IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Sebuah Rencana


__ADS_3

"Enggak, yaudah yok makan." Leta langsung melepaskan tangan Aron dan beranjak pergi dari kamarnya.


"Ehh ni anak," ucap Aron sambil menggelengkan kepalanya.


Leta berjalan menuruni tangga dengan muka yang sangat lesu, tak disangka dirinya melihat ada El duduk di sofa ruang tamunya. Apakah ini khayalan Leta.


"Let lo gak boleh kepikiran sama El terus!!" ucapnya dalam hati dengan menggelengkan kepala nya.


Elvano heran melihat Leta yang menggelengkan kepalanya itu. Sedangkan Sonya yang melihat Leta baru saja turun dari tangga pun segera menghampiri Leta.


"Sayang.. ayok makan," ajak Sonya dengan menuntun Leta kearah meja makan.


"El ayok kamu juga makan." Ketika Sonya mengucapkan kata 'El' Leta pun langsung menoleh ke arah ruang tamu dan benar saja El belum pulang dan itu bukan khayalan Leta.


"Lah? kok El belom pulang?" tanya Leta yang heran saat melihat El masih dirumahnya.


"Iya Mama tadi yang suruh dia masuk," jawab Sonya sembari menaruh makanan dimeja makan.


"Huftt," dengus Leta membuang nafasnya pelan.


...👑MAKAN SIANG👑...


"Ma.. Aron tadi ngelihat Leta abis nangis," kata Aron memberitahu saat mereka ingin makan.


"Loh kamu nangis? kenapa Leta?" ucap Sonya langsung khawatir dengan Leta.


Leta melototkan matanya kearah Aron, "E-enggak kok Ma ini perut Leta agak nyeri sedikit."


"Loh kamu kenapa?"


"Biasalah lagi dapet Ma hehe," jawab Leta sambil cengegesan.


El hanya menyimak pembicaraan antara Leta, Sonya, dan juga Aron. El berfikir apakah Leta nangis karena ulah dirinya.


"Eh Mama sampai lupa jika ada El," ujar Sonya kearah Elvano, Elvano hanya tersenyum.


Sonya, Leta, Aron dan juga El langsung menatap makanan siang mereka.


"Gimana El enak gak masakan Mama?" tanya Sonya di sela-sela makan siangnya.

__ADS_1


"Emm enak kok Ma.."


"Oh ya kapan-kapan kamu ajak gih Bunda kamu kesini ya main biar bisa lebih akrab sama Mama.." ungkap Sonya yang menyuruh supaya Rena Bundanya Elvano main kerumah Sonya.


"I-iya nanti El ajak Bunda kesini." Elvano hanya bisa mengiyakan perkataan Elvano. Entah kenapa Elvano dan Leta menjadi canggung begini saat bertemu.


Sesekali Elvano melempar pandang kearah Leta, begitu pun juga Leta. Sonya yang melihat El dan juga Leta hanya diam saja dan bisanya mereka mengobrol-ngobrol, tak hanya itu Sonya melihat raut wajah Leta yang sulit diartikan.


"Kok kalian saling diem sih?" tanya Sonya yang penasaran dengan Elvano dan juga Leta itu.


"Yaelah Ma udah kali ngomong terus, kan lagi makan dari tadi perasaan ngoceh terus sih Mama ini.." sambung Aron yang ikut sedikit kesal dengan Sonya. Jika ada Papanya Leta, Sonya akan ditegur karena dirinya makan sambil berbicara.


"Oh iya sorry.. lagian Mama penasaran kenapa sih tumben banget Leta sama El gak ngomong-ngomong terus kalian kaya canggung gitu," ujar Sonya menjelaskan.


Akhirnya Sonya menutup mulutnya dan segera menghabiskan makan siangnya itu. Sesudah memakan siang, El meminta izin pamit pulang kepada Sonya.


"Ma.. El pamit pulang ya," pamit Elvano kearah Sonya. Leta yang melihat El ingin pulang pun tak sengaja mengeluarkan sebuah kata-kata.


