IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Hati gelisah


__ADS_3

"Udah cepet to the point aja lo mau ngomongin apa?" kata Nora yang tak suka dengan hal yang bertele-tele.


"Owh ya gw lupa hehehe," ujar Brayn yang cengengesan.


"Menurut lo hadiah yang cocok buat ngasih ke cewek apaan? tanya Brayn yang tengah menyenderkan tubuhnya ke sofa.


"Yahh tergantung ceweknya suka apaan eh lu ngasih siapa setau gw lu jomblo haha," ledek Nora yang melempar bantal kearah Brayn.


"Diem lu, udah menurut lo aja yang biasa cewek suka apaan?" desak Brayn yang tak suka bila pembicaraan nya di alihkan.


"Hemmm kalo gw sih tas kalo nggak kalung," gumam Nora sambil menimbang-nimbang.


"Nahh boleh juga tu kalung, lo aja deh yang beliin ntar gw kasih uangnya," ucap Brayn dengan semangat.


"Iya-iya tenang aja, tapii... lo mau ngasih siapa sih kepo gw," ujar Nora yang membuka kulkas kecil dikamarnya dan membuka sebotol minuman.


"Adalah... pokoknya anak sebelah sekolahan kita," ungkap Brayn yang enggan memberitahu.


"Owhh jadi cewek yang lu mau gebet itu sekolah di Nusa Bangsa," celoteh Nora yang menganggukan kepalanya.


"Kok gw nggak pernah denger berita yah kalo lo deket sama anak Nusa Bangsa?"


"Ckk udah lo nggak perlu tau yang penting inget pesanan gw tadi," ujar Brayn yang beranjak dari duduknya.


"Iya-iya tapii gw juga di beliin kan," ungkap Nora dengan mata yang membinar.


"Hahh lo mah iya-iya ntar uangnya gw lebihin," balas Brayn yang menguyun wajah Nora. Brayn membuka pintu kamar Nora dan berjalan keluar diringi Nora dari belakang.


"Owh yah tadi si Raga sebenernya mau ikut kesini juga tapi nggak gw suruh," tutur Brayn saat menuruni tangga.


"Dihh males banget gw nggak di sekolah nggak dimana tetep aja gangguin gw mulu," celoteh Nora yang membuka kulkas untuk mengambil salat buahnya lalu ia duduk di ruang nonton.


"Gw ingetin yah lo jangan terlalu benci banget sama si Raga ntar lo kemakan karma bisa jungkir balik lo," ungkap Brayn yang ikut duduk di sebelah Nora dengan membawa sekotak pizza yang belum ia habiskan.


"Doa lo jelek banget yah nggak mungkin lah gw kena karma si Raga," balas Nora yang tidak setuju.


"Lah siapa aja dia kan sekarang suka sama lo, bisa-bisa nanti lo yang bakalan suka sama dia," ujar Brayn sambil menahan tawanya.

__ADS_1


"Dih ngapain pada bahas Raga males banget," ucap Nora yang menatap malas kearah Brayn.


"Oh iya satu lagi gw minta tolong sama lo," kata Brayn yang lupa ingin memberitahu kan sesuatu ke Nora.


"Emm apa?"


"Gw mau lo bantuin gw atur tempat untuk ulang tahun gebetan gw gimana?" tanya Brayn dengan percaya diri bahwa Nora akan setuju, tetapi Nora berpikir dua kali untuk membantu Brayn. Brayn adalah orang yang tidak puasan, jika Nora ikut dan membantu Brayn dan hasilnya kurang memuaskan Nora bisa-bisa dimarahin abis-abisan oleh Brayn.


"Malah diem," tegur Brayn yang membuat Nora tersadar.


"Tapi janji ya sama gw, kalo lo gak marahin gw lagi kaya lo sama mantan lo dulu itu," jawab Nora dengan sedikit ragu.


"Iyaa gw gak mintak banyak kok lagian baru gebetan, yang penting lo bantuin untuk siapin kado sama tempatnya oke. Dan pastikan yang ada di tempat itu cuman gw sama gebetan gw," perintah Brayn kepada Nora. Nora pun hanya mengganguk untuk mengiyakan permintaan Brayn.


