran dengan sengaja menggoda penjual bakso langganan mereka.
"Bisa aja kamu ngomong aja mau ngutang kan," ujar penjual bakso yang sudah tau sifat Gibran.
"Enggak kok Bi kali ini Gibran bawa uang tapi cuman lima ribu gak papa kan Bi hehe," ungkap Gibran yang menggaruk kepalanya tidak gatal.
"Yaelah Bran cuma lima ribu cuma dapet es nya doang gimana sih Bran malu-maluin aja lo," celoteh Kevin yang tak habis pikir dengan kelakuan Gibran. Penjual bakso pun tidak menggubris perkataan Gibran dan kembali ke stan makanannya.
"Kalian bolos ya?" tanya Leta secara tiba-tiba yang membuat El sampai tersedak minuman karena ulah nya.
"Eh El hati-hati dong makannya," jawab Leta yang langsung mengelus punggung kekasihnya itu.
"Enggak kok gak bolos malahan kita dikeluarin langsung di kelas namanya kan gak bolos ya gak," sambung Gibran tanpa dosanya menjelaskan.
"Leta, Cia, Dira, Lisya sekarang giliran kalian buruan kesini!!" teriak Pak Roy dari kejauhan memanggil nama Leta dan teman-temannya.
"Waduh ada Pak Roy jangan-jangan dia ngelihat kita lagi disini," ungkap Kevin yang langsung memalingkan muka nya.
"Emm yaudah kita praktek dulu ya bye." Leta, Cia, Dira dan juga Lisya segera menuju ke lapangan karena sekarang sudah giliran mereka untuk mengambil nilai.
El, Kevin, Gibran dan juga Ramon sibuk memakan makanan di kantin begitu juga dengan Leta, Cia, Dira dan juga Lisya sibuk mengambil nilai penjas.
...🍺DI LAPANGAN🍺...
Akhirnya, Leta, Cia, Lisya dan juga Dira telah selesai untuk mengambil nilai senamnya mereka duduk di pinggir pohon untuk berteduh karena hari sudah sangat panas.
"Panas banget gila," celoteh Dira dengan tangannya seperti sedang mengipas.
Dari kejauhan Leta melihat ada Aron dan juga Gavin disana sedang memperhatikan Leta.
"Eh Cia itu Gavin bukan ya sama Abang gw," kata Leta yang langsung menoel tangan Cia, Cia yang di toel pun langsung menoleh dan melihat ke arah yang ditunjuk Leta tersebut.
"Iya.. lah-lah kenapa dia ngarah ke sini," ujar Cia yang heran saat melihat Aron dan juga Gavin mendekat ke arah mereka.
"Kalian kenapa sih?" tanya Dira dan juga Lisya saat melihat Cia dan juga Leta berbisik-bisik sedari tadi.
__ADS_1
"Noh lihat Bang Aron sama Gavin mau kesini kayanya mau nyamperin lo deh Let," ungkap Cia yang sudah terpikir jika ada Gavin mendekat berarti dia mau bertemu dengan Leta. Tetapi, dugaan mereka salah Gavin mendekat kearah mereka karena ingin bertemu Pak Roy untuk meminta tanda tangan entah kegiatan apa yang akan dilakukan di sekolah ini.
"Ternyata bukan nyamperin lo Let," ucap Cia yang lega karena Gavin tidak menghampiri mereka.
Berbeda dengan Leta, Cia, Dira dan juga Lisya, siswi lain nampaknya sangat histeris saat melihat Gavin. Secara Gavin ketua OSIS dan memiliki paras yang sangat tampan tak heran jika siswi disini sangat menyukai Gavin.
"Woi ada Kak Gavin noh"
"Masya Allah calon imam ganteng banget"
"Eh mereka mau ngapain ya kaya nya minta tanda tangan deh"
"Aron juga gak kalah ganteng kok dari Gavin huhuhuuu"
Begitulah celoteh para siswi-siswi disini saat melihat Gavin dan juga Aron.
"Dihh apaan sih mereka sampai segitunya banget ngeliat Gavin," dengus Dira yang menyinyir.
"Biasanya pemuja ketos," sambung Cia yang juga sedikit tidak suka.
"Udahh biarin aja ngapain juga ngurusin mereka ngak penting tau ngak," ujar Lisya yang menyudahi gibahan mereka.
"Yaeyy kita bisa duduk dulu," celoteh Dira yang girang.
"Untung aja bukan cewek dulu mana gw belum hapal," sambung Leta yang kemudian ikut duduk di sebelah mereka.
"Shutt... sekarang waktunya kita liatin yang cowok siapa tau gerakan mereka ada yang salah," ungkap Lisya yang menyuruh mereka untuk diam.
"Yahh Pak kok cowok duluan sihh kan harusnya cewek duluan," rengek Bintang yang menolak.
"Hehhh jadi cowok itu harus jentel kalii," tegur Beben yang menepuk bahu Bintang.
"Woi semua yang cowok baris yang rapi dong," teriak Doni yang memimpin paling depan.
Dentuman alunan lagu mulai terdengar, sedikit demi sedikit mereka mulai meragakan gerakan senam yang berada di layar leptop yang sudah di taruh paling depan. Doni memimpin untuk kelompok cowok, Doni mulai menggerakan kaki dan tanggannya.
"Nanti untuk yang cewek Cia yah yang memimpin," kata Pak Roy yang menoleh ke barisan cewek.
__ADS_1
"Lohh kok saya Pak?" tanya Cia yang terkejut sambil menunjuk kearah dirinya sendiri.
"Haha udah ngakpapa Pak Cia aja," sambung Lisya yang menepuk-nepuk bahu Cia.
🐨Elvano & Teman-teman🐨
"Eh El si Brayn masih ngak tuh deketin Leta?" tanya Ramon yang tengah mengudek minumannya.
"Hgmm belakangan ini ngak sih, udah aman kalo itu mah," ujar El yang tidak mau membuat teman-temannya jadi cemas.
"Yah lo bilang-bilang aja El kalo tu orang macem-macem," sambung Kevin yang menaikan kaki ke atas paha.
"Eh pulang ini kita jadikan kumpul ke markas? kalo jadi mahh gw mau ngasi tau si panji buat nyiapin tempe mendoan yang banyak sama ngumpulin anak-anak juga," jelas Gibran yang mengingatkan mereka tentang markas.
"Jadi dongg kan gw mau ngasi tau anak-anak kalo gw udah resmi sama Leta," ujar Elvano dengan semangat.
"Okeh gw mau ngabarin si panji nih," kata Gibran yang membuka layar handphonenya.
"Ehh jangan lu telpon tu anak pasti masih belajar," ingat El yang menyedok satu suap bakso ke dalam mulut.
"Iye-Iye orang gw ngabarin di grup kok," balas Gibran dengan cepat.
☠️Tengkorak☠️
Gibran:
Pulang sekolah kumpul di markas
Gibran:
Di usahain harus lengkap
Setelah mengirim pesan Gibran langsung mematikan handphonenya dan kembali melanjutkan kebersamaan bersama teman-temannya.
"Eh jam istirahat kapan sihh lama banget perasaan?" tanya El yang menaikan satu kaki ke kursi.
"Bentar lagi," kata Ramon yang melirik kearah jam tangannya.
__ADS_1
"Yaelahh El sabar napa pasti lo juga bakal ketemu sama Leta," dengus Kevin yang mendorong tubuh Elvano.
"Ehh itu Cia ngak sih?" tunjuk El kearah lapangan futsal. Karena posisi lapangan futsal bisa terlihat dari kantin. Kevin langsung menoleh kearah pandang Elvano.