"Kok cepet banget pulangnya." Leta yang menyadari perkataannya itu langsung menutup mulutnya, kenapa dia bisa berbicara seperti ini di depan El. Dan harusnya Leta masih marah dengan El.


"Tuh Leta aja ngomong kenapa cepet banget kamu pulangnya," ujar Sonya yang baru saja ingin membereskan sisa makan siang mereka.


"Soalnya ada urusan Ma sama temen-temen," kata El yang memberi tahu.


"Let aku pulang dulu yah," pamit El pada Leta.


"Iya... kamu juga hati-hati," ucap Leta yang masih dengan wajah datar. El berjalan kearah motornya ia segera memakai helm dan menjalankan motor kesayangannya.


Setelah El pergi Leta membalikkan badannya, dia ingin segera rebahan di kamar dan bermalas-malasan sepanjang hari mungkin karena efek dari dapet yah, entah lah sekarang ini Leta enggan untuk bergerak.


"Kamu mau kemana Let?" tanya Sonya yang heran melihat tingkah Leta yang tidak seperti biasanya.


"Leta mau kemar Ma mau tidur siang aja soalnya nggak ada kerjaan juga," jelas Leta dan di maklumi oleh Sonya mungkin saat ini mood Leta lagi tidak stabil.


...🍩KAMAR LETA🍩...


Leta masuk kedalam kamarnya ia menutup pintu dan langsung mengayun tubuhnya ke arah kasur.


"Kok gw masih penasaran sih sama cewek yang di taman itu," gumam Leta yang mulai membuka snack yang ia beli bersama El tadi.

__ADS_1


"Apa dia sepupunya El yah... tapi kok El nggak pernah cerita, Cia juga pernah ngomong kalo El ada sepupu cewek," celoteh Leta sambil mengunyah makanannya.


"Ahaa gw cari aja Ig nya di akun El kali aja tu orang emang bener saudaraan," ungkap Leta yang mulai membuka leptop nya dan mulai menyelidiki.


Seharian ini Leta dan juga El tidak berbalas pesan, sebenarnya Leta ingin mengechat El tapi Leta sedikit ragu dan juga gengsi.


"Ehh ini kayak mirip nih, apa jangan-jangan emang saudara yah, baju yang mereka pakai juga senada," gumam Leta yang menemukan postingan di akun El yang berisikan foto di acara pesta pernikahan yang penampakan deretan keluarga besar Elvano.


"Atauu... dia mantan nya El kan bisa jadi juga tuh, aahhh jadi bingung gw," celoteh Leta yang mengubah posisi menjadi duduk.


🍑ELVANO POV🍑


El sudah sampai di rumah, dirinya juga sudah mengganti pakaiannya. Sekarang ini El tengah sibuk menelfon seseorang.


...+628*******📲...


"Hallo gimana... semuanya udah siap?"


📞: "Tenang aja udah gw siapin semua kok"


"Yang bener lu awas aja kalo sampe ada satu yang belum siap, kelar hidup lo"


📞: "Yaelahh No udah gw bilang juga semuanya udah siap"


"Baguss.. dan pastiin tempatnya khusus buat gw"


📞: "Iya-iya bawel lu"


"Yaudah salamin aja buat Mama lo"


El mematikan panggilannya ia bergegas menuju kerumah Kevin, karena dirinya sudah di tunggu sedari tadi sama mereka semua.


El memakai kaos warna putih dan celana jeans serta rambut yang berantakan membuat El semakin tampan.


"Bun.. El main kerumah Kevin dulu yah," ujar El yang turun dari tangga.


"Iyaa, gimana rencananya udah kamu siapin kan sama sih Cinta?"


"Udah Bun, El main dulu yah," pamit El yang mencium punggung tangan Rena.

__ADS_1


"Banggg pulangnya beliin Ipin es krim yah," ucap Alvin yang tengah memakan sosis.


"Iya-Iya ntar gw beliin," balas Elvano yang berjalan kearah garasi. El memakai helm fullface andalannya dan segera melaju ketempat Kevin.


__ADS_2