👾LETA POV👾


Saat ini Leta sedang menggoreng nugget kesukaannya, entah kenapa saat ini dirinya ingin memikirkan sesuatu mungkin efek dari datang bulan kali yah harap di maklumi ya manteman.


"Lo goreng apaan Dek?" tanya Aron yang baru saja turun dari kamarnya.


"Boleh tuh, Mama mana Dek kok sepi banget?" tanya Aron yang membuka kulkas dan menuangkan minum.


"Belanja bulanan sama Papa," jelas Leta yang fokus memasak.


"Ni punya siapa Dek?" tanya Aron yang mengambil 'Dessert Box'.


"Punya gw," balas Leta dengan cepat.


"Bagi yah," kata Aron yang merayu Leta.


"Hemm iya tapi dikit aja."


"Nahh gitu dong," balas Aron yang duduk di ruang nonton.


"Dek nih ada film 'Toy Story' kesukaan lo!" teriak Aron dengan heboh.


"Serius Bang? bentar-bentar ini tinggal di pindahin ke piring," teriak Leta yang tak kalah hebohnya. Leta berlari-lari kecil kearah ruang nonton sambil membawa nampan berisikan sepiring nugget serta minuman.

__ADS_1


"Wahhh mantep nih kayaknya," ungkap Aron yang melihat kearah nugget yang begitu menggiurkan.


"Nih." Aron langsung melahap nugget yang Leta bawa. Mereka pun menonton film kartun bersama-sama dengan fokusnya sambil menikmati nugget yang Leta masak.


Di sela-sela menonton film bersama Aron teringat pasal Leta yang menangis karena El itu dan dia berniat untuk bertanya kepada Adiknya itu.


"Dek jadi gimana hubungan lo sama El udah membaik atau masih bertengkar?" tanya Aron yang masih penasaran.


"Huftt yaaa gitu deh Bang.." jawab Leta dengan cepat.


"Gitu gimana?" tanya Aron lagi yang masih bingung dengan maksud Leta.


"Masih bertengkar, malahan dia biasanya kabarin gw eh malah gak ngabarin," ujar Leta lagi yang rasanya ingin menangis saat mengucapkan kebenaran. Tetapi dia tidak ingin menunjukkan nya kepada Aron. Nanti Aron bakal nekat untuk mengebuki El dan rombongan nya.


"Yaudah nanti juga baikkan." Aron pun melanjutkan cemilannya dari pada harus mengintrogasi Leta yang bikin moodnya nambah hancur.


🦚ELVANO POV🦚


"Huftt mau ngapain lagi ya gw sekarang," ucap Elvano yang nampaknya sedang gabut tidak ada kerjaan.


"Biasanya jam segini gw chattan sama Leta, tapi.." Elvano menggantungkan ucapannya.


"Arghhh!!! sabar El sabar dua hari lagi adalah ulang tahun Leta jadi lo harus tahan dulu," ujarnya dengan kesal.


Tok..tok..tok..


"El ayok makan!" teriak Rena dari luar kamar Elvano yang menyuruhnya untuk makan.


"Iya-iya Bund duluan aja nanti El nyusul," ujar Elvano yang menyuruh Rena untuk duluan saja makan malam nya.


Rena pun menuruti perkataan anaknya itu, dia langsung turun kebawah menyiapkan sarapan untuk Mahendra suaminya.


"Loh El nya mana?" tanya Mahendra yang heran saat melihat Rena yang turun sendirian dari tangga tanpa mengajak El.


"Nanti dia nyusul katanya," jawab Rena dengan cepat. Lalu tak menunggu lama El pun turun dengan muka yang sangat kusam. El sangat gelisah saat dia berniat ingin menjaga jarak dengan Leta, tetapi itu semua dia lakukan untuk Leta.


Kira-kira El kenapa ya hari-hari ini menjauh dari Leta:( author jadi sedih nih:(

__ADS_1


__ADS_2